Rumput gajah (Pennisetum purpureum Schaum) berasal dari Afrika, tumbuhan ini diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1962, dan berkembang alami di seluruh dataran Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, rumput gajah merupakan flora hijauan utama pakan ternak yang memegang peranan yang amat penting, sebab hijauan mengandung nyaris semua zat yang diperlukan binatang (Mihran, 2008).
Rumput gajah diketahui dengan sebutan rumput Napier atau rumput Uganda yang memiliki umur panjang, berkembang tegak membentuk rumpun dan mempunyai rhizoma-rhizoma pendek. Dapat berkembang pada dataran rendah hingga kepegunungan. Toleransi terhadap tanah yang cukup luas asalkan tidak mengalami genangan air. Responsif kepada pemupukan nitrogen dan memerlukan pemeliharaan yang cermat. Pemberian pupuk kandang mampu memperbaiki perkembangan akarnya (Permadi, 2007).
Rumput gajah diketahui dengan sebutan rumput Napier atau rumput Uganda yang memiliki umur panjang, berkembang tegak membentuk rumpun dan mempunyai rhizoma-rhizoma pendek. Dapat berkembang pada dataran rendah hingga kepegunungan. Toleransi terhadap tanah yang cukup luas asalkan tidak mengalami genangan air. Responsif kepada pemupukan nitrogen dan memerlukan pemeliharaan yang cermat. Pemberian pupuk kandang mampu memperbaiki perkembangan akarnya (Permadi, 2007).
Rumput gajah tergolong flora tahunan membentuk rumpun yang terdiri 20-50 batang dengan diameter lebih kurang 2,3 cm. Tumbuh tegak dan lebat, batang diliputi perisai daun yang berbulu dan perakaran dalam. Tinggi batang mencapai 2-3 m, lebar daun 1,25-2,50cm serta panjang 60-90cm (vanis, 2007).
Tanaman hijauan pakan terutama jenis rumput, mampu dibudidayakan dengan biji, pols maupun stek. Stek ialah perbanyakan flora secara vegetatif dengan memakai sebagian batang, akar, atau daun yang dapat menjadi flora gres. Stek digunakan alasannya lebih mudah dan irit, sehingga cara ini dapat digunakan untuk penanaman rumput gajah dan rumput raja (Mufarihim et al, 2012).
Klasifikasi Rumput Gajah
Rumput gajah disebut juga Elephant grass, Uganda Grass, Napier grass, dan dalam bahasa latinnya yaitu Pennisetum purpereum, termasuk ordo : Ainthopyta, sub ordo : Angiospermae, family : Graminae, genus : Pennisetum dan spesies: Purpureum. Rumput gajah termasuk keluarga rumput-rumputan (graminae) yang sudah dikenal keuntungannya selaku pakan ternak. (Manglayang, 2005).
Kismono (1979) cit permadi (2007) mengemukakan bahwa varietas rumput gajah yang populer yakni: Varietas Afrika, Varietas Hawai dan Varietas Capricorn. Rumput gajah Varietas Hawai sungguh produktif dibandingkaan varietas lainya. Kandungan nutrient rumput gajah terdiri atas: bahan kering (BK) 19,9%; protein garang (PK) 10,2%; lemak agresif (LK) 1,6%; serat bergairah (SK) 34,2%; abu 11,7%; dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 42,3% (Rukmana, 2005).
Deskripsi Rumput Gajah
Rumput gajah mempunyai akar yang berkembang pada buku-buku dari batang yang merayap didalam tanah, eksistensi akar pada tanah akan mempercepat penutupan tanah, rumput gajah memiliki akar serabut yang mana mampu mengikat partikel dan membentuk jalinan serta mengangkat zat hara yang telah tercuci oleh air hujan kelapisan permukaan. Sifat ini sungguh mengguntungkan karna dapat menyuburkan tanah. Terbukti di Urganda setelah penanaman rumput gajah selama tiga tahun, lalu ditanami tanaman pertanian, menunjukan peningkatan hasil yang aktual (Rahayu 2001).
Rumput gajah berkembang tegak ibarat tebu dan dapat tumbuh mencapai 2-5 m, gampang berkembang biak, berdaun lebar, tipis dan mempunyai tulang daun. Rumput gajah memiliki batang bulat berkayu dan berbuku-buku dimana dari buku tersebut nantinya akan keluar tunas baru yang lalu yang hendak menjadi batang baru. Diameter batang mampu mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas/buku (Manglayang, 2005).
Lihat juga : Cara Menanam Rumput Gajah Odot
Efendi (2001) menyertakan batang rumput gajah ditutupi perisai daun yang agak berbulu. Rangkum bunga bertipe tandan dengan warna keemasan, sedangkan dalam berupa biji yang berisi cuma mampu dicapai jikalau berkembang pada ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan maritim, bentuk daun kebanyakan panjang menyerupai pita dan berbulu, panjang daun mampu mencapai 30- 120 cm dengan lebar kurang dari 30 cm.
Syarat Tumbuh Rumput Gajah
Rumput gajah dapat berkembang pada ketinggian 0-3000 m di atas permukaan laut (dataran rendah sampai dataran tinggi), dan berkembang baik pada tanah subur dan tidak terlalu liat, pH tanah lebih kurang 6,5 dengan curah hujan sekitar 1000mm/tahun. Daya adaptasi sangat luas mulai dari jenis tanah tekstur ringan, sedang hingga berat, dan tanah yang kurang subur serta dikelola dengan kurang baik rumput gajah masih tetap menciptakan hijauan yang tinggi. Kondisi tanah yang dibutuhkan untuk menghasilkan buatan yang optimal yakni tanah yang lembab, kelembapan yang diharapkan oleh rumput gajah ialah 60-70% (Vanis, 2007).
Rumput gajah ialah flora yang membutuhkan hari dengan siang hari yang pendek, dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam. Namun, kelancaran hidup serbuk sari sungguh kurang dan barangkali inilah penyebab utama dari penentuan biji yang lazimnya buruk, selain itu, kecambahnya lemah dan lambat. Oleh sebab itu rumput ini ditanam secara vegetatif. Jika ditanam pada kondisi baik, bibit vegetatif tumbuh dengan segera dan mampu meraih ketinggian beberapa meter dalam waktu 2 bulan (Mannetje & Jones, 2000 cit Aromdhana, 2006).
Sumber https://www.atobasahona.com/
Tanaman hijauan pakan terutama jenis rumput, mampu dibudidayakan dengan biji, pols maupun stek. Stek ialah perbanyakan flora secara vegetatif dengan memakai sebagian batang, akar, atau daun yang dapat menjadi flora gres. Stek digunakan alasannya lebih mudah dan irit, sehingga cara ini dapat digunakan untuk penanaman rumput gajah dan rumput raja (Mufarihim et al, 2012).
Klasifikasi Rumput Gajah
Rumput gajah disebut juga Elephant grass, Uganda Grass, Napier grass, dan dalam bahasa latinnya yaitu Pennisetum purpereum, termasuk ordo : Ainthopyta, sub ordo : Angiospermae, family : Graminae, genus : Pennisetum dan spesies: Purpureum. Rumput gajah termasuk keluarga rumput-rumputan (graminae) yang sudah dikenal keuntungannya selaku pakan ternak. (Manglayang, 2005).
Kismono (1979) cit permadi (2007) mengemukakan bahwa varietas rumput gajah yang populer yakni: Varietas Afrika, Varietas Hawai dan Varietas Capricorn. Rumput gajah Varietas Hawai sungguh produktif dibandingkaan varietas lainya. Kandungan nutrient rumput gajah terdiri atas: bahan kering (BK) 19,9%; protein garang (PK) 10,2%; lemak agresif (LK) 1,6%; serat bergairah (SK) 34,2%; abu 11,7%; dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 42,3% (Rukmana, 2005).
Deskripsi Rumput Gajah
Rumput gajah mempunyai akar yang berkembang pada buku-buku dari batang yang merayap didalam tanah, eksistensi akar pada tanah akan mempercepat penutupan tanah, rumput gajah memiliki akar serabut yang mana mampu mengikat partikel dan membentuk jalinan serta mengangkat zat hara yang telah tercuci oleh air hujan kelapisan permukaan. Sifat ini sungguh mengguntungkan karna dapat menyuburkan tanah. Terbukti di Urganda setelah penanaman rumput gajah selama tiga tahun, lalu ditanami tanaman pertanian, menunjukan peningkatan hasil yang aktual (Rahayu 2001).
Rumput gajah berkembang tegak ibarat tebu dan dapat tumbuh mencapai 2-5 m, gampang berkembang biak, berdaun lebar, tipis dan mempunyai tulang daun. Rumput gajah memiliki batang bulat berkayu dan berbuku-buku dimana dari buku tersebut nantinya akan keluar tunas baru yang lalu yang hendak menjadi batang baru. Diameter batang mampu mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas/buku (Manglayang, 2005).
Lihat juga : Cara Menanam Rumput Gajah Odot
Efendi (2001) menyertakan batang rumput gajah ditutupi perisai daun yang agak berbulu. Rangkum bunga bertipe tandan dengan warna keemasan, sedangkan dalam berupa biji yang berisi cuma mampu dicapai jikalau berkembang pada ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan maritim, bentuk daun kebanyakan panjang menyerupai pita dan berbulu, panjang daun mampu mencapai 30- 120 cm dengan lebar kurang dari 30 cm.
Syarat Tumbuh Rumput Gajah
Rumput gajah dapat berkembang pada ketinggian 0-3000 m di atas permukaan laut (dataran rendah sampai dataran tinggi), dan berkembang baik pada tanah subur dan tidak terlalu liat, pH tanah lebih kurang 6,5 dengan curah hujan sekitar 1000mm/tahun. Daya adaptasi sangat luas mulai dari jenis tanah tekstur ringan, sedang hingga berat, dan tanah yang kurang subur serta dikelola dengan kurang baik rumput gajah masih tetap menciptakan hijauan yang tinggi. Kondisi tanah yang dibutuhkan untuk menghasilkan buatan yang optimal yakni tanah yang lembab, kelembapan yang diharapkan oleh rumput gajah ialah 60-70% (Vanis, 2007).
Rumput gajah ialah flora yang membutuhkan hari dengan siang hari yang pendek, dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam. Namun, kelancaran hidup serbuk sari sungguh kurang dan barangkali inilah penyebab utama dari penentuan biji yang lazimnya buruk, selain itu, kecambahnya lemah dan lambat. Oleh sebab itu rumput ini ditanam secara vegetatif. Jika ditanam pada kondisi baik, bibit vegetatif tumbuh dengan segera dan mampu meraih ketinggian beberapa meter dalam waktu 2 bulan (Mannetje & Jones, 2000 cit Aromdhana, 2006).