Abuse of power yakni tindakan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan seorang pejabat untuk kepentingan tertentu, baik untuk kepentingan diri sendiri ataupun untuk orang lain. Kalau langkah-langkah itu dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara, maka tindakan tersebut dapat dianggap selaku langkah-langkah korupsi.
Abuse of power kalau tidak dilihat secara jeli maka interpretasi bisa bias dan menjadi problematika di tengah publik, opini publik mampu naik menjadi dilema yang di nilai kontroversi. Tidak sedikit perilaku tersebut menenteng bencana pada pelaku dan menurunkan nilai profensional dalam menjalankam fungsinya.
Beberapa bulan yang lalu dalam perpolitikan nasional yang menjadi pembahasan dalam forum diskusi di banyak sekali media nasional ketika presiden di nilai menyeleweng kekuasan dalam menggunakan istana negara yang dilihat mirip daerah kampanyenya demi kepentingan pribadi atau tujuan memenangkan pertarungan pemilihan Presiden di tahun 2019 nanti.
Peristiwa yang serupa terjadi pada salah satu kabupaten kawasan Maluku Utara yang kemudian, ialah Kabupaten Kepulauan Sula. dimana seorang bupati melaksanakan upacara protokoler penghormatan pahlawan terhadap ayahnya yang berstatus masyarakat Sipil sempurna di depan Istana Daerah. Tentu ia berhak menghormati lebih orang tuanya tetapi perilaku publik atau peniliaian publik juga haruslah di pertimbangkan. Akibat dari itu penduduk menilai ini yaitu kesalahan penempatan wewenang/kekuasaan seorang bupati.
Pembahasan kepada perilaku Abuse of Power ini begitu bergiliat dalam ruang-ruang kampus dan seluk titik asosiasi masyarakat. Masa aksipun mulai kian masif dengan turunnya beberapa organisasi kemahasiswaan yang berlangsung sekitaran beberapa hari mengutuk keras langkah-langkah bupati yang dinilai telah menyelewengkan kekuasaan.
Drama pelengseran bupati dibilang hampir tidak terelakan sebagian pihak mengemukakan pertimbangan bahwa tindakan abuse of power seperti ini bukanlah hanya sekali dilakukan dan pilihan terbaik adalah melaksanakan pemakzulan atau impeachment kepada bupati dan situasi masih memanas sampai sekarang
Tentu goresan pena ini kurang dalam mengemukakan pola yang diyakini begitu banyal terlewati, tulisan ini bukanlah mengadu domba atau mengorek problem yang berlalu namun selaku contoh atas kepentingan kedepan dan memberikan pola betapa bahayanya melaksanakan tindakn yang namanya abuse of power.
Salam Dunia Hitam Manis
Penulis: Awin Buton Sumber https://www.atobasahona.com/
Abuse of power kalau tidak dilihat secara jeli maka interpretasi bisa bias dan menjadi problematika di tengah publik, opini publik mampu naik menjadi dilema yang di nilai kontroversi. Tidak sedikit perilaku tersebut menenteng bencana pada pelaku dan menurunkan nilai profensional dalam menjalankam fungsinya.
Beberapa bulan yang lalu dalam perpolitikan nasional yang menjadi pembahasan dalam forum diskusi di banyak sekali media nasional ketika presiden di nilai menyeleweng kekuasan dalam menggunakan istana negara yang dilihat mirip daerah kampanyenya demi kepentingan pribadi atau tujuan memenangkan pertarungan pemilihan Presiden di tahun 2019 nanti.
Peristiwa yang serupa terjadi pada salah satu kabupaten kawasan Maluku Utara yang kemudian, ialah Kabupaten Kepulauan Sula. dimana seorang bupati melaksanakan upacara protokoler penghormatan pahlawan terhadap ayahnya yang berstatus masyarakat Sipil sempurna di depan Istana Daerah. Tentu ia berhak menghormati lebih orang tuanya tetapi perilaku publik atau peniliaian publik juga haruslah di pertimbangkan. Akibat dari itu penduduk menilai ini yaitu kesalahan penempatan wewenang/kekuasaan seorang bupati.
Pembahasan kepada perilaku Abuse of Power ini begitu bergiliat dalam ruang-ruang kampus dan seluk titik asosiasi masyarakat. Masa aksipun mulai kian masif dengan turunnya beberapa organisasi kemahasiswaan yang berlangsung sekitaran beberapa hari mengutuk keras langkah-langkah bupati yang dinilai telah menyelewengkan kekuasaan.
Drama pelengseran bupati dibilang hampir tidak terelakan sebagian pihak mengemukakan pertimbangan bahwa tindakan abuse of power seperti ini bukanlah hanya sekali dilakukan dan pilihan terbaik adalah melaksanakan pemakzulan atau impeachment kepada bupati dan situasi masih memanas sampai sekarang
Tentu goresan pena ini kurang dalam mengemukakan pola yang diyakini begitu banyal terlewati, tulisan ini bukanlah mengadu domba atau mengorek problem yang berlalu namun selaku contoh atas kepentingan kedepan dan memberikan pola betapa bahayanya melaksanakan tindakn yang namanya abuse of power.
Salam Dunia Hitam Manis
Penulis: Awin Buton Sumber https://www.atobasahona.com/
Tags:
Tulisan Sahabat