Dengan kata-kata memperhatikan malam,
bintangpun jatuh menjamah acuh taacuh lautan.
Semoga bukan bintang yang pernah
dirimu tunjuk ketika disisi.
Ku kembali berkutat dengan kata-kata,
memeluk sunyi dalam segelas kopi,
memungut sisa senyummu di kepala
tentram yang pernah temaniku di sini
Memeluk harum aroma kopi pasti
memelukmu yang berbekas bangku tak
bertuan antaraku dengan kata-kata
Tak perlu merasa galau nantikan angin
hantarkan kata dalam kepala yang ku
pungut dengan mengeja senyum dalam
segelas kopi.
Biarlah terkenang dahulu kopi yakni
argumentasi agar kita bisa bertemu, bareng
tertawa merayakan jumpa
Semoga bukan bintang yang pernah
dirimu tunjuk ketika disisi.
Ku kembali berkutat dengan kata-kata,
memeluk sunyi dalam segelas kopi,
memungut sisa senyummu di kepala
tentram yang pernah temaniku di sini
Memeluk harum aroma kopi pasti
memelukmu yang berbekas bangku tak
bertuan antaraku dengan kata-kata
Tak perlu merasa galau nantikan angin
hantarkan kata dalam kepala yang ku
pungut dengan mengeja senyum dalam
segelas kopi.
Biarlah terkenang dahulu kopi yakni
argumentasi agar kita bisa bertemu, bareng
tertawa merayakan jumpa
Salam kopi hitam
Penulis : Awin Buton
Sumber https://www.atobasahona.com/
Penulis : Awin Buton
Tags:
Tulisan Sahabat