Tulisan ini di tuliskan saat mendiskusikan pentingnya ilmu untuk di geluti bagi mahasiswa melalui sandaran agama islam yang bagi sebagian orang mengajukan pertanyaan-tanya apakah menimba ilmu apakah pernah direkomendasikan islam itu sendiri atau cuma diperintahkan melalukan aktivitasnya fardhu ataupun yang ritual saja. Untuk menjawab semua itu berikut aturan menuntut ilmu adalah wajib bagi umat islam dan adapun beberapa hal yang menjadi landasan pentingnya menuntut ilmu yakni selaku berikut;
1. Bacalah Perintah Membaca dari Allah SWT
Pentingnya menuntut ilmu adalah seperti yang difirmankan oleh Allah SWT dikala menurunkan ayat Alqur’an yang pertama terhadap nabinya Muhammad SAW di gua hira dan di awali dengan kata “Iqra bacalah”. Ayat tersebut menerangkan bahwa membaca, dan berguru sangat penting bagi umat islam baik bagi laki-laki maupun perempuan.
2. Perintah Menuliskan ilmu
Pentingnya menuntut ilmu juga disuratkan dalam QS Al-Qalam ayat 1 dan 2 dimana Allah SWT bersumpah demi pena. Ayat tersebut mengusulkan pada manusia bahwa ketika mencari dan belajar, orang-orang beriman sebaiknya menuliskan ilmu tersebut dengan memakai pena biar ilmu tersebut tidaklah hilang dan mampu diteruskan bagi generasi selanjutnya untuk dipelajari dan menjadi petunjuk bagian umat di kemudian hari.
3. Menuntut ilmu sama mirip berjihad
Islam juga menekankan betapa pentingnya pendidikan dalam kehidupan manusia diantaranya mirip yang diterangkan dalam QS. al-Taubah ayat 122, Allah swt. berfirman:
“Tidak sepantasnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap kalangan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka wacana agama dan untuk memberi peringatan terhadap kaumnya kalau mereka sudah kembali kepadanya, agar mereka itu dapat menjaga dirinya”.
Ayat tersebut menerangkan bahwa walaupun keharusan jihad penting dalam islam, orang yang berjihad tetaplah harus menimba ilmu atau jikalau suatu kelompok akan berperang hendaknya mereka menyisihkan beberapa orang untuk tetap tinggal dan tidak ikut berjihad melainkan untuk menimba ilmu dan meneruskannya pada generasi berikutnya.
Orang yang memiliki ilmu atau jago ilmu lebih tinggi derajatnya dengan orang yang hebat ibadah sebab dikala mencari ilmu seseorang juga dianggap sedang melakukan jihad itu sendiri.
5. Orang berilmu memiliki kedudukan yang mulia
Orang berakal atau ulama memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW :
“Saya mendengar Rasulullah _ berkata: “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mempersiapkan jalan baginya menuju surga. Sesungguhnya para malaikat menaruh sayap-sayapnya alasannya adalah ridha terhadap penuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang cendekia itu dimintakan ampunan oleh apa saja yang ada di langit dan yang ada di bumi hingga ikan-ikan di laut yang terdalam. Kelebihan orang pandai atas orang beribadah adalah mirip kelebihan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar juga tidak dirham tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya, sungguh ia menerima keberuntungan yang besar.”
Tentulah dalil yang di pakai terbilang minim alasannya adalah masih banyak Firman Allah SWT dan Hadist Nabi yang mengusulkan berpikir dan mencari ilmu maka hanyalah demikian aturan menuntut ilmu dan pentingnya berguru yang perlu kita ketahui sebagai umat islam sehingga muncul semangat untuk mendalami segala disiplin ilmu agama dan ilmu pengetahua.
Semoga bermanfaat
Penulis: Awin Buton Sumber https://www.atobasahona.com/
1. Bacalah Perintah Membaca dari Allah SWT
Pentingnya menuntut ilmu adalah seperti yang difirmankan oleh Allah SWT dikala menurunkan ayat Alqur’an yang pertama terhadap nabinya Muhammad SAW di gua hira dan di awali dengan kata “Iqra bacalah”. Ayat tersebut menerangkan bahwa membaca, dan berguru sangat penting bagi umat islam baik bagi laki-laki maupun perempuan.
2. Perintah Menuliskan ilmu
Pentingnya menuntut ilmu juga disuratkan dalam QS Al-Qalam ayat 1 dan 2 dimana Allah SWT bersumpah demi pena. Ayat tersebut mengusulkan pada manusia bahwa ketika mencari dan belajar, orang-orang beriman sebaiknya menuliskan ilmu tersebut dengan memakai pena biar ilmu tersebut tidaklah hilang dan mampu diteruskan bagi generasi selanjutnya untuk dipelajari dan menjadi petunjuk bagian umat di kemudian hari.
3. Menuntut ilmu sama mirip berjihad
Islam juga menekankan betapa pentingnya pendidikan dalam kehidupan manusia diantaranya mirip yang diterangkan dalam QS. al-Taubah ayat 122, Allah swt. berfirman:
“Tidak sepantasnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap kalangan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka wacana agama dan untuk memberi peringatan terhadap kaumnya kalau mereka sudah kembali kepadanya, agar mereka itu dapat menjaga dirinya”.
Ayat tersebut menerangkan bahwa walaupun keharusan jihad penting dalam islam, orang yang berjihad tetaplah harus menimba ilmu atau jikalau suatu kelompok akan berperang hendaknya mereka menyisihkan beberapa orang untuk tetap tinggal dan tidak ikut berjihad melainkan untuk menimba ilmu dan meneruskannya pada generasi berikutnya.
Orang yang memiliki ilmu atau jago ilmu lebih tinggi derajatnya dengan orang yang hebat ibadah sebab dikala mencari ilmu seseorang juga dianggap sedang melakukan jihad itu sendiri.
5. Orang berilmu memiliki kedudukan yang mulia
Orang berakal atau ulama memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW :
“Saya mendengar Rasulullah _ berkata: “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mempersiapkan jalan baginya menuju surga. Sesungguhnya para malaikat menaruh sayap-sayapnya alasannya adalah ridha terhadap penuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang cendekia itu dimintakan ampunan oleh apa saja yang ada di langit dan yang ada di bumi hingga ikan-ikan di laut yang terdalam. Kelebihan orang pandai atas orang beribadah adalah mirip kelebihan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar juga tidak dirham tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya, sungguh ia menerima keberuntungan yang besar.”
Tentulah dalil yang di pakai terbilang minim alasannya adalah masih banyak Firman Allah SWT dan Hadist Nabi yang mengusulkan berpikir dan mencari ilmu maka hanyalah demikian aturan menuntut ilmu dan pentingnya berguru yang perlu kita ketahui sebagai umat islam sehingga muncul semangat untuk mendalami segala disiplin ilmu agama dan ilmu pengetahua.
Semoga bermanfaat
Penulis: Awin Buton Sumber https://www.atobasahona.com/