Malam ini tepat jam 9.18 WITA saya menjajal memainkan kata dengan usaha mengungkap rasa dalam hati, mengenai suatu persoalan yang sering tersalur namun tak digubris lebih.
Penulis : Awin Buton Sumber https://www.atobasahona.com/
Dalam goresan pena ini aku mengekspresikannya dengan cara abstraksi cuma orang-orang tentulah yang mampu mengerti. terlepas dari kenyataan itu tentulah memilik makna positif yang dapat di petik dan menjadi sandaran dalam kehidupan.
Bukan sering terucap kita berbedah maka tidak butuhdi persamakan namun saling melengkapi, entah kenapa semua mulai gila jikalau dipandang. Aku dan kamu, kita di yakin mampu bersenergi dalam kritikan melahirkan inspirasi, gagasan, konsep namun kenapa berbua hindari dan cenderung anti kritik.
.
Kau pernah menuai rasa sukar berbalut pengalaman kesunyian yang menyebabkan kita saadar betapa pentingnya menukarkan informasi dan membarterkan konsep dalam kemajuan. Kita pernah menangis dalam dinamika kita juga pernah meratapi kesalahan namun kenapa kau pupuk bibit kesalahan itu, apakah pengalaman dulu kamu tak mencar ilmu dari itu.
Sekarang semua butuh keterbukaan saya kita bukanlah musuh bukanlah virus yang mestinya di hindari ataupun kanker yang menggorogoti dan harus diangkat di buang. Semua butuh formula kamu butuh solusi kita butuh konklusi dalam aneka macam aspek dilema, apakah tak kau sadari kita kalah selangkag dari tetangga.
Mengetahui musuh adalah sistem terbaik menyelesaikan duduk perkara, kenapa tertutup seakan kita tak pernah berkomitmen untuk bersinergi Kembalilah menyadari sebab semua butuh perhatian, dengan kesadaran membaca realitas kita mampu menjumlah peluang dan mengkaji solusi dan bisa memproyeksikan kepentingan kita kedepan.
Jika telah kau sadari jangan mencampakkan waktu dengan mengakui kelalaian, akuilah dengan langkah-langkah pergeseran dari banyak sekali faktor yang mulai memudar. Batang badan dengan berbagai fungsinya kehilangan metode, kehilangan pemahaman dan termanjakan mengakibatkan terlepasnya kata mandiri yang diperlukan.
Empat sayap kita terluka dan membutuhkan pengobatan intensif, bulu-bulu kita lemah hingga menggugur sebab akhir fungsi badan lain tak bekerja, kegiatan rutin pada bulu juga dalam mengetahui tak tersedia. Kita punya alumni yang pernah menghidupkan fungsi tubuh pada jamannya dan mengepakkan sayapnya dengan indah meninggi melawan udara di jaman kalah itu. kenapa tak berguru darinya
Terlebih kita juga punya para pion terlatih terbang yang tak di ragukan lagi, namun kita lupa dan terkesan meninggalkan, jika di sadari demikianlah sebagian dari investasi diluar badan kita. Kepala burung berisi otak, otak yang memerintahkan fungsi secara otomatis melalui mekanisme biologis melalui kepala itu proses berpikir dengan dialektika bisa membangun dinamika pengertian kerja.
Pada lain segi jika kepala itu lemah, buntuh dan terkesan personal maka keinginan terakhir kepala itu mesti di kritik agar bereaksi dengan sensor emosinya, tetapi jikalau kepala itu anti kritik dan berwajah masam maka tamatlah dongeng kita.
Jangan digubris terlalu serius tapi pahamilah sampai Infrastruktur yang kita bangun tak lebih dari bangunan tak berdasar. Hehe
Salam Kopi Hitam
Bukan sering terucap kita berbedah maka tidak butuhdi persamakan namun saling melengkapi, entah kenapa semua mulai gila jikalau dipandang. Aku dan kamu, kita di yakin mampu bersenergi dalam kritikan melahirkan inspirasi, gagasan, konsep namun kenapa berbua hindari dan cenderung anti kritik.
.
Kau pernah menuai rasa sukar berbalut pengalaman kesunyian yang menyebabkan kita saadar betapa pentingnya menukarkan informasi dan membarterkan konsep dalam kemajuan. Kita pernah menangis dalam dinamika kita juga pernah meratapi kesalahan namun kenapa kau pupuk bibit kesalahan itu, apakah pengalaman dulu kamu tak mencar ilmu dari itu.
Sekarang semua butuh keterbukaan saya kita bukanlah musuh bukanlah virus yang mestinya di hindari ataupun kanker yang menggorogoti dan harus diangkat di buang. Semua butuh formula kamu butuh solusi kita butuh konklusi dalam aneka macam aspek dilema, apakah tak kau sadari kita kalah selangkag dari tetangga.
Mengetahui musuh adalah sistem terbaik menyelesaikan duduk perkara, kenapa tertutup seakan kita tak pernah berkomitmen untuk bersinergi Kembalilah menyadari sebab semua butuh perhatian, dengan kesadaran membaca realitas kita mampu menjumlah peluang dan mengkaji solusi dan bisa memproyeksikan kepentingan kita kedepan.
Jika telah kau sadari jangan mencampakkan waktu dengan mengakui kelalaian, akuilah dengan langkah-langkah pergeseran dari banyak sekali faktor yang mulai memudar. Batang badan dengan berbagai fungsinya kehilangan metode, kehilangan pemahaman dan termanjakan mengakibatkan terlepasnya kata mandiri yang diperlukan.
Empat sayap kita terluka dan membutuhkan pengobatan intensif, bulu-bulu kita lemah hingga menggugur sebab akhir fungsi badan lain tak bekerja, kegiatan rutin pada bulu juga dalam mengetahui tak tersedia. Kita punya alumni yang pernah menghidupkan fungsi tubuh pada jamannya dan mengepakkan sayapnya dengan indah meninggi melawan udara di jaman kalah itu. kenapa tak berguru darinya
Terlebih kita juga punya para pion terlatih terbang yang tak di ragukan lagi, namun kita lupa dan terkesan meninggalkan, jika di sadari demikianlah sebagian dari investasi diluar badan kita. Kepala burung berisi otak, otak yang memerintahkan fungsi secara otomatis melalui mekanisme biologis melalui kepala itu proses berpikir dengan dialektika bisa membangun dinamika pengertian kerja.
Pada lain segi jika kepala itu lemah, buntuh dan terkesan personal maka keinginan terakhir kepala itu mesti di kritik agar bereaksi dengan sensor emosinya, tetapi jikalau kepala itu anti kritik dan berwajah masam maka tamatlah dongeng kita.
Jangan digubris terlalu serius tapi pahamilah sampai Infrastruktur yang kita bangun tak lebih dari bangunan tak berdasar. Hehe
Salam Kopi Hitam
Penulis : Awin Buton
Tags:
Tulisan Sahabat