Namanya Ayu, seorang gadis yang berjumpa dengan saya beberapa hari kemarin. Tepatnya saat saya sedang menikmati kopi hitam di kedai yang menjadi salah satu kawasan favorit. Ayu ialah seorang gadis yang berasal dari Yogyakarta, dia sedang melakukan penelitian tentang kondisi terkini Organisasi Kemahasiswaan di Sulawesi Utara sebagai materi untuk patokan beasiswa studi S2 di Universitas Indonesia.
Lihat juga : Bertemu Orang Yogyakarta di Warung Kopi
Mengapa Bertemu dengan Ayu ?
Berawal dari seorang saudari aku berjulukan Fit yang sedang kuliah di Yogyakarta untuk melanjutkan studi S2-nya, Fit dan Ayu pernah ngekost di rumah yang serupa dan dari situlah mereka mulai berteman. Ketika Ayu berada di kota Manado, Fit menghungi aku untuk dapat bertemu dan ngobrol lama bareng Ayu. Alasan mengapa saya dihubungi Fit sederhana saja, saya juga aktif di organisasi kemahasiswaan saat kuliah dan sekarangpun masih terjun di dunia organisasi kemahasiswaan walaupun tidak lagi menjadi mahasiswa. Mungkin bertemu dengan saya dan ngobrol, dapat memperbesar sedikit informasi buat penelitian Ayu terkait Organisasi Kemahasiswaan di Sulawesi Utara.
Lihat juga : Manfaat Organisasi Bagi Mahasiswa
Ketika Fit menelepon aku, ia juga sekaligus menawarkan nomor telepon Ayu, beberapa ketika kemudian aku menelepon Ayu dan mulai berkomunikasi dikala itu. Saya sempat mengundang Ayu untuk berjumpa ketika itu juga, mengenang bertepatan dengan bulan Ramadhan, sekalian buka puasa bersama. Namun, Ayu masih mempunyai kegiatan lain dan beberapa hari kemudian barulah kita berjumpa sambil ngopi dan ngobrol.
Mengapa Penelitian di Sulawesi Utara ?
Saat berkomunikasi dengan Fit sampai saat malam itu berjumpa dengan Ayu, yang jadi pertanyaan aku dan rasa penasaran yang cukup besar ialah mengapa lokasi penelitiannya di Sulawesi Utara sedangkan kalau dipikir Yogyakarta dan Sulawesi Utara cukup jauh. Begitu bertemu dengan Ayu, pertanyaan itu karenanya aku tanyakan langsung ke beliau demi mengobati rasa ingin tau aku sebelumnya.
Ternyata alasan dia memilih lokasi penelitian di Sulawesi Utara karena ketika kuliah pernah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara.
“ Penelitian sambil bertemu dengan keluarga waktu KKN” kata Ayu sambil tersenyum.
Pasti muncul pertanyaan dari anda, kenapa bisa KKN di Talaud yang begitu jauh dari Yogyakarta ? ternyata sama apa yang kita pikirkan haha. Saya juga menanyakan hal itu, ternyata disipilin ilmu Ayu ialah Sosiologi, mengatakan perihal Sosiologi berbicara perihal kemasyarakatan maka sebuah bentuk pembelajaran dan dedikasi diarahkan pada kawasan lain dengan budaya sosial kemsyarakatan yang berlainan dengan daerah mereka. Pertemuan malam itu bukan saya saya bersama Ayu tapi juga terdapat dua sobat yang sudah mirip adik aku sendiri yakni Awin dan Iki, Awin dan Iki yaitu mahasiswa yang merupakan aktif di organisasi kemahasiwaan, kian banyak pelopor kian baik hehe.
Gadis yang Menginspirasi
Saya termasuk orang yang senang dan suka melakukan traveling. Pergi ke polosok Nusantara serta jalan-jalan kemana saja alasannya adalah dengan banyak berlangsung maka kian banyak pengalaman dan wangsit kehidupan yang dapat kita jadikan selaku hikmah dalam mengetahui makna kehidupan.
Lihat juga : Pengalaman Berada di Ujung Pulau Halmahera
Ketika aku atau laki-laki lain yang melakukan perjalanan kemana saja, bagi aku ialah hal yang biasa saja. Tapi hal ini menjadi luar biasa jika dilaksanakan oleh seorang gadis yang berada cukup jauh dari kawasan asalnya, sendirian sekaligus butuh banyak berinteraksi dengan orang-orang baru, budaya baru, aksara yang gres dan itu menjadi hebat bagi aku. Butuh mental wonder woman, butuh keberanian dan kemampuan adaptasi yang baik dan itu menurut saya cuma mampu dikerjakan oleh sebagian kecil dari jumlah para gadis di Indonesia dalam meraih keinginan mereka.
Lihat juga :
Gadis Belum Tentu Wanita
Perempuan Dalam Lingkungan Hegemoni Budaya dan Media (Pembicara)
Bahkan mungkin tidak semua laki-laki juga bisa melaksanakan hal ini, pergi ke suatu daerah yang jauh, berinteraksi dengan orang-orang yang gres dan beradaptasi dengan santun.
Ayu menjadi inspirasi bahwa kalau seorang gadis saja bisa melaksanakan hal itu kenapa lelaki tidak, jikalau gadis yang berasal Yogyakarta saja mampu, kenapa gadis berada disini tidak. Dimana ada kemauan disitu ada jalan menurut keseriusan niat dan perjuangan yang maksimal. Sumber https://www.atobasahona.com/
Lihat juga : Bertemu Orang Yogyakarta di Warung Kopi
Mengapa Bertemu dengan Ayu ?
Berawal dari seorang saudari aku berjulukan Fit yang sedang kuliah di Yogyakarta untuk melanjutkan studi S2-nya, Fit dan Ayu pernah ngekost di rumah yang serupa dan dari situlah mereka mulai berteman. Ketika Ayu berada di kota Manado, Fit menghungi aku untuk dapat bertemu dan ngobrol lama bareng Ayu. Alasan mengapa saya dihubungi Fit sederhana saja, saya juga aktif di organisasi kemahasiswaan saat kuliah dan sekarangpun masih terjun di dunia organisasi kemahasiswaan walaupun tidak lagi menjadi mahasiswa. Mungkin bertemu dengan saya dan ngobrol, dapat memperbesar sedikit informasi buat penelitian Ayu terkait Organisasi Kemahasiswaan di Sulawesi Utara.
Lihat juga : Manfaat Organisasi Bagi Mahasiswa
Ketika Fit menelepon aku, ia juga sekaligus menawarkan nomor telepon Ayu, beberapa ketika kemudian aku menelepon Ayu dan mulai berkomunikasi dikala itu. Saya sempat mengundang Ayu untuk berjumpa ketika itu juga, mengenang bertepatan dengan bulan Ramadhan, sekalian buka puasa bersama. Namun, Ayu masih mempunyai kegiatan lain dan beberapa hari kemudian barulah kita berjumpa sambil ngopi dan ngobrol.
Mengapa Penelitian di Sulawesi Utara ?
Saat berkomunikasi dengan Fit sampai saat malam itu berjumpa dengan Ayu, yang jadi pertanyaan aku dan rasa penasaran yang cukup besar ialah mengapa lokasi penelitiannya di Sulawesi Utara sedangkan kalau dipikir Yogyakarta dan Sulawesi Utara cukup jauh. Begitu bertemu dengan Ayu, pertanyaan itu karenanya aku tanyakan langsung ke beliau demi mengobati rasa ingin tau aku sebelumnya.
Ternyata alasan dia memilih lokasi penelitian di Sulawesi Utara karena ketika kuliah pernah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara.
“ Penelitian sambil bertemu dengan keluarga waktu KKN” kata Ayu sambil tersenyum.
Pasti muncul pertanyaan dari anda, kenapa bisa KKN di Talaud yang begitu jauh dari Yogyakarta ? ternyata sama apa yang kita pikirkan haha. Saya juga menanyakan hal itu, ternyata disipilin ilmu Ayu ialah Sosiologi, mengatakan perihal Sosiologi berbicara perihal kemasyarakatan maka sebuah bentuk pembelajaran dan dedikasi diarahkan pada kawasan lain dengan budaya sosial kemsyarakatan yang berlainan dengan daerah mereka. Pertemuan malam itu bukan saya saya bersama Ayu tapi juga terdapat dua sobat yang sudah mirip adik aku sendiri yakni Awin dan Iki, Awin dan Iki yaitu mahasiswa yang merupakan aktif di organisasi kemahasiwaan, kian banyak pelopor kian baik hehe.
Gadis yang Menginspirasi
Saya termasuk orang yang senang dan suka melakukan traveling. Pergi ke polosok Nusantara serta jalan-jalan kemana saja alasannya adalah dengan banyak berlangsung maka kian banyak pengalaman dan wangsit kehidupan yang dapat kita jadikan selaku hikmah dalam mengetahui makna kehidupan.
Lihat juga : Pengalaman Berada di Ujung Pulau Halmahera
Ketika aku atau laki-laki lain yang melakukan perjalanan kemana saja, bagi aku ialah hal yang biasa saja. Tapi hal ini menjadi luar biasa jika dilaksanakan oleh seorang gadis yang berada cukup jauh dari kawasan asalnya, sendirian sekaligus butuh banyak berinteraksi dengan orang-orang baru, budaya baru, aksara yang gres dan itu menjadi hebat bagi aku. Butuh mental wonder woman, butuh keberanian dan kemampuan adaptasi yang baik dan itu menurut saya cuma mampu dikerjakan oleh sebagian kecil dari jumlah para gadis di Indonesia dalam meraih keinginan mereka.
Lihat juga :
Gadis Belum Tentu Wanita
Perempuan Dalam Lingkungan Hegemoni Budaya dan Media (Pembicara)
Bahkan mungkin tidak semua laki-laki juga bisa melaksanakan hal ini, pergi ke suatu daerah yang jauh, berinteraksi dengan orang-orang yang gres dan beradaptasi dengan santun.
Ayu menjadi inspirasi bahwa kalau seorang gadis saja bisa melaksanakan hal itu kenapa lelaki tidak, jikalau gadis yang berasal Yogyakarta saja mampu, kenapa gadis berada disini tidak. Dimana ada kemauan disitu ada jalan menurut keseriusan niat dan perjuangan yang maksimal. Sumber https://www.atobasahona.com/