Doktrin Itu Persoalan Anggapan Dan Hati Bukan Lisan Dan Tangan

Seorang kenalan aku bahagia berkoar-koar tentang Atheisme di media sosial dengan, hampir setiap tulisannya itu mengandung nilai kontroversi, hal itu terlihat dari komentar-komentar orang lain. Wajar saja banyak yang menyikapi karena ia mengangkat tema Atheisme dengan merendahkan keyakinan dan akidah orang lain. Saya sendiri bingung, apa bekerjsama dogma beliau, namun dari semua postingannya itu ia terlihat seperti seorang Atheisme.

Lihat juga : Berdebat Dengan Atheis

Berbicara ihwal akidah dan doktrin itu masalah fikiran dan hati bukan permasalahan verbal dan tangan yang menulis dan berkoar-koar tentang keyakinan anda dan meremehkan iktikad orang lain. Saya sendiri tidak menghirauakan apapun akidah dan iman anda, tetapi tidak etis jikalau berkoar-koar atau membanding-bandingkannya.

Keyakinan itu mengatakan wilayah rasa, Animesme, Dinamisme, Mototehisme, Politheisme semua bentuk kepercayaan yang lahir dari sebuah rasa, rasa ingin menyembah dan rasa ingin mengetahui. Meyakini akan suatu kekuatan yang ada pada luar diri insan. Semua terserah anda, ingin meyakini, matahari, bulan, gunung, pohon, hewan atau batu silahkan saja namun tidak logis jika lalu menjelekkan iman dan dogma orang lain.

Ketika anda mebandingkan-bandingkan akidah orang lain dengan dogma anda maka secara langsung anda sudah memicu konflik sosial kemanusiaan.
Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama