Laporan keuangan berisi sejumlah kegiatan yang berhubungan dengan duit masuk (pendapatan) dan duit keluar (biaya-ongkos), sehingga terlihat besaran angka-angka yang mampu menerangkan keuangan perusahaan dalam dalam sebuah masa.
Oleh karena itu harus mampu menyuguhkan pembukuan keuangan secara terencana sehingga dapat melihat kegiatan keuangan perusahaan.
Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan ialah laporan yang menunjukkan kondisi dan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu dikala atau kurun tertentu. Dalam laporan keuangan termuat informasi perihal jumlah kekayaan dan jenis-jenis kekayaan baik jangka panjang maupun jangka pendek serta ekuitas atau modal yang dimiliki perusahan tersebut.
Selain itu, pembukuan keuangan juga menawarkan isu wacana hasil-hasil usaha yang diperoleh perusahaan dalam suatu kurun tertentu dan ongkos-ongkos atau beban yang dikeluarkan untuk memperoleh hasil tersebut.
Jadi, dari pembukuan keuangan tergambar kinerja administrasi masa kemudian yang sekaligus merupakan gambaran kinerja ke depan. Laporan yang dihidangkan akan dinilai melalui rasio-rasio keuangan yang ada sehingga akan diketahui kondisi keuangan perusahaan yang bahwasanya.
6 Tujuan Laporan Keuangan
Laporan keuangan bermaksud untuk memperlihatkan info keuangan suatu perusahaan secara lengkap dan detail, baik kepada pemilik, manajemen, maupun pihak luar yang berkepentingan kepada laporan tersebut.
Pembuatan masing-masing laporan keuangan mempunyai tujuan tersendiri. Secara lazim tujuan pengerjaan pembukuan keuangan yaitu sebagai berikut :
Terdapat dua komponen dalam laporan keuangan yaitu neraca dan laporan laba-rugi.
Sumber https://www.atobasahona.com/
Oleh karena itu harus mampu menyuguhkan pembukuan keuangan secara terencana sehingga dapat melihat kegiatan keuangan perusahaan.
Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan ialah laporan yang menunjukkan kondisi dan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu dikala atau kurun tertentu. Dalam laporan keuangan termuat informasi perihal jumlah kekayaan dan jenis-jenis kekayaan baik jangka panjang maupun jangka pendek serta ekuitas atau modal yang dimiliki perusahan tersebut.
Selain itu, pembukuan keuangan juga menawarkan isu wacana hasil-hasil usaha yang diperoleh perusahaan dalam suatu kurun tertentu dan ongkos-ongkos atau beban yang dikeluarkan untuk memperoleh hasil tersebut.
Jadi, dari pembukuan keuangan tergambar kinerja administrasi masa kemudian yang sekaligus merupakan gambaran kinerja ke depan. Laporan yang dihidangkan akan dinilai melalui rasio-rasio keuangan yang ada sehingga akan diketahui kondisi keuangan perusahaan yang bahwasanya.
6 Tujuan Laporan Keuangan
Laporan keuangan bermaksud untuk memperlihatkan info keuangan suatu perusahaan secara lengkap dan detail, baik kepada pemilik, manajemen, maupun pihak luar yang berkepentingan kepada laporan tersebut.
Pembuatan masing-masing laporan keuangan mempunyai tujuan tersendiri. Secara lazim tujuan pengerjaan pembukuan keuangan yaitu sebagai berikut :
- Memberikan infromasi keuangan ihwal jumlah aktiva (harga) dan jenis-jenis aktiva
- Memberikan gosip wacana jumlah keharusan, jenis-jenis kewajiban dan jumlah modal
- Memberikan isu perihal hasil perjuangan yang tercermin dari jumlah pendapatan yang diperoleh dan sumber-sumber pendapatan.
- Memberikan berita ihwal jumlah ongkos yang dikeluarkan, berikut jenis-jenis ongkos dalam abad tertentu
- Memberikan info tentang pergantian-pergeseran yang terjadi dalam aktiva, keharusan dan modal sebuah perusahaan
- Memberikan info ihwal kinerja manajemen dalam sebuah masa dari hasil pembukuan keuangan yang disuguhkan.
Dari pembukuan keuangan akan tergambarkan keadaan keuangan suatu perusahaan, sehingga mempermudah untuk menilai kinerja manajemen perusahaan yang bersangkutan.
4 Jenis-Jenis Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang harus disajikan oleh sebuah perusahaan terdiri berbagai macam. Masing-masing jenis pembukuan keuangan memiliki bentuk dan berisi komponen-komponen yang telah dipersyaratkan. Jenis-jenis laporan yang ada selaku berikut :
Neraca
Neraca merupakan laporan yang memberikan posisi keuangan perusahaan pada tenggal tertentu. Posisi keuangan yang maksud adalah posisi aktiva (harta), pasiva (keharusan) dan ekuitas (modal) sebuah perusahaan. Penyusutan unsur di dalam neraca biasannya didasarkan pada tingkat likuidas dan jatu temponya.
Laporan Laba - Rugi
Laporan laba - rugi merupakan pembukuan keuangan yang menggambarkan hasil perjuangan dalam suatu periode tertentu. Dalam laporan ini tergambar jenis atau sumber-sumber pemasukan dan jumlah pemasukan perusahan serta jenis-jenis ongkos dan jumlah biaya yang dikeluarkan.
Jadi, pada dasarnya laporan laba - rugi berisi komponen pendapatan yang diperoleh dan biaya yang sudah dikeluarkan dalam sebuah masa tertentu (semester atau tahun).
Laporan Arus Kas
Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua faktor yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan. Baik yang besar lengan berkuasa langsung atau tidak berpengaruh pribadi terhadap kas. Laporan arus kas mesti disusun berdasarkan rancangan kas selama kurun laporan.
Laporan Perubahan Modal
Laporan ini berisi catatan terjadinya perusahan modal di perusahaan. Perubahan modal disebabkan berbagai faktor, misalnya adanya penjualan sejumlah saham yang gres atau sebaliknya yakni penarikan saham yang usang.
2 Komponen Laporan Keuangan
Terdapat dua komponen dalam laporan keuangan yaitu neraca dan laporan laba-rugi.
Secara garis besar neraca menggambarkan jumlah harta di posisi aktiva dan jumlah hutang serta modal di posisi pasiva. Komponen harta yang tergambar di posisi aktiva yaitu selaku berikut :
1. Aktiva tanpa hambatan terdiri dari :
- Kas
- Bank (rekening giro dan simpanan)
- Deposito berjangka
- Surat-surat berguna
- Piutang atau kredit yang diberikan
- Persediaan
- Biaya yang dibayar di wajah
- Pendapatan yang masih mesti diterima, dan
- Aktiva tanpa gangguan lainnya
2. Penyertaan
3. Aktiva tetap berisikan :
a. Aktiva tetap berwujud yakni :
- Tanah
- Mesin
- Bangunan
- Peralatan
- Akumulasi penyusutan
- Aktiva tetap yang lain
b. Aktiva tetap tidak berwujud
- Googwill
- hak cipta
- merek jualan
Laporan Laba Rugi
Berikut bagian-bagian yang terdapat dalam sebuah laporan laba rugi :
1. Penjualan (pemasukan)
2. Harga Pokok Penjualan (HPP)
3. Laba kotor
4. Biaya operasi tediri dari :
- biaya biasa
- biaya pemasaran
- biaya sewa
- ongkos manajemen
5. Laba kotor operasional
6. Penyusutan (depresiasi)
7. Pendapatan higienis operasi
8. Pendapatan lainnya
9. Laba sebelum bungan dan pajak
10. Biaya bunga berisikan :
- bunga wesel
- bunga bank
- bunga hipotek
- bunga obligasi
- bunga lainnya
11. Laba sebelum pajak
12. Pajak
13. Laba sesudah bunga pajak
14. Laba per lembar saham
Pihak Berkepentingan
Pembuatan dan penyusunan laporan keuangan ditujukan untuk memenuhi kepentingan banyak sekali pihak, baik pihak dalam perusahaan maupun pihak luar perusahaan. Pihak dalam perusahaan yang paling berkepentingan adalah pemilik perusahaan dan administrasi itu sendiri. Pihak luar ialah pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan baik pribadi maupun tidak pribadi.
Pada prakteknya pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap pembukuan keuangan perusahaan ialah sebagai berikut :
- Pemegang saham
- Manajemen
- Kreditor
- Pemerintah
- Karyawan
- Investor
Demikian penjelasan wacana pengertian pembukuan keuangan, tujuan pembukuan keuangan, Jenis-Jenis pembukuan keuangan dan bagian pembukuan keuangan serta pihak-pihak yang memerlukan.