Subuh. Jumat 2:17 Wita, aku berkesempatan membaca berapa info yang lagi hangat-hangatnya diperbincangkan seperti penyebaran berita Hoax oleh Ibu Ratna Sarupaet yang terus diberitakan oleh media nasional, dalam proses membaca saya mulai bosan dan jijik dengan perilaku para elite negara dan para tokoh publik yang terlalu mendramatisir problem ini.
Saya bukan pengamat bukan pula tokoh publik namun selaku rakyat jelata indonesia yang mulai geram dengan semua ini. Dalam perkara yang dijalankan Ibu Ratna Sarumpaet yang diterjemahkan selaku upaya penyebaran gosip Hoax pada publik dan sempat membuat kericuhan dalam negara. Jika ditinjau dengan undang-undang melanggar norma-norma sosial maka proseslah melalui jalur instansi terkait.
Lihat juga : 5 Ideologi-Ideologi Besar Dunia yang Berpengaruh Hingga Saat Ini
Dan bila tidak mempunyai hukum mainnya maka biarkan rakyat yang menganggap dan melakukan hukuman sosial ataupun upaya teguran lewat statmen DPR atau Presiden selaku representasi dari bunyi negara dan rakyat indonesia.
Pemerintah jangan ikutan mendramakan persoalan kekanakan diatas sebagai tontonan bagi rakyat dengan penggulingan bola opini yang wajahnya seperti serial Korea yang disikapi dengan berlarut-larut.
Rakyat telah pintar, rakyat akan tertawa dan murka bila kelamaan dipermasalahkan hal sepele dibandingkan dengan duduk perkara besar negara, persoalan yang terjadi mesti disikapi dengan cerdas oleh pemerintah, jangan mempergunakan kesalahan kekanakan yang dibentuk seorang lalu menelantarkan urusan besar. Terlepas dari upaya pembohongan dengan penyebaran info hoax semua harus kembali hening.
Lihat juga : Model- Model Hegemoni dan Negara Integral Antonio Gramsci
Mediapun jauhi drama dalam penyebaran opini, alasannya ini menyangkut tingkat iktikad rakyat kepada tautan yang sering di share ke publik, media selaku wadah penerjemah bahasa negara kedalam sosial haruslah pintar dalam memainkan keuntungan perusahan tetapi berbading lurus dengan upaya mencerdaskan rakyat.
Problem perihal penyebaran isu Hoax yang dikerjakan Ibu ratna Sarumpaet terbilang tidaklah patut jikalau menyaksikan sosok dia sebagai tokoh publik, namun ini bukanlah persoalan yang harus terus diperbesarkan alasannya adalah bentuk penjelasan sudah dijalankan dan terbukti ini info Hoax maka pemerintah tindakilah dengan bijak.
Pembijakan tidak terjadi dengan pembuktian dilapangan seperti saling lapor dan saling menggunjing karena masalah ini dan disertai oleh planning demo atas nama organisasi didepan KPU dan Bawaslu Pusat. Deengan tujuan meminta mendiskualifikasi Kandidat nomor 2 Calon Presiden makin membuhi aroma kepentingan dalam permainan politik 2019 mendatang sudah tercium. Dibalik semua itu ingat, bahwa polarisasi kepentingan boleh, tetapi jangan terlihat kurang pandai dimata publik dan jangan lupa publik sudah pandai dalam menilai tingkah laku para elite negara.
Lihat juga : 5 Negara yang Mengatur Pemberian Nama Tertentu Pada Manusia
Kesalahan tidak mengkroscek kevalidan berita penganiyayaan yang berujung Statmen Pak Prabowo yang merujuk pada sikap selaku pembela penganiyayaan kepada rakyat 'Ratna' sungguh manusiawi meskipun beraroma politik tetapi tidak sepantasnya dicap selaku perpanjangan tangan dari penyebaran informasi Hoax.
Maka dari itu biarkan problem itu diurusi oleh instansi terkait atau biarlah rakyat yang memberi penilaian personal. Urusan serius pemerintah masih menumpuk dimulai dengan Bencana di Lombok, NTB yang belum selesai dan tragedi modern di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Yang begitu menohok presentasi kematiannya 1000 Ribu lebih dan masih bertambah dalam setiap hitungan jamnya ditambah pengungsi yang masih kelemahan perlengkapan kehidupan sehari-hari.
Terlebih dilema negara dengan defisitnya rupiah yang semakin menggila tepat sekarang berada diposisi mentereng diatas angka 15. 150 sumber Tribunnews kemarin. Inilah masalah yang harus dijadikan persoalan negara dengan duduk perkara rakyat bukan mengurusi sikap kekanakan seseorang saja.
Lihat juga : Pengertian, Perbedaan Negarawan dan Politisi
Terlepas dari gosip pemakaian uang derma tenggelam kapal di danau toba dan pembiayaan dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta selaku budget sedot lemak. Semua dikembalikan kepada pihak yang berwajib sebagai tupoksi mereka untuk mengurusi sengketa demikian. Karena fokus pemerintah harus lebih besar daripada problem sepele diatas.
Salam Dunia Hitam Manis
Penulisa: Awin Buton Sumber https://www.atobasahona.com/
Saya bukan pengamat bukan pula tokoh publik namun selaku rakyat jelata indonesia yang mulai geram dengan semua ini. Dalam perkara yang dijalankan Ibu Ratna Sarumpaet yang diterjemahkan selaku upaya penyebaran gosip Hoax pada publik dan sempat membuat kericuhan dalam negara. Jika ditinjau dengan undang-undang melanggar norma-norma sosial maka proseslah melalui jalur instansi terkait.
Lihat juga : 5 Ideologi-Ideologi Besar Dunia yang Berpengaruh Hingga Saat Ini
Dan bila tidak mempunyai hukum mainnya maka biarkan rakyat yang menganggap dan melakukan hukuman sosial ataupun upaya teguran lewat statmen DPR atau Presiden selaku representasi dari bunyi negara dan rakyat indonesia.
Pemerintah jangan ikutan mendramakan persoalan kekanakan diatas sebagai tontonan bagi rakyat dengan penggulingan bola opini yang wajahnya seperti serial Korea yang disikapi dengan berlarut-larut.
Rakyat telah pintar, rakyat akan tertawa dan murka bila kelamaan dipermasalahkan hal sepele dibandingkan dengan duduk perkara besar negara, persoalan yang terjadi mesti disikapi dengan cerdas oleh pemerintah, jangan mempergunakan kesalahan kekanakan yang dibentuk seorang lalu menelantarkan urusan besar. Terlepas dari upaya pembohongan dengan penyebaran info hoax semua harus kembali hening.
Lihat juga : Model- Model Hegemoni dan Negara Integral Antonio Gramsci
Mediapun jauhi drama dalam penyebaran opini, alasannya ini menyangkut tingkat iktikad rakyat kepada tautan yang sering di share ke publik, media selaku wadah penerjemah bahasa negara kedalam sosial haruslah pintar dalam memainkan keuntungan perusahan tetapi berbading lurus dengan upaya mencerdaskan rakyat.
Problem perihal penyebaran isu Hoax yang dikerjakan Ibu ratna Sarumpaet terbilang tidaklah patut jikalau menyaksikan sosok dia sebagai tokoh publik, namun ini bukanlah persoalan yang harus terus diperbesarkan alasannya adalah bentuk penjelasan sudah dijalankan dan terbukti ini info Hoax maka pemerintah tindakilah dengan bijak.
Pembijakan tidak terjadi dengan pembuktian dilapangan seperti saling lapor dan saling menggunjing karena masalah ini dan disertai oleh planning demo atas nama organisasi didepan KPU dan Bawaslu Pusat. Deengan tujuan meminta mendiskualifikasi Kandidat nomor 2 Calon Presiden makin membuhi aroma kepentingan dalam permainan politik 2019 mendatang sudah tercium. Dibalik semua itu ingat, bahwa polarisasi kepentingan boleh, tetapi jangan terlihat kurang pandai dimata publik dan jangan lupa publik sudah pandai dalam menilai tingkah laku para elite negara.
Lihat juga : 5 Negara yang Mengatur Pemberian Nama Tertentu Pada Manusia
Kesalahan tidak mengkroscek kevalidan berita penganiyayaan yang berujung Statmen Pak Prabowo yang merujuk pada sikap selaku pembela penganiyayaan kepada rakyat 'Ratna' sungguh manusiawi meskipun beraroma politik tetapi tidak sepantasnya dicap selaku perpanjangan tangan dari penyebaran informasi Hoax.
Maka dari itu biarkan problem itu diurusi oleh instansi terkait atau biarlah rakyat yang memberi penilaian personal. Urusan serius pemerintah masih menumpuk dimulai dengan Bencana di Lombok, NTB yang belum selesai dan tragedi modern di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Yang begitu menohok presentasi kematiannya 1000 Ribu lebih dan masih bertambah dalam setiap hitungan jamnya ditambah pengungsi yang masih kelemahan perlengkapan kehidupan sehari-hari.
Terlebih dilema negara dengan defisitnya rupiah yang semakin menggila tepat sekarang berada diposisi mentereng diatas angka 15. 150 sumber Tribunnews kemarin. Inilah masalah yang harus dijadikan persoalan negara dengan duduk perkara rakyat bukan mengurusi sikap kekanakan seseorang saja.
Lihat juga : Pengertian, Perbedaan Negarawan dan Politisi
Terlepas dari gosip pemakaian uang derma tenggelam kapal di danau toba dan pembiayaan dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta selaku budget sedot lemak. Semua dikembalikan kepada pihak yang berwajib sebagai tupoksi mereka untuk mengurusi sengketa demikian. Karena fokus pemerintah harus lebih besar daripada problem sepele diatas.
Salam Dunia Hitam Manis
Penulisa: Awin Buton Sumber https://www.atobasahona.com/
Tags:
Tulisan Sahabat