Diam-Diam Dewa, Lelaki Dan Sang Wajah Wanita Berkerudung

Permisi dan Salam permisa. Hehehe....! Jumpa lagi kita pada lelaki dan sang jilbab bermuka binatang. Jangan...! Yang ku maksud, " jangan kaget...! " imbauku pada setiap orang. Remeh dan meremekan. Memang duka, tulisan ini sedikit menyinggung pada setiap wanita dan laki-laki nan santun tak berdaya.

Kupas maksud, bagaikan kulit lembek buah pisang yang tak pakat karena masak. Sikap memang mungkin berbeda dari setiap individu dikala sakit terasa sang ibu mengeluarkan dari setiap rahim. Ya...ya...ya...! Tetap kepribadian diri seorang laki-laki berbeda mapan merespon segala perinta yang ditujuhkan sang Jilbab disapa 'Wanita.' kak...? Kenapa...? " bantu jemput saya Karena entar malam saya beranjak ke kampung sebelah," keluhnya ketika teringat isi kata pada kontak Blackberry Messenger. Bikin apa Dik...? Tanyaku sesambil mengetik dan membalas maksud yang ia tuliskan. " Aku mau ambil lauk Kak. " Terang wanita berjilbab itu. sambutku bersama simbol- simbol smile.

Oke...! Siap Dik...! " entar dijemput " lagi dan lagi dijawab untuk lelaki itu. Sedikit, sekira mengkalkulasikan waktu, jemputan lelaki itu datang-tiba dan hadir menyapah sang wanita berkerudung itu.

Ini saya lo...! " Yuk, telah siap. Mari kita berangkat yuk! " semangat menghampiri ucapan tanpa pikir-pikir ini, itu. Alun-alun, Selintas perjalanan menghampiri sebelah kampung tak jahu dari kota, Sebut saja disekeliling pusat kota manado. Mengupas sedikit awal pertama saat Pertemuan berjalan di roda dua berpelat nomor kotamobagu. Sudah bercengrama dengan sedikit isi hati, entah mungkin yakinlah bahwa laki-laki itu mempunyai naluri sarat cinta, kasih, dan sayang untuk menuju dekap sang beliau wanita yang berjilbab itu.

Aduhh...! Sulit. Keluh menyimpan dalam hati sang laki-laki. Usai pamit saat itu juga menjemput lauk yang beliau miliki, laki-laki dan sang jilbab itu mampir pada kediaman yang tak juah jahu dari tempat tinggalnya. Disana mereka mampir. Melanjutkan perjalanan tanya-jawab saat kendaraan roda dua bercorak biru-putih bertuliskan 'Tanggo' parkir disamping alamat rumah itu. 

Baca Juga Tulisan Tri Saleh : Cuit...cuit...! Lelakai Tersenyum dan Hati Merasa

Wawww seruh...! Dalam tanya-jawab, wanita berjilbab itu terbaring sesambil hambar. Dan Ia juga lelaki merasa was-was. Kenapa? Karena disana tersimpan cerita yang dilewati indah dan punya kesan dalam kendati beliau berkata, " tidak. Aku tidak mencintaimu. Tetapi, saya senang padamu." jawabnya saat laki-laki mengajukan pertanyaan akan cinta. Sudah saya paham. Lanjut lelaki disampingnya. sambil berdua berbaring dengan lawakan kesenangan Tiba saatnya, ternyata terlintas tanya-nya juga. Awww...! " kak kamu jujur.

Kamu punya pasangan hati yang lain kan...? " huu...! Hembusan nafas lelaki dikala mendengar tanya itu. " jujur. Ia Dik. Aku tidak mempunyai siapa-siapa yang kau maksud. " entah jawaban lelaki itu lebay mungkin yang ia maksud.

Tuhan Saksikan. Wajahku didepan wanita berkerudung, mungkin terlalu patut dinilai tawa-tawa laki-laki penu lawak. Yakin Tuhan. Kamu mampu menebak bahwa isi hati laki-laki ! Yang mencipta, pasti tahu seberapa pantas ciptaan melangka pada setiap jalannya perasaan setiap manusia. Titipku Tuhan...! "biarkan apa yang terjadi pada awal candah-tawa laki-laki dan perempuan berjilbab yaitu diam-diam Ilahimu dalam persinggahan mampir sejenak," aku laki-laki.

Oleh : Tri Saleh 

Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama