Pada potensi kali ini saya berulang kembali mengurai perihal fatwa seorang sosok yang beberapa hari kemudian saya paparkan dalam potensi menulis pada blog ini. seorang yang sungguh fenomenal dari Negara Pizza yakni Antonio Gramsci. Kali ini saya ingin mengulas ihwal pemikirannya perihal 'Intelektual Organik'.
Tentu pada dunia kini ini yang dikuasai oleh hegemoni kapitalisme neoliberalisme yang merajalela maka pasti penting bagi setiap parta politik atau politisi dan para intelektual terbaru untuk menyantap aliran gramsci. dengan demikian dalam upaya partai politik mengimplementasi semua kepentingan rakyat dalam ideologi partainya dan para intelektual yang dipercayakan menjadi biro of change dalam tatanan sosial masyarakat mengerti rancangan gramsci demikian.
Gramsci memperkenalkan atau menamakan kaum intelektual yang dimaksud dengan Intelektual Organik. Kata intelektual sendiri tentu mempunyai makna yang sekarang dimengerti selaku kalangan yang secara formal mengeyam pendidikan dan mempunyai jenjang yang terbilang tinggi. tetapi yang dipahami gramsci berbedah dalam mengartikan golongan intelektual organik.
Intelektual Organik menurut gramsci adalah sekelompok intelektual yang bukan hanya menerangkan kondisi sosial dalam dasar saintis dari luar tetapi juga menerangkan dengan perangkat bahasa budaya untuk menggambarkan pengalaman nyata lewat perasaan yang tidak mampu dengan gampang digambarkan oleh penduduk proletar. apalagi intelektual organik yakni mereka yang merasakan sendiri semangat, emosi dan penderitaan apa yang dirasakan oleh kaum proletar dengan membela mereka dan berupaya mengungkap apa yang dialami ataupun penderitaan objekti kaum proletar.
Sudahlah menjadi kesepekatan implisit dalam upaya melaksanakan pergantian tatanan sosial perlu adanya sekelompok dalam lapisan intelektual yang memperjuangkan pengalaman faktual kaum proletar dengan dasar berpengaruh dengan menggunakan bahasa para intelektual. dengan demikian inilah yang dimaksud gramsci dengan para Intelektual Organik yang memperjuangkan suara-suara kepentingan kaum tertindas dengan kesanggupan berbahasa sehingga mengganti pandangan dunia kepada nilai-nilai dan doktrin-keyakinan kaum proletar menyebar luas penduduk dan pemahaman universal. sehingga jalan usaha terbuka dan tujuan revolusi dapat tercapai dan bukan cuma dalam tahap perebutan kekuasan politik, ekonomi melainkan sampai pada kekuasan ideologi dan kebudayaan.
Penulis : Awin Buton Sumber https://www.atobasahona.com/
Dalam tekad proletariat menumbangkan kekuasaan kaum borjuis oleh kaum revolusioner yang kadang-kadang gagal dalam setiap upaya merealisasikan revolusi. Maka gramsci menilai perlu adanya sekolompok Intelektual yang bersenergi dengan partai revolusioner demi tercapainya tujuan merebut kekuasan.
Dengan demikian berdasarkan gramsci kaum intelektual bukannya berada diatas pegunungan yang menjulang tinggi dan berjauhan dengan para kaum buruh akan tetapi menurut gramsci para kaum intelektual semestrinya berada ditengah kaum buruh dengan maksud kalau partai politik buruh tidak efesien dalam memasok Ideologi Perjuangan di setiap kepala para buruh, maka peran kaum intelektual yaitu menutup celah tersebut sebagai upaya membentuk pemahaman kolektif sebelum memperjuangkan kekuasaan yang dimiliki kaum borjuis.
Dengan demikian berdasarkan gramsci kaum intelektual bukannya berada diatas pegunungan yang menjulang tinggi dan berjauhan dengan para kaum buruh akan tetapi menurut gramsci para kaum intelektual semestrinya berada ditengah kaum buruh dengan maksud kalau partai politik buruh tidak efesien dalam memasok Ideologi Perjuangan di setiap kepala para buruh, maka peran kaum intelektual yaitu menutup celah tersebut sebagai upaya membentuk pemahaman kolektif sebelum memperjuangkan kekuasaan yang dimiliki kaum borjuis.
Lihat juga : Sejarah Hegemoni dan Hegemoni Kekuasaan Antonio Gramsci
Terlebih yang dimengerti gramsci yaitu perebutan yang terjadi bukanlah hanya mengenai kekuatan politik dan fisik namun juga memperjuangkan penguasaan kawasan ideologi dan kebudayaan. sebab bagi gramsci perjuangan ini haruslah dijadikan sarana bagi kaum proletar melepaskan diri dari budaya kaum borjuis yang tertanam pada sosial dan digantikan dengan nilai budaya yang di inginkan proletar dan para kaum intelektual yang berkongsi bareng dengan mereka.
Terlebih yang dimengerti gramsci yaitu perebutan yang terjadi bukanlah hanya mengenai kekuatan politik dan fisik namun juga memperjuangkan penguasaan kawasan ideologi dan kebudayaan. sebab bagi gramsci perjuangan ini haruslah dijadikan sarana bagi kaum proletar melepaskan diri dari budaya kaum borjuis yang tertanam pada sosial dan digantikan dengan nilai budaya yang di inginkan proletar dan para kaum intelektual yang berkongsi bareng dengan mereka.
Tentu pada dunia kini ini yang dikuasai oleh hegemoni kapitalisme neoliberalisme yang merajalela maka pasti penting bagi setiap parta politik atau politisi dan para intelektual terbaru untuk menyantap aliran gramsci. dengan demikian dalam upaya partai politik mengimplementasi semua kepentingan rakyat dalam ideologi partainya dan para intelektual yang dipercayakan menjadi biro of change dalam tatanan sosial masyarakat mengerti rancangan gramsci demikian.
Gramsci memperkenalkan atau menamakan kaum intelektual yang dimaksud dengan Intelektual Organik. Kata intelektual sendiri tentu mempunyai makna yang sekarang dimengerti selaku kalangan yang secara formal mengeyam pendidikan dan mempunyai jenjang yang terbilang tinggi. tetapi yang dipahami gramsci berbedah dalam mengartikan golongan intelektual organik.
Intelektual Organik menurut gramsci adalah sekelompok intelektual yang bukan hanya menerangkan kondisi sosial dalam dasar saintis dari luar tetapi juga menerangkan dengan perangkat bahasa budaya untuk menggambarkan pengalaman nyata lewat perasaan yang tidak mampu dengan gampang digambarkan oleh penduduk proletar. apalagi intelektual organik yakni mereka yang merasakan sendiri semangat, emosi dan penderitaan apa yang dirasakan oleh kaum proletar dengan membela mereka dan berupaya mengungkap apa yang dialami ataupun penderitaan objekti kaum proletar.
Sudahlah menjadi kesepekatan implisit dalam upaya melaksanakan pergantian tatanan sosial perlu adanya sekelompok dalam lapisan intelektual yang memperjuangkan pengalaman faktual kaum proletar dengan dasar berpengaruh dengan menggunakan bahasa para intelektual. dengan demikian inilah yang dimaksud gramsci dengan para Intelektual Organik yang memperjuangkan suara-suara kepentingan kaum tertindas dengan kesanggupan berbahasa sehingga mengganti pandangan dunia kepada nilai-nilai dan doktrin-keyakinan kaum proletar menyebar luas penduduk dan pemahaman universal. sehingga jalan usaha terbuka dan tujuan revolusi dapat tercapai dan bukan cuma dalam tahap perebutan kekuasan politik, ekonomi melainkan sampai pada kekuasan ideologi dan kebudayaan.
Lihat juga : Model- Model Hegemoni dan Negara Integral Antonio Gramsci
Maka telah menjadi keharusan para mahasiswa sebagai masyarakat intelektual dan biro perubahan, biro pengontrol yang menjadi penyeimbang masyarakat dan penguasa untuk mendalami metodis yang diutarakan melalui ajaran cemerlang seorang gramsci yang begitu efesien dalam menerangkan kondisi sosiologi penduduk yang secara terperinci kontekstual dengan keadaan diera sekarang ini.
Salam Dunia Hitam Manis
Maka telah menjadi keharusan para mahasiswa sebagai masyarakat intelektual dan biro perubahan, biro pengontrol yang menjadi penyeimbang masyarakat dan penguasa untuk mendalami metodis yang diutarakan melalui ajaran cemerlang seorang gramsci yang begitu efesien dalam menerangkan kondisi sosiologi penduduk yang secara terperinci kontekstual dengan keadaan diera sekarang ini.
Salam Dunia Hitam Manis
Penulis : Awin Buton
Tags:
Tulisan Sahabat