Kontestasi politik nasional kini telah masuk pada babak selanjutnya di tandai dengan deklarasi pasangan bacapres dan Cawapres ialah Jokowi-mahruf dan Prabowo-Sandiaga.
Kenapa disebut masuk tahap kedua karena pada beberapa bulan terakhir publik disibukkan dengan efek gaya kohesi dari kedua nama besar Capres, kubu Pak Jokowi dan kubu Pak Prabowo dalam menentukan pasangan/wakil untuk menemani maju di Pilpres 2019 mendatang.
Bahkan sebelum itu publik nasional secara tidak eksklusif di suguhkan dengan penampilan betapa banyaknya nama-nama yang disusun sebagai pendamping menuju batra pencalonan, mulai dari pengusulan nama membawahi nama partai dari kedua pesaing dan lalu melalui Ijtimah para ulama yang memutuskan nama sebagai Cawapres Prabowo.
Sekarang dengan telah diadakan deklarasi dari kedua kubu maka publik mulai melaksanakan pengkajian dan bahkan berhipotesa kubu yang hendak menang dengan sistem yang beragam.
Saya sempat meminta pandangan atau tanggapan seseorang yang tidak ingindi sebut namanya. Saya menghargainya dengan menyepakati syaratnya. Berikut analisisnya:
Bagaiman usulan anda perihal dua nama yang dipilih oleh Pak Jokowi dan Pak Prabowo ?
Dalam observasi aku dari kedua kubu semua punya kesempatanuntuk menang di Pilpres 2019 nanti, semua tergantung taktik politik yang di pakai.
Berbicara mengenai ketepatan Prabowo menentukan Sandiaga tentu bukan hanya sekedar faktor info 500 M terlebih hal ini belum terbukti, pastilah ada aspek kematangan Sandi dalam hal lain. Walaupun kita lihat ada indikasi kebenaran dalam alasannya adalah partai Demokrat menyatakan berkoalisi namun enggan meminta maaf atas pernyataan Jendral Kardusnya.
Lihat juga : Diskusi Santai Tolak-Ukur Memilih Pemimpin, Jokowi atau Prabowo?
Disisi lain Jokowi dalam langkah menentukan seorang ulama yang menjabat ketua MUI sekarang (Ma'ruf amir) pasti melewati pembahasan yang begitu panjang dengan partai pendukungnya. Terlepas dari analisis seorang Pengamat Politik (Rocky Gerung) yang menyampaikan soal memilih Wakil Presiden semua tergantung ibu Megawati. Namun aku pikit lembaga diskusi koalisi tetap ada walaupun akhirnya sudah diputuskan. Hehe
Apa prespektif anda kepada dampak dua nama Wapres dalam meraih kemenangan ?
Pak ma'ruf yakni seorang tokoh muslim yang begitu di hargai dalam negara kita ini, tentu pengaruhnya entah secara langsung atau secara tidak pribadi menghipnotis sebagian umat islam selaku pemilih di 2019 nanti memilih mereka. Namun disisi lain informasi yang berkembang begitu mendilemakan sebagian umat islam, termasuk aku. Karena peluangseorang yang menjabat sebuah wadah islam sebesar MUI, kemungkinan fenomena hilangnya doktrin umat pada ulama mampu terjadi. Terlebih masyarakat mulai hilang iman pada politik lewat tingkah apatis rakyat terhadap masalah politik tanah air.
Dan misalnya terpilih nanti. Kita mampu bayangkan selama 5 tahun kesalahan dan kejelekan di kait-kaikan dengan agama terutama agama islam. Karena penduduk sekarang jikalau ulama melakukan kebaikan telah hal lumrah, sebab dinilai demikianlah esensi ulama, apresiasi pasti ada namun tak begitu ramai. namun jika kita bayangkan sabaliknya. Sudah pasti agama babak belur menjadi guyonan tontonan publik. Meskipun tidak ada larangan dalam Undang-Undang bahwa Ulama tidak mampu berpolitik.
Pada Sandiaga pasti mempunyai imbas pada pemilih muda, walaupun bagi saya jika tidak diorganisir dengan baik oleh kubu prabowo pengaruhnya tak mampu bersaing dengan petahana yang didampingi oleh seorang ulama dan sudah pasti tidak mampu mendompreng peningkatan elektabilitas atau keterpilihan dari rakyat khususny umat muslim. Saya pikir kubu prabowo agak sedikit beruntung sebab diawal ada bermunculan sebuah desain rapi yang menggoncang singgasana Jokowi selama menjabat presiden, tetapi kita tak bisa katakan fenomena ini di inisiasi oleh kubu prabowo alasannya kita tak mempunyai bukti.
Menurut anda siapa yang hendak mengungguli pertandingan ini ?
aku sudah menjawabnya pada uraian diatas, semua bisa menganalisis arah argumentasi saya.!!
Saya cuma ingin menambahkan, bahwa argumentasi diatas mungkim terlihat pesimis namun saya memandang sebagai sebuah metode skeptisisme dalam membicarakan kemungkinan tanpa berencana mendeskreditkan suatu kelompokpun. Semua aku serahkan pada pembaca.
Mungkin itu. Tutupnya
Sekedar pengetahuan orang yang aku mintai tanggapannya pernah menjabat di beberapa posisi penting di dalam beberapa organisasi kemahasiswaan intra maupun ekstra mahasiswa.
Dari analisis diatas siapa pun mempunyai hak sepakat atau tidaknya terlebih ilihan ada ditangan masing-masing orang, semua punya hak dalam memilih pilihannya, tentu denga dalil yang telah pasti mampu dipertanggungjawabkan. Maka diharap kita menentukan dengan kesadaran mendayagunakan potensi selaku pembentukan pemilih pintar.
Selamat menganalisis
Penulis: Awin Buton Sumber https://www.atobasahona.com/
Kenapa disebut masuk tahap kedua karena pada beberapa bulan terakhir publik disibukkan dengan efek gaya kohesi dari kedua nama besar Capres, kubu Pak Jokowi dan kubu Pak Prabowo dalam menentukan pasangan/wakil untuk menemani maju di Pilpres 2019 mendatang.
Bahkan sebelum itu publik nasional secara tidak eksklusif di suguhkan dengan penampilan betapa banyaknya nama-nama yang disusun sebagai pendamping menuju batra pencalonan, mulai dari pengusulan nama membawahi nama partai dari kedua pesaing dan lalu melalui Ijtimah para ulama yang memutuskan nama sebagai Cawapres Prabowo.
Sekarang dengan telah diadakan deklarasi dari kedua kubu maka publik mulai melaksanakan pengkajian dan bahkan berhipotesa kubu yang hendak menang dengan sistem yang beragam.
Saya sempat meminta pandangan atau tanggapan seseorang yang tidak ingindi sebut namanya. Saya menghargainya dengan menyepakati syaratnya. Berikut analisisnya:
Bagaiman usulan anda perihal dua nama yang dipilih oleh Pak Jokowi dan Pak Prabowo ?
Dalam observasi aku dari kedua kubu semua punya kesempatanuntuk menang di Pilpres 2019 nanti, semua tergantung taktik politik yang di pakai.
Berbicara mengenai ketepatan Prabowo menentukan Sandiaga tentu bukan hanya sekedar faktor info 500 M terlebih hal ini belum terbukti, pastilah ada aspek kematangan Sandi dalam hal lain. Walaupun kita lihat ada indikasi kebenaran dalam alasannya adalah partai Demokrat menyatakan berkoalisi namun enggan meminta maaf atas pernyataan Jendral Kardusnya.
Lihat juga : Diskusi Santai Tolak-Ukur Memilih Pemimpin, Jokowi atau Prabowo?
Disisi lain Jokowi dalam langkah menentukan seorang ulama yang menjabat ketua MUI sekarang (Ma'ruf amir) pasti melewati pembahasan yang begitu panjang dengan partai pendukungnya. Terlepas dari analisis seorang Pengamat Politik (Rocky Gerung) yang menyampaikan soal memilih Wakil Presiden semua tergantung ibu Megawati. Namun aku pikit lembaga diskusi koalisi tetap ada walaupun akhirnya sudah diputuskan. Hehe
Apa prespektif anda kepada dampak dua nama Wapres dalam meraih kemenangan ?
Pak ma'ruf yakni seorang tokoh muslim yang begitu di hargai dalam negara kita ini, tentu pengaruhnya entah secara langsung atau secara tidak pribadi menghipnotis sebagian umat islam selaku pemilih di 2019 nanti memilih mereka. Namun disisi lain informasi yang berkembang begitu mendilemakan sebagian umat islam, termasuk aku. Karena peluangseorang yang menjabat sebuah wadah islam sebesar MUI, kemungkinan fenomena hilangnya doktrin umat pada ulama mampu terjadi. Terlebih masyarakat mulai hilang iman pada politik lewat tingkah apatis rakyat terhadap masalah politik tanah air.
Dan misalnya terpilih nanti. Kita mampu bayangkan selama 5 tahun kesalahan dan kejelekan di kait-kaikan dengan agama terutama agama islam. Karena penduduk sekarang jikalau ulama melakukan kebaikan telah hal lumrah, sebab dinilai demikianlah esensi ulama, apresiasi pasti ada namun tak begitu ramai. namun jika kita bayangkan sabaliknya. Sudah pasti agama babak belur menjadi guyonan tontonan publik. Meskipun tidak ada larangan dalam Undang-Undang bahwa Ulama tidak mampu berpolitik.
Pada Sandiaga pasti mempunyai imbas pada pemilih muda, walaupun bagi saya jika tidak diorganisir dengan baik oleh kubu prabowo pengaruhnya tak mampu bersaing dengan petahana yang didampingi oleh seorang ulama dan sudah pasti tidak mampu mendompreng peningkatan elektabilitas atau keterpilihan dari rakyat khususny umat muslim. Saya pikir kubu prabowo agak sedikit beruntung sebab diawal ada bermunculan sebuah desain rapi yang menggoncang singgasana Jokowi selama menjabat presiden, tetapi kita tak bisa katakan fenomena ini di inisiasi oleh kubu prabowo alasannya kita tak mempunyai bukti.
Menurut anda siapa yang hendak mengungguli pertandingan ini ?
aku sudah menjawabnya pada uraian diatas, semua bisa menganalisis arah argumentasi saya.!!
Saya cuma ingin menambahkan, bahwa argumentasi diatas mungkim terlihat pesimis namun saya memandang sebagai sebuah metode skeptisisme dalam membicarakan kemungkinan tanpa berencana mendeskreditkan suatu kelompokpun. Semua aku serahkan pada pembaca.
Mungkin itu. Tutupnya
Sekedar pengetahuan orang yang aku mintai tanggapannya pernah menjabat di beberapa posisi penting di dalam beberapa organisasi kemahasiswaan intra maupun ekstra mahasiswa.
Dari analisis diatas siapa pun mempunyai hak sepakat atau tidaknya terlebih ilihan ada ditangan masing-masing orang, semua punya hak dalam memilih pilihannya, tentu denga dalil yang telah pasti mampu dipertanggungjawabkan. Maka diharap kita menentukan dengan kesadaran mendayagunakan potensi selaku pembentukan pemilih pintar.
Selamat menganalisis
Penulis: Awin Buton Sumber https://www.atobasahona.com/
Tags:
Tulisan Sahabat