Kisah Hutanku ( Puisi )

Puisi hutan ini aku tulis saat ada motivasi dari salah seorang sahabat yang berkecimpung di dunia kehutanan. Saat itu sedang ada suatu acara yang akan dirayakan pada kantor kehutanan kawasan dia melakukan pekerjaan . Mungkin pada awalnya ia menyampaikan untuk membuat puisi dongeng hutan ini dengan candaan, lalu aku juga bercanda bila aku tidak cerdik menulis puisi dan memang kenyataannya mirip itu (tidak pandai menulis puisi).

Selain menyuruh saya untuk menulis puisi ini, dia juga menyuruh saya untuk nanti membacanya sewaktu program dijalankan. Saya semakin tertawa terbahak-bahak sebab menulis puisi saja sudah terasa sukar bagi saya, apalagi membacanya. Terkadang orang yang suka menulis puisi belum tentu ahli dalam membacanya.

Dengan tema hutan yang ditawarkan oleh teman saya, jadinya muncul ilham untuk menulis puisi berjudul Cerita Hutanku. Puisi ini lahir dari fatwa perihal hutan di Indonesia yang kian dijarah oleh manusia (illegal logging ). Padahal jikalau kita menyadari bareng bahwa bumi bukan warisan dari nenek moyang melainkan titipan buat anak cucu kita maka segala sumber daya alam yang ada termasuk hutan perlu dilestarikan dalam pemanfaatannya.

Inilah puisi perihal hutan yang saya tulis atas motivasi dari sahabat, selamat membaca dan berikan usulan dan kritikannya di kolom komentar.


Cerita Hutanku ( Puisi )



Kilau hijau membentang di pebukitan

Pancaran kehidupan terlihat indah di sana

Oh.. Hutanku

Dalam membisu engkau berseru secercah keabadian

Oh... Hutanku



Engkau tetap tersenyum dalam keheningan sang penjarah

Engkau tak kenal letih memancarkan titik-titik kehidupan

Engkau tetap merangkul mesra dalam keegoisan kami



Wahai hutan ku,kemarahanmu menampar kami

Menghentak naluri kesadaran kami akan pesonamu

Menghentak kesadaran kami akan keberadaanmu

Menghentak kami akan pancaran kehidupan yang kamu berikan



Engkau yakni bukti faktual anugerah Tuhan pada kami

Sentuhan Kehidupan Sang Pencipta dalam kesuburanmu

Buat kami sang penikmat kehidupan yang miskin akan rasa syukur

Seruan kami dalam seluruh rangkulan sang penikmat



Kami kan merayumu dan memanjakanmu dalam tanah kering membentang

Agar kau senantiasa ada untuk kami dalam hidup dan kehidupan

Agar sentuhanmu tetap terasa hangat dalam menoreh coretan kehidupan

Kau kan ada dan senantiasa ada dalam keinginanSang Pencipta



Karya : Ato Basahona
Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama