Paham Dosa...! Namun Pilihan Mesti Berhasil.

Jangan Aborsi Dong Ah! Masih sempat kulihat kepanikan terpancar mewarnai wajah gagahnya yang berhias padang janggut yang gres tercukur beberapa hari kemudian. Ah... Sakit...Sudaaah...!" semua gelap. Perih menggulung perutnya, rahimnya tepatnya, lenyap. busuk obat dan harum tubuhnya tercekat dipangkal hidungku.

Tujuh menit sebelumnya, Tahan ! Uda tamat. Tak usang lagi kau pasti bisa. "Simpan, itu ku paham Dosa kt perna melewati ini", Itu suara melewati gendang telinganya. Ternyata, semua itu getar semangat yang datang dari mengalirnya ucapan. Tapi, saya terlalu lelah, letih..."mengapa saya? Ini tidak adil Tuhan...! Aku belum mau mati Tuhan, rintih hatiku karam dalam ketakmampuan fisik. Senyap. Gelap.

Tiga hari sebelumnya, " Nikahi saya, honey!" ucap nya lebih selaku penegasan dibandingkan dengan usul. "Perutku semakin jadi. kau lihat? Kita tidak mampu menutupinya, honey. Kau harus beranggung jawab. Aku tidak mau membunuh lagi. Kita mesti kawin ! " amat sangat kata-katanya meluruhkan egoku.

Gemetar bibirku, ku jawab tidak ! Itu bentuk bujukan. " Honey, sabar yea ney. Kan ku tebus dulu pengorbanan orangtuaku. Usai itu, saya siap ney...! " ucapku dengan tangis membujuk.
Setiap selesai bercinta, katanya. " kenapa nggak di dengar? Aku bilang jangan curah di dalam bila tidak pakai pengaman " waawww sadis terangnya.

Gugatku ketus, setiap kali aku dengan seenaknya mencari kenikmatan, memang mengetahui suda sesudah usai ejakulasi berakhir nikmat.

Tanpa memikirkan apa yang pernah terjadi dahul, baru sesal fikir terlintas dengan senantiasa menghadirkan jawaban yang lumatan. Yea itu saya manusia lelaki.
Sambutnya, aku luruh. " oh laki-laki, kenapa kau kerjakan itu selalu dan selalu seolah sperma yang kau tumpahkan dalam rahimku yakni makanan yang mampu semaunya kumuntahkan kembali. " Ringisnya dalam hati yang terucap.

STOP..! Aku cinta kau. Aku cinta sebab padamu sudah kuberikan garansi kesucian ini. Dan itu dia janin, Yang tidak ku tahu waktu untuk berkembang dalam rahim mu. Dengan terpaksa salah kuakui, kubarter sebagai pengorbanan era depan kita berdua menuju keberhasilan. Aku cinta kau. Pun juga malam ini penuhi keinginanku. Aborsi...! I Love You (Baca Juga Tulisan Tri Saleh : Cuit...cuit...! Lelakai Tersenyum dan Hati Merasa)


Oleh : Tri Saleh

Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama