Emosi merupakan sebuah perasaan yang lebih banyak didominasi terhadap seseorang atau kepada sesuatu insiden. Perlu dimengerti juga bahwa emosi bukan saja perasaan marah tetapi sedih, bahagia atau senang juga ialah bagian dari emosi. Saya tidak membahas emosi lebih jauh melainkan cuma hal-hal yang biasa tentang emosi itu sendiri.
Sebaik-baiknya insan yaitu dia yang bisa mengontrol emosi dalam segala bentuk situasi dan kondisi. Dengan mengarahkan emosi secara baik akan melahirkan sikap tabah yang nampak dengan sendirinya pada diri manusia.
Banyak buku-buku pengembangan diri banyak yang membahas secara lengkap teori emosional dan prakteknya, efek, faedah dan sentuhan nilai aktual emosi itu sendiri kepada jiwa dan raga.
Sebaik-baiknya insan yaitu dia yang bisa mengontrol emosi dalam segala bentuk situasi dan kondisi. Dengan mengarahkan emosi secara baik akan melahirkan sikap tabah yang nampak dengan sendirinya pada diri manusia.
Banyak buku-buku pengembangan diri banyak yang membahas secara lengkap teori emosional dan prakteknya, efek, faedah dan sentuhan nilai aktual emosi itu sendiri kepada jiwa dan raga.
Lihat juga : Kesabaran Membatasi Dirinya Marah, Sedih dan Senang
Kegagalan mengatur emosi kerap kali tampakpada forum-forum rapat, debat atau diskusi. Banyak panorama yang dapat dilihat dan kalau diperhatikan dengan baik akan terang siapa yang mengontrol emosionalnya siapa.
Malam itu aku sedang ngopi bareng teman-sobat bersahabat. Kami memang sering nongkrong untuk ngopi bersamayang dilengkapi dengan diskusi. Forum diskusi kami lebih ke semi formal, walaupun tanpa moderator, kami tetap mampu menertibkan sebab kami besar dalam situasi mirip itu. Berbeda dengan situasi debat, namun tak mampu di pungkiri perdebatan selalu ikut meramaikan.
Selain diskusi, kita semua berlatih dalam suasana ini, melatih emosi kita, daya analisa, pengendalian diri dan kesanggupan untuk memancing emosi sahabat alasannya adalah kemampuan memainkan emosi juga dibutuhkan dalam debat yang bantu-membantu.
Nah, yang menawan disini yaitu kita semua menyadari bahwa emosi atau marah itu tidak baik dikala berada di forum diskusi namun apa yang terjadi ? masih saja ada yang terpancing untuk emosi. Itulah kenapa memakai kata " Mengendalikan" bukan "Menghilangkan" sebab perasaan emosional itu tidak akan pernah hilang dan alamiah ciptaan Tuhan.
Seorang teman aku mulai tampakkesal dan emosi ketika aku menyerangnya dengan sedikit sikap konyol, berdasarkan ia. Di ketika dia mengatakan hal yang benar tetapi saya plintir menjadi sedikit kurang tepat dan ia mulai terlihat emosi hehe.
"Perkataan anda sudah benar namun mubazir ! " sontak ia pribadi murka hehe.
" Ibarat orang habis makan niscaya akan minum, tanpa anda bilang habis makan harus minum air, orang pasti akan tetap minum jadi kata-kata itu pemborosan tenaga dan waktu alias mubazir" lanjut aku.
Serentak teman aku pribadi terlihat murka dan kesal tapi cuma beberapa menit karena kami senantiasa berusaha sebaik-baiknya untuk mengatur emosi di lembaga.
Sumber https://www.atobasahona.com/
Kegagalan mengatur emosi kerap kali tampakpada forum-forum rapat, debat atau diskusi. Banyak panorama yang dapat dilihat dan kalau diperhatikan dengan baik akan terang siapa yang mengontrol emosionalnya siapa.
Malam itu aku sedang ngopi bareng teman-sobat bersahabat. Kami memang sering nongkrong untuk ngopi bersamayang dilengkapi dengan diskusi. Forum diskusi kami lebih ke semi formal, walaupun tanpa moderator, kami tetap mampu menertibkan sebab kami besar dalam situasi mirip itu. Berbeda dengan situasi debat, namun tak mampu di pungkiri perdebatan selalu ikut meramaikan.
Selain diskusi, kita semua berlatih dalam suasana ini, melatih emosi kita, daya analisa, pengendalian diri dan kesanggupan untuk memancing emosi sahabat alasannya adalah kemampuan memainkan emosi juga dibutuhkan dalam debat yang bantu-membantu.
Nah, yang menawan disini yaitu kita semua menyadari bahwa emosi atau marah itu tidak baik dikala berada di forum diskusi namun apa yang terjadi ? masih saja ada yang terpancing untuk emosi. Itulah kenapa memakai kata " Mengendalikan" bukan "Menghilangkan" sebab perasaan emosional itu tidak akan pernah hilang dan alamiah ciptaan Tuhan.
Seorang teman aku mulai tampakkesal dan emosi ketika aku menyerangnya dengan sedikit sikap konyol, berdasarkan ia. Di ketika dia mengatakan hal yang benar tetapi saya plintir menjadi sedikit kurang tepat dan ia mulai terlihat emosi hehe.
"Perkataan anda sudah benar namun mubazir ! " sontak ia pribadi murka hehe.
" Ibarat orang habis makan niscaya akan minum, tanpa anda bilang habis makan harus minum air, orang pasti akan tetap minum jadi kata-kata itu pemborosan tenaga dan waktu alias mubazir" lanjut aku.
Serentak teman aku pribadi terlihat murka dan kesal tapi cuma beberapa menit karena kami senantiasa berusaha sebaik-baiknya untuk mengatur emosi di lembaga.
Lihat juga : 3 Cara Mengendalikan Emosi Berdasarkan Pengalaman
Marah itu masuk akal, akan menjadi tidak masuk akal dikala kita dikendalikan oleh rasa murka atau emosi alasannya seharusnya kita yang mengatur emosi itu sendiri. Ayo lanjut diskusi dan marah hanya dalam hitung detik ! lebih sedikit lebih baik.
Marah itu masuk akal, akan menjadi tidak masuk akal dikala kita dikendalikan oleh rasa murka atau emosi alasannya seharusnya kita yang mengatur emosi itu sendiri. Ayo lanjut diskusi dan marah hanya dalam hitung detik ! lebih sedikit lebih baik.
"Ketika kita gagal atau teledor dalam menertibkan emosi (marah) maka orang lain yang hendak menguasai emosi kita" Ato Basahona.
Tags:
Aktivitas