Konsep membangun Indonesia dari kawasan masing-masing aku adopsi dari buku Filsafat Lingkungan Hidup karya bapak Sonny Keraf yang juga penulis buku Etika Lingkungan Hidup dan beberapa buku yang lain.
Saya mempunyai beberapa buku karya ia tergolong dua judul buku yang aku sebutkan di atas. Saya sependapat dapat dengan rancangan pak Sonny Keraf pada buku Filsafat Lingkungan ialah untuk membangun lingkungan hidup di daerah dengan baik diperlukan orang-orang atau penduduk orisinil daerah tersebut. Artinya bahwa, kita merantau untuk menempuh pendidikan di luar daerah dan sesudah mampu secara ilmu wawasan harus kembali dan membangun kawasan masing-masing.
Saya menelaah lebih jauh lagi, bukan cuma perihal lingkungan hidup tetapi pada semua bidang dalam konteks pembangunan tempat secara khusus dan pembangunan negara dan bangsa Indonesia secara komprehensif. Secara psikologi insan, naluri seseorang yang lahir dan besar pada sebuah tempat dari beberapa keturunan sebelumnya akan lebih merasa memiliki tempat tersebut (penduduk orisinil) dari pada orang lain. Saya tidak menjustice sukuisme ! cuma dalam ranah naluri insan secara alamiah.
Lihat juga : Refleksi Indonesia Hari Ini Dengan Indonesia Masa Lalu
Misalnya saya yang lahir dan besar di Kepulauan Sula dari beberapa keterunan aku sebelumnya, saya akan lebih merasa peduli terhadap perkembangan kawasan daripada seorang yang bukan lahir dan cuma besar di kawasan saya atau lahir dan besar di daerah aku tapi cuma dari satu keterunan, misalnya orang tuanya datang mencari nafkah dan orang tersebut lahir.
Sekali lagi ini bukan perihal paham berlainan suku atau budaya, cuma perihal rasa mempunyai alasannya adalah kadang juga ada rasa mempunyai untuk membangun lebih besar dimiliki oleh pendatang dibandingkan dengan penduduk orisinil walau cuma sebagian kecil.
Membangun Indonesia dari kawasan masing-masing artinya bahwa pembangunan ketika ini seyogyanya dimulai dari tempat masing-masing. Ketika makin baik tingkat pembangunan kedaerahan maka akan menjadi Indonesia yang semakin berkembang dan maju. Seperti dulu masa ketika masih menjadi nusantara-nusantara yang lalu disatukan menjadi Indonesia lewat usaha bareng melawan penjajah dari persatuan tiap-tiap tempat hingga menjangkau kemerdekaan bareng yaitu Indonesia.
Realita dikala ini, kita mesti kembali berguru dari sejarah mirip itu, alasannya Indonesia yang andal disokong oleh daerah-tempat yang maju. Siapa yang akan berjuang untuk pertumbuhan tempat ? orang-orang yang lahir dan besar pada daerah tersebut atau penduduk orisinil kawasan tersebut. Apakah pendatang dihentikan ? niscaya boleh tetapi tetap harus didominasi oleh penduduk orisinil.
Lihat juga : Berbicara Lantang Arti Sumpah Pemuda Agar Dipahami, Dihayati dan Diamalkan
Hal ini sungguh berpeluang, mengenang ada kekuatan otonomisasi di dalamnya, daerah punya kesempatan untuk mengendalikan tata kelola pembangunan secara berdikari. Namun, perlu diingat dan digaris bawahi ! akan timbul pertanyaan, apakah orang-orang penduduk orisinil akan sungguh-sungguh bisa untuk membangun kawasan masing-masing ?
Saya tidak menjawab ! marilah kita sama-sama menjawab dalam diri sendiri, untuk menjadi insan yang memiliki kegunaan bagi nusa dan bangsa serta negara melalui kesadaran pembangunan kedaerahan demi mengembangkan tempat masing-masing sampai menjadi Indonesia yang lebih baik secara menyeluruh. Sumber https://www.atobasahona.com/
Saya mempunyai beberapa buku karya ia tergolong dua judul buku yang aku sebutkan di atas. Saya sependapat dapat dengan rancangan pak Sonny Keraf pada buku Filsafat Lingkungan ialah untuk membangun lingkungan hidup di daerah dengan baik diperlukan orang-orang atau penduduk orisinil daerah tersebut. Artinya bahwa, kita merantau untuk menempuh pendidikan di luar daerah dan sesudah mampu secara ilmu wawasan harus kembali dan membangun kawasan masing-masing.
Saya menelaah lebih jauh lagi, bukan cuma perihal lingkungan hidup tetapi pada semua bidang dalam konteks pembangunan tempat secara khusus dan pembangunan negara dan bangsa Indonesia secara komprehensif. Secara psikologi insan, naluri seseorang yang lahir dan besar pada sebuah tempat dari beberapa keturunan sebelumnya akan lebih merasa memiliki tempat tersebut (penduduk orisinil) dari pada orang lain. Saya tidak menjustice sukuisme ! cuma dalam ranah naluri insan secara alamiah.
Lihat juga : Refleksi Indonesia Hari Ini Dengan Indonesia Masa Lalu
Misalnya saya yang lahir dan besar di Kepulauan Sula dari beberapa keterunan aku sebelumnya, saya akan lebih merasa peduli terhadap perkembangan kawasan daripada seorang yang bukan lahir dan cuma besar di kawasan saya atau lahir dan besar di daerah aku tapi cuma dari satu keterunan, misalnya orang tuanya datang mencari nafkah dan orang tersebut lahir.
Sekali lagi ini bukan perihal paham berlainan suku atau budaya, cuma perihal rasa mempunyai alasannya adalah kadang juga ada rasa mempunyai untuk membangun lebih besar dimiliki oleh pendatang dibandingkan dengan penduduk orisinil walau cuma sebagian kecil.
Membangun Indonesia dari kawasan masing-masing artinya bahwa pembangunan ketika ini seyogyanya dimulai dari tempat masing-masing. Ketika makin baik tingkat pembangunan kedaerahan maka akan menjadi Indonesia yang semakin berkembang dan maju. Seperti dulu masa ketika masih menjadi nusantara-nusantara yang lalu disatukan menjadi Indonesia lewat usaha bareng melawan penjajah dari persatuan tiap-tiap tempat hingga menjangkau kemerdekaan bareng yaitu Indonesia.
Realita dikala ini, kita mesti kembali berguru dari sejarah mirip itu, alasannya Indonesia yang andal disokong oleh daerah-tempat yang maju. Siapa yang akan berjuang untuk pertumbuhan tempat ? orang-orang yang lahir dan besar pada daerah tersebut atau penduduk orisinil kawasan tersebut. Apakah pendatang dihentikan ? niscaya boleh tetapi tetap harus didominasi oleh penduduk orisinil.
Lihat juga : Berbicara Lantang Arti Sumpah Pemuda Agar Dipahami, Dihayati dan Diamalkan
Hal ini sungguh berpeluang, mengenang ada kekuatan otonomisasi di dalamnya, daerah punya kesempatan untuk mengendalikan tata kelola pembangunan secara berdikari. Namun, perlu diingat dan digaris bawahi ! akan timbul pertanyaan, apakah orang-orang penduduk orisinil akan sungguh-sungguh bisa untuk membangun kawasan masing-masing ?
Saya tidak menjawab ! marilah kita sama-sama menjawab dalam diri sendiri, untuk menjadi insan yang memiliki kegunaan bagi nusa dan bangsa serta negara melalui kesadaran pembangunan kedaerahan demi mengembangkan tempat masing-masing sampai menjadi Indonesia yang lebih baik secara menyeluruh. Sumber https://www.atobasahona.com/
Tags:
Opini