23 Fungsi Hutan Mangrove Beserta Manfaatnya

Menurut Ahli Davis, Claridge & Natarina (1995) dalam FPPB (2009), hutan mangrove mempunyai fungsi dan manfaat sebagai berikut :

1. Habitat satwa langka

Hutan mangrove sering menjadi habitat jenis-jenis satwa. Lebih dari 100 jenis burung hidup disini, dan daratan lumpur yang luas memiliki batas dengan hutan mangrove merupakan kawasan mendaratnya ribuan burug pantai ringan migran, tergolong jenis burung langka Blekok Asia (Limnodrumus semipalmatus)

2. Pelindung terhadap musibah

Vegetasi hutan mangrove dapat melindungi bangunan, tanaman pertanian atau vegetasi alami dari kerusakan akibat topan atau angin yang bermuatan garam melalui proses filtrasi.

3. Pengendapan lumpur

Sifat fisik tumbuhan pada hutan mangrove menolong proses pengendapan lumpur. Pengendapan lumpur berafiliasi dekat dengan penghilangan racun dan bagian hara air, alasannya bahan-bahan tersebut sering kali terikat pada partikel lumpur. Dengan hutan mangrove, kualitas air laut terjaga dari endapan lumpur abrasi.

4. Penambah komponen hara

Sifat fisik hutan mangrove cenderung memperlambat pedoman air dan terjadi pengendapan. Seiring dengan proses pengendapan ini terjadi bagian hara yang berasal dari banyak sekali sumber, tergolong pembersihan dari areal pertanian.

5. Penambat racun

Banyak racun yang memasuki ekosistem perairan dalam kondisi terikat pada permukaan lumpur atau terdapat di antara kisi-kisi molekul partikel tanah air. Beberapa spesies tertentu dalam hutan mangrove bahkan membantu proses penambatan racun secara aktif

6. Sumber alam dalam daerah (In-Situ) dan luar Kawasan (Ex-Situ)

Hasil alam in-situ mencakup semua fauna dan hasil pertambangan atau mineral yang dapat dimanfaatkan secara eksklusif di dalam daerah. Sedangkan sumber alam ex-situ mencakup produk-produk alamiah di hutan mangrove dan terangkut/berpindah ke kawasan lain yang kemudian dipakai oleh penduduk di tempat tersebut, menjadi sumber makanan bagi organisme lain atau menyediakan fungsi lain seperti memperbesar luas pantai sebab pemindahan pasir dan lumpur.

7. Transportasi

Pada beberapa hutan mangrove, transportasi lewat air ialah cara yang paling efisien dan paling sesuai dengan lingkungan.

8. Sumber plasma nutfah

Plasma nutfah dari kehidupan liar sungguh besar manfaatnya baik bagi perbaikan jenis-jenis satwa komersial maupun untuk memelihara populasi kehidupan liar itu sendiri.

9. Rekreasi dan pariwisata


Hutan mangrove memiliki nilai estetika, baik dari faktor alamnya maupun dari kehidupan yang ada didalamnya. Hutan mangrove yang sudah dikembangkan menjadi obyek rekreasi alam antara lain di Sinjai (Sulawes Selatan), Muara Angke (DKI), Suwung, Denpasar (Bali), Blanakan dan Cikeong (Jawa Barat), dan Cilacap (Jawa Tengah). Hutan mangrove memberikan obyek wisata yang berbeda dengan obyek rekreasi alam lainnya. Karakteristik hutannya yang berada di peralihan antara darat dan maritim memiliki keunikan dalam beberapa hal. Para pelancong juga menemukan pelajaran ihwal lingkungan eksklusif dari alam. Pantai Padang, Sumatera Barat yang memiliki areal mangrove seluas 43,80 ha dalam kawasan hutan, mempunyai kesempatan untuk dijadikan areal wisata mangrove.

Kegiatan wisata ini di samping menunjukkan pemasukan pribadi bagi pengelola lewat pemasaran tiket masuk dan parkir, juga mampu menumbuhkan perekonomian penduduk di sekitarnya dengan menyediakan lapangan kerja dan peluang berupaya, seperti membuka warung makan, menyewakan perahu, dan menjadi pemandu wisata.

10. Sarana pendidikan dan penelitian

Upaya pengembangan ilmu wawasan dan teknologi membutuhkan laboratorium lapang yang bagus untuk aktivitas observasi dan pendidikan.

11. Memelihara proses-proses dan sistem alami


Hutan mangrove sangat tinggi peranannya dalam mendukung berlangsungnya proses-proses ekologi, geomorfologi, atau geologi di dalamnya.

12. Penyerapan karbon


Proses fotosintesis mengganti karbon anorganik (C02) menjadi karbon organik dalam bentuk bahan vegetasi. Pada sebagian besarekosistem,

materi ini membusuk dan melepaskan karbon kembali ke atmosfer selaku C02. Akan tetapi hutan mangrove justru mengandung sejumlah besar materi organik yang tidak membusuk. Karena itu, hutan mangrove lebih berfungsi selaku penyerap karbon ketimbang sumber karbon.

13. Memelihara iklim mikro


Evapotranspirasi hutan mangrove mampu menjaga kelembaban dan curah hujan kawasan tersebut, sehingga keseimbangan iklim mikro tersadar.

14. Mencegah berkembangnya tanah sulfat masam

Keberadaan hutan mangrove mampu mencegah teroksidasinya lapisan pirit dan menghalangi berkembangnya keadaan alam.

Secara garis besar faedah hutan mangrove mampu dibagi dalam dua bab

1. Fungsi hemat, yang terdiri atas :

a. Hasil berupa kayu (kayu konstruksi, kayu bakar, arang, cuilan kayu untuk bubur kayu, tiang/pancang)

b. Hasil bukan kayu

Hasil hutan ikutan (non kayu) Lahan (Ecotourisme dan lahan budidaya)

2. Fungsi ekologi, yang terdiri atas aneka macam fungsi sumbangan lingkungan ekosistem daratan dan lautan maupun habitat banyak sekali jenis fauna, diantaranya:

a. Sebagai perlindungan dan pengikisan/abrasi, gelombang atau topan.

b. Pengendalian instrusi air maritim

c. Habitat aneka macam jenis fauna

d. Sebagai tempat mencari, memijah dan meningkat biak berbagai jenis ikan dan udang

e. Pembangunan lahan lewat proses sedimentasi

f. Pengontrol penyakit malaria

g. Memelihara mutu air (mereduksi polutan, pencemar air)

Hasil hutan mangrove non kayu ini sampai dengan kini belum banyak dikembangkan di Indonesia. Padahal bila dikaji dengan baik, kesempatansumberdaya hutan mangrove non kayu di Indonesia sangat besar dan dapat mendukung pengelolaan hutan mangrove secara berkelanjutan (Junaidi, 2009).
Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama