Puisi Puncak Melepas Pelukan Rasa

Waktu itu bersama kita dengan harapan tertuju puncak langit tak terbendung tantangan.

Kemarin memberanikan diri melukis dongeng dengan tinta tak positif hingga berimajinasi menggantungkan pertemuan kembali.

Kemarin pula kita mungkin mempertanyakan tanya yang telah terlewati sembari mendatangkan argumentasi gres. Aku tak demikian

Waktu memang tak pernah mau di perintah ego, alasannya adalah waktu tak mampu berkompromi dengan kenyataan kita.


Maka umbarlah alasanmu maka akan ku pilih jalan terbaik menenangkan gusar gundamu.

Jangan lagi kau ganjal tawarkan rasa berubah sebagai pertemanan karena aku tak mampu. Sebab rasa ini akan menggoda menyiksa kita.

Mungkin dikala ini kau tak yakin lidahku sebab kau tak lihat hatiku, dengan itu lepaslah tanpa meminta.



Ingin ku teriak pada kepekaanmu. Kenapa tak kau lihat mata kataku yang terpaku?

Aku tak bermaksud menjahati hatimu, andai ku terima tawaranmu maka pastilah saya tak dapat menjawab alasanmu.

Ingin terus ku peluk rasa bersama ini tanpa tawar apapun tetapi mesti kucari tanggapan dan inilah penenang bagimu.



Penulis: Awin Buton

Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama