Refleksi Dongeng Hidup Chaerul Saleh Sang Pelaku Rengasdengklok

Chaerul Saleh seorang tokoh berasal dari Minang Kabau lahir pada tanggal 13 septempber 1916 di Sawalunto, Sumatera Barat. Wafat di usia 50 tahun tepat Februari 1967 dalam posisi sebagai tahanan politik dengan dalil menteri yang mendukung kebijakan Soekarno yang Pro-Komunis pada kala Kepresidenan Soeharto kalah itu.

Kipra Chaerul Saleh terbilang cukup menohok, dalam abad perjuangan dari Ketua Persatuan Pemuda Pelajar Indonesia (1940-1942). Pernah menjadi anggota kalangan PUTERA yang dipimpin Ir. Soekarno, M. Hatta, KH. Mas mansyur dan Ki Hajar Dewantoro yang berjuang melawan tirani jepang pada kurun usaha revolusi.

Bagi sebagian orang yang pernah membaca kejadian rengasdengklok. Pasti mengenal seorang Chaerul Saleh. Peristiwa dimana kalangan cowok mirip Sukarni dan Wikana dari Kalibata 31 menculik kedua tokoh Soekarno dan M. Hatta menuntut agar secepatnya membaca proklamasi segera. Salah satu dari dua nama pemuda diatas ialah Chaerul Saleh.

Lihat juga : Refleksi Momentum 17 Agustus Sebagai Semangat Perjuangan

Di abad usaha seorang perjaka ini pernah dibuang ke jerman atas sikap kritisnya untuk menolak Konverensi Meja Bundar (KMB). Dalam proses pembuangannya Chaerul mengambil potensi melajutkam studi di Universitas BONN Jerman dan diselah itu membentuk organisasi pelajar di mancanegara dan diberi nama PPI perhimpunan Pelajar Indonesia yang terdapat disetiap literatur sejarah indonesia yang kita baca.

Sepulang dari pembuangan, Chaerul populer sebagai tokoh sosialis cemerlang kemudian diangkat sebagai Menteri Negara Urusan Veteran 'Kabinet Juanda' dan dilanjut Menteri Muda Perindustrian Dasar dan Pertambangan Indonesia hingga menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementar (MPRS) pertama negara indonesia di jaman pemerintahan Ir. Soekarno.

Seiring menanjak karirnya Chaerul di angkat sebagi Wakil Perdana Menteri III pada bulan Juli 1964 dan mengalami intrik politik kekuasan sarat dinamika dimana usaha menjadi Wakil Perdana Menteri I yang dipegang oleh Soebandrio periode itu dan sekaligus mempertahankan ketika-waktu Hatta plus PKI muncul selaku penantang baru politik kekuasannya, puncak dari intrik politiknya Chaerul mengeluarkan berkas yang berjudul 'Resume Program dan Kegiatan PKI Dewasa Ini' yang di dalamnya terdapat maksud Kudeta terhadap Presiden abad itu sebagai alat menghentikan gerakan PKI.

Dalam insiden 30 September. Peristiwa pembunuhan beberapa petinggi militer nama Chaerul di isukan terdapat dalam daftar planning pembunuhan tetapi pemimpin PKI D. N aidit melaksanakan perubahan ataupun membatalnya sebab Cheaerul sedang berada diluar negara.

Dalam perjalanannya Chaerul di tangkap dan di penjarakan tanpa proses apapun pada 18 maret 1966 oleh pemerintahan soeharto dengan tuduhan pro Komunis bareng Soekarno dan meninggal pada 8 Februari 1967 dengan status tahanan politik.

Lihat juga : Refleksi Singkat Turun Kejalan 4 November 2016 Jakarta

Tulisan ini bukan dasar untuk mengorek sejarah yang sarat luka bergores cerita misterius. Dalam sejarah kita tentu semua mengetahui bahwa setiap penulisan sejarah terdapat gaya kohesi (gaya tarik menarik) dalam berbicara kebenaran kalau menyoalkan PKI dan Soekarno jaman abad itu. Namun goresan pena ini cuma berusaha mengulas tokoh pejuang yang lahir sempurna di bulan september dan selaku ucapan terima kasih sebagai cowok maupun warga negara yang berupaya untuk tidak melupakan perjuangan dan perjuangan Chaerul Saleh dahulu.

Selamat hari lahir dan alfatiha kita panjat terhadap beliau biar hening dalam perhistirahatanya.

Salam Dunia Hitam Manis

Penulis: Awin Buton



Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama