Pohon Jabon Putih (Anthocephalus Cadamba)

Jabon putih Anthocephalus cadamba (Miq) tergolong ke dalam famili Rubiaceae. Secara lengkap susunan pembagian terstruktur mengenai jabon putih yakni sebagai berikut :

Klasifikasi Ilmiah


Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Rubiales

Famili : Rubiaceae

Genus : Anthocephalus

Spesies : Anthocephalus cadamba


Nama lokal

Jabon mempunyai aneka macam nama kawasan, antara lain: jabun, hanja, kelampeyan, kelampaian (Jawa); galupai bengkal, harapean, johan, kiuna, serebunaik, lampaian, selapaian, pelapaian (Sumatera); ilan, kelampayan, taloh, tawa telan, tuak, tuneh, tuwak (Kalimantan); bance, pute, loeraa, pontua, sugi manai, pekaung, toa (Sulawesi); gumpayan, kelapan, mugawe, sencari (NTB); aparabire, masarambi (Papua) (Martawijaya dkk, 1989), karumama (Tonsea, Tondano); le’o (Tontemboan); ahera/dahera (Tonsawang); boyokia (Bolaang Mongondou).

Lihat juga :


Jabon Merah ( Anthocephalusmacrophyllus )

Penyebaran

Jabon mempunyai sebran alami yang luas, mulai dari India sampai Papua New Guinea, yakni: Nepal, Bengal, Assam, Ceylon, Vietnam, Burma, Semenanjung Malaya, Serawa, Sabah, Indonesia, Filipina, Papua New Guinea, China, dan Australia. Walaupun China bukan tergolong Negara habitat orisinil jabon, tetapi jabon masi mampu tumbuh di sana di luar habitat alaminya, jabon juga sudah di tanam di Costa Rica, Puerto Rica, Afrika Selatan, Surianame, Taiwan, dan Venezuela. Di Indonesia sendiri, jabon ternyata memiliki tempat penyebaran alami hampir di seluruh wilayah Indonesia, Sumatera, Jawa Barat dan Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Papua. Di Maluku, terdapat sebaran jabon jenis A. Macrophyllus yang di kenal dengan sebutan jabon .

Morfologi Jabon Putih


a. Batang

Batang jabon putih mempunyai permukaan kayu yang licin serta arah yang tegak lurus. Batang ini berwarna putih kekuningan seperti meranti kuning mudah di kupas, di keringkan, di rekatkan, serta bebas dari cacat mata kayu dan susutnya rendah. Ia bahkan tidak membutuhkan pemangkasan karna pada periode kemajuan cabang akan rontok sendiri. (Raharja, 2011).

b. Daun dan Tajuk

Bentuk tajuk jabon putih mirip payung dengan metode percabangan melingkar daunya tidak lebat dengan panjang 13 - 32 cm.

c. Buah dan Bunga

Pohon jabon putih berbuah setiap tahun pada bulan juni - agustus. Buahnya merupakan buah majemuk berbentuk bundar dan lunak, serta mengandung biji yang sungguh kecil sedangkan jumlah biji keing udara yaitu 18 – 26 juta butir per kg, dan jumlah buah adalah 33 butir per kg. Buah yang berskala sedang mampu menciptakan sekitar 8300 pohon. Biji yang telah di kerinkan dan disimpan pada tempat yang tertutup rapat dalam ruangan yang sejuk mampu tahan selama 1 tahun bunga berwarna jingga berskala kecil, berkelopak rapat dan berupa bundar.

d. Akar

Tanaman jabon putih mempunyai dua jenis akar, ialah akar tunggang dan akar lateral. Akar tunggang ialah akar yang tumbuh ke bawah dan biasanya berukuran besar. Fungsi terutama menegakan flora supaya tidak mudah roboh. Sedangkan akar lateral merupakan akar yang berkembang ke samping untuk mencari air dan komponen hara. Pada akar tunggang dan lateral, biasanya juga berkembang akar – akar serabut atau sering di sebut dengan rambut akar yang menolong menyerap bagian hara.

Syarat tumbuh

Dalam hal kawasan berkembang jabon putih memiliki toleransi yang cukup baik, adalah pada ketinggian dengan kisaran 0 - 1000 m dpl, tetapi ketinggian maksimal yang menunjang produktivitasnya yakni kurang dari 500 m dpl. Kondisi lingkungan tumbuh yang di butuhkan jabon putih yakni tanah lempung, podsolik cokelat, dan alufial lembab yang lazimnya terpenuhi di kawasan pinggir sungai, kawasan peralihan antara tanah rawa, dan tanah kering yang kadang kala tergenangi air. Umumnya jabon putih di dapatkan di hutan sekunder dataran rendah dan di jumpai di dasar lembah, sepanjang sungai punggung – punggung bukit.

a. Tanah

Secara lazim, fungsi utama tanah untuk pertanian di antaranya selaku sumber unsur hara, selaku media daerah akar, daerah air tanah tersimpan, serta kawasan bagian-bagian hara dan air.

Secara spesifik, jabon putih tidak memeliki sarat berkembang yang khusus.Jabon putih lebih gampang beradabtasi tarhadap keadaan lingkungan yang kurang baik di bandingkan daripada flora hutan penghasil kayu lainnya.Optimalnya, jabon putih di tanam ditanam di tanah yang subur, banyak mengandung komponen hara mineral, serta memiliki takstur dan struktur tanah yang baik.Namun, jabon putih pun dapat berkembang di tanah aluvial berair, mirip di pinggir sungai sungai dan di tempat peralihan antara tanah rawa dan tanah kering yang adakala digenangi air.Jabon putih relatif tahan kepada kelemahan oksigen tertentu dalam tanah.

a. Iklim

Iklim dan cuaca di pengaruhi oleh pancaran radiasi matahari, komposisi atmosfir, dinamika lautan, air, salju, bentuk atau kontur permukaan bumi, serta interaksi antarkomponen tersebut melalui proses fisika, kimia, dan biologi.

Jabon putih ialah salah satu jenis tanaman hutan yang berkembang baik di tempat tropis. Jabon putih termasuk tumbuhan pionir yang mampu membentuk koloni di hutan alam. Suhu lingkungan optimum untuk kemajuan jabon putih sekitar 21 – 26 C. Ketinggian lahan optimal untuk lokasi budidaya jabon putih sekitar 10 – 900 meter dari permukaan bahari (dpl).

Keunggulan jabon putih

Dibandingkan jenis-jenis kayu lainnya, kayu jabon putih merupakan jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat. Kayu jabon putih berbatang silinder dan lurus, serta berwarna putih kekuningan tanpa tampakserat. Kayu ini sangat baik untuk pembuatan kayu lapis maupun kayu gergajian.

Diameter batang jabon putih mampu tumbuh berkisar 10 cm per tahun. Masa buatan jabon putih pun singkat (fast growing species), adalah cuma 4-5 tahun. Jabon putih bahkan tidak memerlukan pemangkasan alasannya adalah pada abad pertumbuhan cabang akan rontok sendiri (self purning).

Jabon putih dapat berkembang baik pada ketinggian 0-1.000 m dpl. Ia juga bisa di tanam padaketinggian lebih dari 1.000 m dpl, tetapi kemungkinan besar pertumbuhannya kurang optimal.

Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama