Seiring pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), menjadi sebuah pujian bagi para pengguna atau penikmat IPTEK tersebut. Namun, penyalahgunaan teknologi yang ketika ini sudah tidak mampu lagi dibantah. Maka dari itu sering diungkapkan bahwa pertumbuhan dari IPTEK ini mempunyai efek buruk bagi para masyarakat apalagi khusus cowok Indonesia.
Dengan kata lain bahwa teknologi ini yang semestinya bisa menciptakan pertumbuhan contoh pikir dari perjaka pelajar dipandang jelek oleh sebagian orang. Karena dinilai bahwa IPTEK ini menghancurkan anutan perjaka pelajar maupun penduduk .
Dalam proses pembelajaran atau perkuliahan, teknologi yang berupa Hand Phone acap kali sering disalah gunakan. Mengapa aku katakan demikian ? Yah alasannya adalah sebagian besar pelajar pada saat pelaksanaan cobaan atau penilaian kembali, banyak pelajar yang memakai teknologi berbentukhand phone untuk mencari sebagian jawaban melalui hand phone. Dan ini terbukti, bahkan di tempat aku kuliah banyak yang menyalahgunakannya. Saya sendiripun pernah mirip itu. Namun pencerahan yang diberikan oleh pengajar bisa menyadarkan saya.
Dengan kemajuan merek ataupun jenis dari handphone bahwasanya sangatlah membantu, terutama pada saat pembelajaran. Namun perilaku yang tidak tahu menempati sesuatu harus kita hilangkan. Artinya dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan bukan cobaan evaluasi, teknologi ini bisa dan sangat bisa kita manfaatkan. Namun kita sebagai pelajar harusnya tahu waktu untuk menggunakan itu. Disaat cobaan tidak sebaiknya handphone ini kita gunakan. Mengapa demikian ? Karena ini ialah sikap tidak yakin diri, tidak menghargai potensi diri masing-masing.
Rasa bangga yang kemudian pelajar rasakan dikala nilai ujian yang baik, yang curang dalam ujian tidak semestinya dibanggakan.
Mengapa ? Yah alasannya untuk apa kita bangga dengan hasil yang makin bagusnya, namun bukan murni dari fatwa kita. Banggalah dengan apa yang kita hasilkan melalui usaha kita pribadi. Kita tidak akan tahu hingga dimana peluangkita untuk menelaah bahan ataupun teori yang selama proses pembelajaran jikalau setiap ujian perilaku menghkianati acuan pikir masih membudaya.
Lapangan pekerjaan diluar sana menunggu kita. Menanti para pelajar yang lulus dari Perguruan Tinggi nanti. Namun apakah kita siap dengan berbagai problematika yang tersedia di lapangan pekerjaan ? Ketika peluangpara pelajar hanya difasilitasi oleh teknologi untuk meraih nilai yang baik. Nyatanya mutu lebih dibutuhkan dari pada kuantitas. Nilai yang sekian baiknya bukanlah jaminan untuk kita mampu berkecimbung di lapangan pekerjaan nanti.
Maka dari itu, bijak-bijaklah untuk menggunakannya. Dan jangan pernah menganggap bahwa IPTEK memiliki efek jelek. Hari ini jikalau kemajuan IPTEK tidak terjadi maka kita semua buta akan kemajuan dunia. Informasi yang ada dibelahan dunia sana kita tidak akan tahu jikalau hari ini IPTEK tidak meningkat .
Kesadaran maupun kemampuan menelaah sesuatu inilah yang semestinya kita asah, supaya daya serap untuk menafsirkan sesuatu tidak keliru.
Penulis : M.F. Mandalika Sumber https://www.atobasahona.com/
Dengan kata lain bahwa teknologi ini yang semestinya bisa menciptakan pertumbuhan contoh pikir dari perjaka pelajar dipandang jelek oleh sebagian orang. Karena dinilai bahwa IPTEK ini menghancurkan anutan perjaka pelajar maupun penduduk .
Dalam proses pembelajaran atau perkuliahan, teknologi yang berupa Hand Phone acap kali sering disalah gunakan. Mengapa aku katakan demikian ? Yah alasannya adalah sebagian besar pelajar pada saat pelaksanaan cobaan atau penilaian kembali, banyak pelajar yang memakai teknologi berbentukhand phone untuk mencari sebagian jawaban melalui hand phone. Dan ini terbukti, bahkan di tempat aku kuliah banyak yang menyalahgunakannya. Saya sendiripun pernah mirip itu. Namun pencerahan yang diberikan oleh pengajar bisa menyadarkan saya.
Dengan kemajuan merek ataupun jenis dari handphone bahwasanya sangatlah membantu, terutama pada saat pembelajaran. Namun perilaku yang tidak tahu menempati sesuatu harus kita hilangkan. Artinya dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan bukan cobaan evaluasi, teknologi ini bisa dan sangat bisa kita manfaatkan. Namun kita sebagai pelajar harusnya tahu waktu untuk menggunakan itu. Disaat cobaan tidak sebaiknya handphone ini kita gunakan. Mengapa demikian ? Karena ini ialah sikap tidak yakin diri, tidak menghargai potensi diri masing-masing.
Rasa bangga yang kemudian pelajar rasakan dikala nilai ujian yang baik, yang curang dalam ujian tidak semestinya dibanggakan.
Mengapa ? Yah alasannya untuk apa kita bangga dengan hasil yang makin bagusnya, namun bukan murni dari fatwa kita. Banggalah dengan apa yang kita hasilkan melalui usaha kita pribadi. Kita tidak akan tahu hingga dimana peluangkita untuk menelaah bahan ataupun teori yang selama proses pembelajaran jikalau setiap ujian perilaku menghkianati acuan pikir masih membudaya.
Lapangan pekerjaan diluar sana menunggu kita. Menanti para pelajar yang lulus dari Perguruan Tinggi nanti. Namun apakah kita siap dengan berbagai problematika yang tersedia di lapangan pekerjaan ? Ketika peluangpara pelajar hanya difasilitasi oleh teknologi untuk meraih nilai yang baik. Nyatanya mutu lebih dibutuhkan dari pada kuantitas. Nilai yang sekian baiknya bukanlah jaminan untuk kita mampu berkecimbung di lapangan pekerjaan nanti.
Maka dari itu, bijak-bijaklah untuk menggunakannya. Dan jangan pernah menganggap bahwa IPTEK memiliki efek jelek. Hari ini jikalau kemajuan IPTEK tidak terjadi maka kita semua buta akan kemajuan dunia. Informasi yang ada dibelahan dunia sana kita tidak akan tahu jikalau hari ini IPTEK tidak meningkat .
Kesadaran maupun kemampuan menelaah sesuatu inilah yang semestinya kita asah, supaya daya serap untuk menafsirkan sesuatu tidak keliru.
Penulis : M.F. Mandalika Sumber https://www.atobasahona.com/
Tags:
Tulisan Sahabat
