Himpunan 7 Filsuf Asal Negara Pizza 'Italia'

Tepat Jum'at malam ini saya hendak menuliskan ihwal beberapa biografi Filsuf yang berasal dari Italia yang saya himpun sebanyak 7 orang yang berbedah pemikiran dan aliran sebagai berikut:

Lihat juga : Banyak Belajar Filsafat Tapi Tidak Bijaksana, Omong Kosong !

1. Santo Thomas Aquinas (1225-1274)

Thomas Aquinas ialah seorang filsuf italian Abad pertengahan aliran skolastisisme yang berupaya menyintesiskan paham aristoteles dengan prinsip kristiani yang terdapat dalam karyanya yang begitu terkenak adalah Summa Contra Gentiles dan Summa Theologiae.

Thomas juga dikenal sebagai Seorang Imam Nasrani dan Doktor Besar Gereja, Pujangga gereja yang lahir tahun 1225, Roccasecca, Kerajaan Sisilia dan Wafat pada 7 maret 1274 denagan usia yang
terbilang muda yaitu 49 tahun.

2. Marsilio Vacino (1433-1499)

Marsilio Vacino merupakan filsuf dari Florence Italia, abad-15 Akhir. Lahir pada tahun 1433 dan menghembuskan nafas terakhir di tahun 1499. Diusia belia keluarganya mengharapkan untuk vicino berguru dibagian ilmu obat namun dikala bertemu sosok Casimo de madici, Marsilio menimbulkan dirinya Imam dan mengabdikan diri mengikuti pemikiran akademi berasal dari Plato. Salah satu tugas besarnya adalah menyebabkan masyarakat Florence menurut ajaran akademinya plato.

Karya penting dan dianggap sebagai karya orisinil Vacino ialah Theologia Platonica yang ditahun 1474 dituntaskan. Dalam pemikirannya Vicino senantiasa berupaya mendamaikan Iman Kristiani dan Filsafat seorang Plato, sebab bagi Vicino keduanya mampu saling memberikan kekuatan demu kehidupan keberimanan. Terlebih bagu Vicino dari filsafat maupun keagamaan keduanya bersifat spirtual.

3. Geovanni Picco Della Mirandola (1463-1494)

Picco yakni seorang filsuf Italia yang lahir pada tahun 1463 dan Wafat tahun 1494. Pico merupakan seorang sarjana hukum yang mempunyai kesanggupan yang terbilang ahli alasannya menguasai sekitaran 6 bahasa di massa hidupnya yaitu: Bahasa Italia, Bahasa Arab, Bahasa Prancis, Bahasa Yunani, Bahasa Spanyol dan Bahasa Latin.

Picco yang diketahui pada zaman Renainsance pada tahun 1486 menulis 900 Tesis tentang Filsafat Klasik dan Filsafat Skolastik yang menjadi objek perhatiannya kurun itu, berharap karyanya dapat di diskusikan pada vorum-vorum lazim di Roma mengenai penyentesis Teologi dan Filsafat. Namun sayangnya Paus yang berkuasa berkata lain dengan cara melarang karyanya untuk di baca dan Pico kesannya di penjara ketika tertangkap di Prancis dalam upaya pelariannya.

Terlebih argumentasi di buru dan di penjara alasannya adalah anutan Picco yang mengarah pada posisi insan yang mampu menuntaskan segala hal yang dinilai mengusik otoritas Tuhan gereja. Filsuf Piccopun di bebaskan setelah menjalani masa tahanan berapa tahun dan kembali ke Florenz dan tinggal sampai wafat disana.

4. Niccolo Machiavelli (1469-1427)

Machiavelli siapalah tidak memedulikan sosok ini seorang Filsuf, Diplomat dan Politikus asal Italia. Sosok yang sangat disegani dalam proses politik eropa dalam massa renainsance lewat dua buku terkenalnya yang berjudul: II Principe 'Sang Pangeran' dan Ia Prima Deka Di Tito Livio ( Diskursus Mengenai Livio).

Lahir 3 mei 1468 Florence dan wafat di usia 58 tahun tepat tahun 1527. Terkenal dengan perkumpulan jelek tentang politik menghalalkan segala cara lewat intrepretasi daru bukunya Sang Pangeran yang menjelaskan cara, tata cara mempertahankan kekuasaan dan menjatuhkan kekuasaan.

Terdapat pro-kontra pada pikiran buruk terhadap machiavelli diatas alasannya adalah sebagian lebih menyaksikan dalam bukunya sebagai upaya merevieuw kembali sejarah-sejarah italia dahulu. Dibalik semua itu dikembalikan pada pemilik pribadi dalam proses membaca dan menganalisis aliran Niccolo Machiavelli.

5. Tommaso Campanella (1568-1639)

Campanella merupakan Filsuf, Teologis jago Astroligi dan penulis Sastra mahir asal Negara Pizza, Italia. Lahir pada tahun 1568 dan menunggal 1639.

Sebagai Tokoh Empirisme serta Ilmu Manusia. Dengan cara mempertimbangkan nilai yang timbul dalam diri sebagai dasar dari keabsahan dunia luar yang artinya dengan nilai dalam diri seseorang mampu berpikir perihal eksistensinya dan sekaligus menganalisis pengalaman hidupnya.

6. Cesar Beccaria (1738-1794)

Cesar Beccaria adalah Filsuf dan Ahli hukum yang lahir di Milan 15 Maret pada tahun 1738 dan meninggal 28 November 1794 berasal dari Italia. Terkenal dengan karyanya yang berjudul Dei delitti e delle pene yang menerangkan kejahatan-kejahatan dan Hukuman-eksekusi yang selesaikan pada tahun 1764 silam.

Dalam proses menuliskan karyanya terdapa pula atas berkat salah satu dari ketiga temannya yakni Pietro yang mendorong sampai Beccaria mau menulisnya. Dalam bukunya juga menerangkan Kejahatan dan hukumannya terdapat sebuah kritikan perihal penggunaan eksekusi mati. Karena bagi Beccaria eksekusi tidak butuhdiberlakukan alasannya mengurung seseorang dengan kurun waktu lama telah menjawab seluruhnya.

7. Antonio Gramsci (1891-1937)

Gramsci sosok Filsuf yang lahir di Ales, Italia 22 Januari 1891 meninggal 27 April 1937 dalam usia 46 tahun. Pernah menjadi Anggota Pendiri dan pemimpin Komunis Italia, Penulis dan Teoritikus Politik.

Terkenal selaku pemikir asli dalam jalur berpikir marxis melalui presentasinya ihwal Analisis Budaya dan Kepemimpinan Politik dan menemukan desain Hegemoni Budaya selaku upaya menjaga keberadaan negara dalam kehidupan masyarakat kapitalisme. Terlebih Gramsci dinilau salah satu filsuf yang paling besar lengan berkuasa di masa ke-20, selaku pemikir kunci perpanjangan tangan dan pengembangan Marxisme Barat.

Dengan hasil pergerakan tangannya yang sungguh produktif Gramsci menciptakan 30 buku catatan dan 300 halaman analisis dan sejarah di massa pengurungannya 'penjara'. Kemudian di kenal selaku Catatan Penjara (Prison Notebooks). Karyanya yang dikenal kritis dan bersifat pendidikan yakni: Hegemoni Budaya dan pengembangan intelektual sampai ke kelas pekerja.

Lihat juga : 


Antonio Gramsci dan Intelektual Organik

Tentu masih berbagai Filsuf asal negara Italia yang tidak mampu diuraikan secara keseluruhan. Dengan kata lain 7 nama diatas adalah filsuf-filsuf opsi yang penulis tampilkan alasannya menilai pedoman-aliran begitu memberi ide sebagian besar kalangan alasannya adalah begitu kontekstualnya dengan kehidupan abad sekarang.

Salam Dunia Hitam Manis

Penulis : Awin Buton

Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama