Aroma Politik Pilpres Dan Pileg

Dalam berapa bulan belakangan aroma perpolitikan semakin semakin tercium dari segala penjuru, aroma ini tiba di antarkan oleh udara tontonan dari bagian barat indonesia alasannya proses lobi partai sampai pasangan pencalonan Presiden dan Wapres.

Aroma lainnya ada pada tempat-daerah termasuk  kawasan aku berpijak alasannya adalah mulai banyak pergerakan partai mempersiapkan kader ataupun orang yang siap untuk di calonkan pemilihan legislatif (Pileg)yang serempak dengan (PilPres)di tahun 2019.

Di skala nasional polemik terjadi dengan patokan pencalonan yang di sebut 'Presiden Tresold' yang membuat suka dan tidak senang pasangan pencalonan presiden hanya dua nama balasan ketentuan tresold. yang memaksa hanya dua nama yang di goreng bareng nama-nama bakal calon wakil presiden yang di susun belasan nama. Penentuan Cawaprespun belom juga terlihat, jikalau menonton dan mambaca info seakan pertarungan ini punya skenario seperti drama romantis atau main kucing kucingan. Karena saling menunggu Capres mana yang lebih dahulu memberitahukan Cawapresnya.

Lihat juga :

Pantaskah Presidential Threshold (Ambang Batas) Pemilihan Presiden 2019 ?

Prediksi Konstelasi Politik di Pilpres 2019

Politik " Kekuasaan" dan " Masyarakat" Intelektual

Fenomena disisi lain yaitu pencalonan legislatif di tempat-daerah yang berkesempatan pesta demokrasi terjadi hal yang sedikit unik sekaligus menyayat hati. Banyak kader partai yang di persiapkan, banyak juga orang di luar partai yang di pasang dalam partai untuk bertandingdi Pileg 2019. Pengambilan orang luar partai secara peraturan tidaklah melanggar Undang-Undang Pemilihan. Namun integritas secara individu bisa di pertanyakan dan disangsikan terlebih mencalonkan orang tanpa timbang kualitas hanya demi suplemen syarat partai pantas ikut kontestasi mampu berakibat ketidak efektifnya penyaluran aspirasi atas nama kemakmuran rakyat.

Sebagai kritikan Pemilu secara ideal seharusnya berfungsi efektif menyaring orang-orang yang sangat patut mengisi dingklik presiden atau Dewan Perwakilan Rakyat. penentu yakni kita, warga sebab hak pilih ada pada mereka. Warga mesti sadar terhadap pendidikan politik tanpa henti semoga kita memilih atas oreantasi pergantian, ini memang butuh waktu namun perlu ditindaklanjuti dengan serius.

Jangan golput karena pergantian negara, kemajuam daerah di tangan kita, melihat dinamika mirip diatas kita mestilah menentukan pilihan secara kesedaran karena suara kita menentukan kemakmuran dalam lima tahun kedepan. Tetaplah mencar ilmu mengetahui pemilihan presiden dan pemilihan legislatif adalah moment kita memilih periode depan kita.

Salam Kopi Hitam

Penulis : Awin Buton
Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama