Idul Adha Memperbesar Berkah Cinta (Hal 7)

Selesai Shalat Subuh Juan tak lagi tidur, cuma satu yang paling ditakuti adalah bangun telat. Hari itu bertepatan dengan hari besar Idul Adha 1439 H tanggal 22 Agustus 2018 tahun Masehi. Tempat tinggal Juan tidak mengecewakan jauh dari Masjid jadi wajar jikalau tidak terdengar bunyi takbir, namun waktu Shalat Id telah dihafal betul oleh Juan.

Baca halaman 6 : Lupa Meminta Maaf ke Mira

Bergegas mandi, merencanakan busana yang paling baik untuk Shalat dan sedikit anyir-wangian

" ah, wangian ! ngga ada sudahlah "

ucap dalam hati Juan sambil matanya melotot ke sana kemari di atas tumpukan aksesoris lemari mencari cita-cita mendapatkan sesuatu yang mampu dijadikan pewangi.

Juan memang tipe perjaka yang sejak kecil tidak sudah biasa dengan anyir-wangian mirip wewangian, kadang digunakan cuma dikala kebetulan berjumpa temannya atau orang dekat yang sedang sementara memakai dan dikala itu diapun ikutan.

Kemeja batik bermotif bunga sedikit hitam pun sudah dipakai bareng setelan celana panjang tanpa motif berwarna keabuan. Juan pergi ke Masjid untuk melakukan Shalat Id secara berjamaah sampai semua proses Shalat tamat.

Seperti umumnya Juan lebih banyak idul fitri di perantauan, bukan sebab sudah sudah biasa selama 9 tahun merantau hanya saja hati dan keinginan belum mampu dekat bareng alam dan Tuhan masih tetap tersenyum.

Sehabis Shalat Juan pribadi kembali ke rumah yang cuma seorang diri. Ya ! tinggal sendiri , makan sendiri dan cuci sendiri hahaha.

" Hubungi ngga ya !"

tiba-datang Juan teringat akan Mira. Gadis kesayangan yang kini menjadi mantan

"hubungi ngga ya ! ahh hubungi aja"

Juan termasuk cowok yang " sakit kepala amat" dan " ngga ribet". Baginya hubungi saja jikalau di tolak ngga apa-apa, enjoy aja.

"Lagi apa ? jalan yuk ?" pesan WhatsApp Juan ke Mira

"Masih tidur ?" pesan berikut sehabis kelamaan balas.

Akhirnya Juan menelpon sambil "sakit kepala amat" padahal mereka sudah tak berkomunikasi sebelumnya.

tittttt.... titttt...tttt "hallo" Juan menyapa Mira

"Baru berdiri saya mas"

"Ya uda mandi, nanti saya jempu" Juan masih dalam situasi "sakit kepala amat" mungkin ini yang dinamakan "sok dekat lagi ama mantan" hahah

Itulah Juan, pria dengan prinsip serius tetapi kalem secara maksimal, saat serius harus maksimal dan dikala santai juga mesti maksimal, seluruhnya dilakukan secara optimal semoga hidup betul-betul nikmat serta sarat makna walaupun kadang misteri dan ketika ini ia sedang serius namun kalem.

" Uda tamat mandi ?"

" telah mas "

" kita mau jalan kemana mas ?"

"jalan-jalan ke sobat-sahabat aja, mumpung ini idul fitri"

"saya uda mau jalan ke tempat tinggal kamu ya"

"ok mas "

kilas Interaksi Juan dan Miran lewat via WhatsApp.

Juan dan Mira pun berjumpa dan tolong-menolong bersilaturahmi ke beberapa rumah teman-teman mereka, baik sobat kantor Mira dan teman Juan di saat menjadi mahasiswa.

Keduanya terlihat baik-baik saja meskipun kadang sering canggung. Waktu terus berlanjut, merek tak eksklusif kembali ke tempat tinggal tetapi masih menikmati sore (matahari terbenam) bersama. Makan malam meskipun tak glamor, ngobrol banyak ihwal masing-masing hal selama tak bersama. Mira dengan senyumnya dan Juan dengan sedikit bahagianya bertemu Mira, sambil mengusap keringat dan meminum air mineral, mie kuah cakalang sudah habis dikonsumsi. Mira senang, Juan sama halnya.

" biarkan rasa dan keadaan terus mirip ini" tiba-datang Juan berkata mirip itu.

"Iya"

Mira mengangguk kepala sambil menikmati gado-gadonya yang nyaris habis.

"tapi saya bebas berteman ama semua orang kan mas ?"

"ya iyalah" hahaha

Bukan akad, hanya suara lapang dada dari hati anak insan yang masih mempunyai peduli terhadap sesama, mungkin cinta atau tidak, kami cuma merasa bukan berbicara gombal.

"mas, balik yuk ? aku uda sakit perut" kebiasaan Mira saat habis makan yang berminyak.

Mereka bergegas kembali ke rumah masing-masing, Juan mengantar Mira dengan motor si hitam manisnya (nama motor) dan kembali mirip biasa tak berkomunikasi, entahlah.

Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama