Pengertian Terumbu Karang Berdasarkan Para Ahli

Terumbu karang yaitu suatu ekosistem yang memiliki sifat yang sangat menonjol ialah produktifitas dan keragaman jenis biotanya yang tinggi. Hewan Karang yang ialah unsur utama pembentuk terumbu karang berkembang di perairan tropis yang hangat di mana mereka sering menjadi penghuni mayoritas di dasar perairan (Mapstone G.M., 1990).

Kenchington dan Hudson (1984) menyatakan bahwa terumbu karang mungkin ialah ekosistem yang paling produktif di dunia. Mereka memperkirakan 10 % hasil perikanan di dunia diperoleh dari terumbu karang atau tempat yang berhubungan dengan terumbu karang. Sukarno dkk (1981) menerangkan, terumbu karang merupakan ekosistem khas perairan tropis yang mempunyai diversifikasi taksonomik dan produktifitas yang tinggi, serta bernilai estetika yang tinggi. Selain itu, selaku lingkungan hidup, terumbu karang memiliki fungsi untuk menjadi tempat tinggal, daerah berlindung dan berkembang biota di dalamnya.

Indonesia secara keseluruhan ialah perairan yang memiliki kekayaan jenis karang terbesar di dunia (Suharsono, 1996). Keanekaragaman biota di kawasan terumbu karang adalah sumber perikanan dan sumber kehidupan bagi nelayan setempat. Sebagai sumber masakan, berbagai jenis ikan, moluska, krustasea, ekhinodermata, dan rumput bahari sudah dimanfaatkan untuk digunakan sendiri atau diperdagangkan dalam memenuhi kehidupan keluarga bagi penduduk yang mempunyai terumbu karang. Selain itu, sumberdaya terumbu karang dengan biotanya yang beragam memberi banyak kegunaan sebagai sumber obat-obatan yang menunjang industri farmasi, daerah wisata dengan nilai alami untuk industri pariwisata, menunjang kebudayaan, tempat perkembangbiakan, pemijahan, dan pengerjaan sarang biota bahari; mempunyai prosedur pengontrol erosi pantai secara alami; selaku daerah yang menunjang transpor maritim, dijadikan pelabuhan, dan kawasan penambangan karang, petroleum, materi pasir, dan logam dasar. Terumbu karang yang sehat mampu menghasilkan rata-rata US $ 15.000 per km2 per tahun. Sedangkan nilai pariwisatanya di Indonesia diperkirakan antara US $ 3.000 – 500.000 per km2. Sebagai penetralisir kekuatan angin dan gelombang sehingga ialah pelindung pantai dari abrasi, Indonesia diperkirakan meminimalisir US $ 25.000 – 550.000 (Anonim, 1998). Diperkirakan nilai hemat terumbu karang Indonesia + US $ 1.600.000.000 (Wilkinson, 1998).

Ekosistem terumbu karang yakni lingkungan alami yang meningkat namun dapat diubah oleh insan dengan pemanfaatan yang tidak rasional. Hal inilah yang menimbulkan duduk perkara betapa pentingnya pemeliharaan produktivitas terumbu karang sebagai prioritas dalam seni manajemen konservasi dunia. Odum (1971) menyebutkan bahwa ekosistem terumbu karang mempunyai daya pulih yang sangat rendah terhadap kerusakan yang terjadi di dalamnya. Terumbu Karang di Indonesia yang masih tergolong pada kategori yang sungguh cantik cuma tersisa 6%, dan termasuk keadaan elok 24% (Anonim, 1998).

Dengan memperhatikan beranekaragamnya kegunaan di atas, maka dipandang perlu suatu administrasi terumbu karang jika kita sungguh-sungguh mengkhawatirkan adanya hal-hal yang mengancam mirip sedimentasi dari hutan; balasan pembangunan, acara budidaya, kelebihan penangkapan biota laut, eutrofikasi akibat limbah organik; pergantian sirkulasi air secara alami, kontaminasi oleh minyak, pestisida, bahan kimia lain, kontaminasi bahan radioaktif, dan koleksi dari karang; moluska, ikan-ikan hias, dan bagian-komponen lainnya. Pengelolaan terumbu karang adalah suatu upaya penyusunan rencana, penataan, pemanfaatan dan pengawasan terumbu karang yang menganut prinsip-prinsip keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian, sesuai dengan prinsip aturan yang berlaku dan melibatkan aneka macam pihak yang berkepentingan tergolong masyarakat lokal (Anonim, 1997).

Keanekaragaman biota yang sungguh tinggi memperlihatkan ekosistem terumbu karang ialah cadangan plasma nutfah yang kaya dan diharapkan untuk menunjang keperluan hidup insan. Maka dalam pemanfaatan sumberdaya ini harus dijalankan secara hati-hati. Untuk itu diperlukan asas ekologi dan ekonomi yang sebanding guna menjamin kebutuhan insan kurun sekarang dan akan tiba, serta ditunjang oleh asas budaya dimana generasi kini bertanggung jawab mengorganisir sumberdaya dengan baik untuk diwariskan secara utuh ke generasi yang akan datang.

Saat ini, ekosistem terumbu karang secara terus menerus menerima tekanan akibat aneka macam kegiatan manusia baik secara pribadi atau tidak eksklusif. Laju kemajuan masyarakatyang tinggi dengan sendirinya mernbutuhkan berbagai sumberdaya untuk menyanggupi keperluan pangan maupun papan. Peningkatan penggunaan sumberdaya karang oleh penduduk secara setempat dan kebutuhan pembangunan yang berkembangterus seringkali tidak mengamati kelestarian sehingga perlu adanya peraturan dan manajemen yang mencukupi.

Untuk itu, rencana konservasi dan pengelolaan terumbu karang yang mantap sangat penting untuk pemanfaatan sumber daya terumbu karang yang terlanjutkan. Ekosistem terumbu karang yang merupakan sistem produksinya kaya. untuk perikanan lokal, dan bila habitat itu berfungsi dengan baik, sediaan ikan terumbu karang Indonesia akan seterusnya menunjukkan keuntungan ekonomi dan sosial di seluruh negeri untuk tahun mendatang. Begitu juga akan ada keuntungan sosial yang terus mengalir dari sumberdaya terumbu karang, misalnya selaku penunjang cara hidup tradisional pada masyarakat terpencil di seluruh kepulauan Indonesia. Dengan administrasi yang bijaksana, habitat terumbu karang dapat dikonservasi, dipelihara dan dikembangkan sehingga aneka macam kenikmatan yang disajikan oleh terumbu karang akan menawarkan keuntungan yang terus menerus meningkat terhadap negara. Salah satu taktik yang bagus untuk ditetapkan dalam pengelolaan terumbu karang yakni pembentukan daerah yang dilindungi. Kawasan ini akan menjamin kelestarian terumbu karang dalam memenuhi kebutuhan umat insan, dengan mengamati beberapa pertimbangan.

Pertimbangan-pendapatyang perlu dipikirkan selaku sasaran manajemen sumberdaya periode kini dan akan tiba adalah menyangkut pertanyaan-pertanyaan Apakah keuntungan bagi masyarakat yang mempunyai terumbu karang, dan laba bagi kawasan? Apakah ada efek pada masyarakat dengan penutupan tempat terumbu karang? Apakah adanya pengganti dengan menghalangi luas terumbu karang yang dapat dimanfaatkan oleh penduduk ?

Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama