Dini hari, tepat depan daerah duduk saya terdapat suatu bendera yang berkibar anggun megikuti arah angin bertiup, tapi sayang, bendera itu bukan bendera Merah Putih melainkan bendera yang di pajang ketika pergelaran Piala Dunia lalu. Tentu ini bukan kesalahan alasannya adalah ialah bentuk dari apresiasi pegiat Sepak Bola.
Terlebih mengingat abad ketika penjajahan masih tegak berbincang tentang kemerdekaan meski dikerjakan dengan suara setengah berbisik. Akan tetapi ihwal paling berguna dalam insiden-peristiwa sekacau dan serumit itu yaitu kemampuan bersikap damai dan tak kehilangan nalar sehat.
Dengan cara yamg lebih fundamental kita semua tahu para pejuang bukanlah orang-orang yang gemar mementingkan diri sendiri, lantaran itulah kita paham pendirian mereka yang kukuh. Mereka tak pernah sedikitpun tertarik pada rayu dan anjuran kolaborasi dalam pihak penjajah.
Dalam jiwa raga mereka tak kita peroleh sedikitpun aroma oportunis lebih-lebih selaku penghianatan bagi bangsanya sendiri, tidak terkotori oleh tingkah politik kotor, ambisi langsung dan perangai tidak layak lainya.
Lalu apa yang dapat dipetik dari panggung politik kita diwaktu sekarang, nyaaris tak kita lihat para politisi menyuguhkan sesuatu yang secara hikmat kita tiru, kita tahu penjajahan dimasa lalu sudah berubah dalam muka dan namanya yang gres, liberalisasi pasar, kapitalisme dan privatisasi kita juga tahu seluruh perihat itu rampung dengan kemiskinan dan ketidakberdayaan.
Terlebih mengingat abad ketika penjajahan masih tegak berbincang tentang kemerdekaan meski dikerjakan dengan suara setengah berbisik. Akan tetapi ihwal paling berguna dalam insiden-peristiwa sekacau dan serumit itu yaitu kemampuan bersikap damai dan tak kehilangan nalar sehat.
Dengan cara yamg lebih fundamental kita semua tahu para pejuang bukanlah orang-orang yang gemar mementingkan diri sendiri, lantaran itulah kita paham pendirian mereka yang kukuh. Mereka tak pernah sedikitpun tertarik pada rayu dan anjuran kolaborasi dalam pihak penjajah.
Dalam jiwa raga mereka tak kita peroleh sedikitpun aroma oportunis lebih-lebih selaku penghianatan bagi bangsanya sendiri, tidak terkotori oleh tingkah politik kotor, ambisi langsung dan perangai tidak layak lainya.
Lalu apa yang dapat dipetik dari panggung politik kita diwaktu sekarang, nyaaris tak kita lihat para politisi menyuguhkan sesuatu yang secara hikmat kita tiru, kita tahu penjajahan dimasa lalu sudah berubah dalam muka dan namanya yang gres, liberalisasi pasar, kapitalisme dan privatisasi kita juga tahu seluruh perihat itu rampung dengan kemiskinan dan ketidakberdayaan.
Disaat ini kita pasti memerlukan figur publik yang begitu menjadi pola dalam membahas masa depan bangsa indonesia. Kala ini ketika kita berupaya memperoleh sosok inspiratif kita mesti mereviu jauh ke belakang bukannya tidak inginmundur ke sejarah perjuangan kemerdekaan, tetapi dikala ini generasi muda butuh figur yang bisa melawan ataupun mengembangi modernitas.
Kita pasti tidak semestinya berkeluh kesah berkepanjangan sebab justru oleh sementara kalangan dianggap kaum muda generasi baru yang mampu meraih cita-cita diatas dan lumrah bagi para sebagian orang dalam persepsi negara demokrasi, demokrasi pasti punya lubang luka tetapi demokrasi juga punya cara mengobatinya.
Semoga kita bisa menemukan atau dapat menciptakan pribadi-eksklusif yang tidak mementingkan keperntingan langsung maupun golongan dan bisa menjadi penggerak pergantian di masa mendatang bagi negara tercinta. Indonesia.
Salam dunia hitam bagus
Penulis: Awin Buton
Sumber https://www.atobasahona.com/
Kita pasti tidak semestinya berkeluh kesah berkepanjangan sebab justru oleh sementara kalangan dianggap kaum muda generasi baru yang mampu meraih cita-cita diatas dan lumrah bagi para sebagian orang dalam persepsi negara demokrasi, demokrasi pasti punya lubang luka tetapi demokrasi juga punya cara mengobatinya.
Semoga kita bisa menemukan atau dapat menciptakan pribadi-eksklusif yang tidak mementingkan keperntingan langsung maupun golongan dan bisa menjadi penggerak pergantian di masa mendatang bagi negara tercinta. Indonesia.
Salam dunia hitam bagus
Penulis: Awin Buton
Tags:
Tulisan Sahabat