Sarjana Gadungan

Awalnya saya menimbang-nimbang dua judul untuk menulis ini, adalah Sarjana Gadungan atau Sarjana Bajakan tetapi sesudah dipikir-pikir lagi ternyata lebih cocok menggunakan judul sarjana gadungan sebab bajakan lebih berkaitan dengan benda atau barang.

Gadungan memiliki arti imitasi sehingga kata ini sering dilekatkan pada orang yang mengaku berprofesi tertentu mirip polisi gadungan atau serdadu gadungan. Namun, sarjana gadungan mempunyai makna tersendiri, bukan palsu melainkan memperoleh gelar Sarjana tapi berpikiran mirip orang yang tidak berpendidikan atau tidak sarjana dan tidak dapat mempertanggungjawabkan disipilin ilmu mereka ke penduduk , itulah yang saya sebut Sarjana gadungan. Sarjana yang cuma mendapatkan gelar tanpa implementasi yang konkret dalam kehidupan sehari-sehari.

Sarjana bukan hanya tentang gelar namun wacana bagaimana cara berpikir seseorang dengan gelar tersebut. Sarjana atau S1 merupakan tahapan pendidikan yang seharus membentuk cara berpikir (acuan pikir) kita lebih baik dari sebelumnya bukan cara berpikir yang serupa saja atau malah kian jelek.

Ingatkah Tri Dharma Perguruan Tinggi ketika menjadi mahasiswa, ihwal pendidikan, penelitian dan pengembangan serta pengabdian terhadap masyarakat. Ketika sehabis lulus dari akademi tinggi dengan gelar Sarjana dan gagal dalam mengaplikasikan nilai Tri dharma tersebut maka orang tersebut hanya "Sarjana Gadungan".

Lihat juga : Predikat Cum Laude Bukan Jaminan Kesuksesan

Ciri khas seorang Sarjana itu tampakdari cara perpikir dan bicara, itulah pembedaan antara seorang Sarjana dan bukan sarjana, jika cara perpikir dan mengatakan sama maka apa bedanya Sarjana dan bukan.

Gelas Sarjana bukan cuma dipakai sebagai sambungan kata belakang nama namun lebih dari dibuktikan melalui abjad langsung seorang sarjana. Sombong dan besar hati silahkan saja, toh itu merupakan hasil usaha dan kerja keras kita.

Akan tampaklucu jika seorang sarjana bertindak konyol dan menilai dirinya mahir. Dengan perkembangan media sosial ketika ini kian banyak orang-orang dengan gelar sarjana yang terlihat lucu dalam menggunakan media umum. Ada yang berkoar-koar anti hoax tapi malah ikut mengembangkan berita-berita hoax tersebut tanpa menganilisis apalagi asal seruan kebenaran gosip tersebut, membagikan sebuah isu tanpa membaca isi dan cuma melihat judul dengan begitu merasa gembira dengan  apa yang dilakukan, apa penyebabnya ? penyebabnya adalah fikiran mereka bukan sarjana melainkan hanya gelarnya saja alais Sarjana Gadungan.

Lihat juga : Stop Turut Serta Menyebarkan Berita Hoax di Media Sosial

Ingat ! cara berbipikir dan abjad seseorang mampu dinilai melalui bagaimana cara dia menciptakan postingan di media sosial. Jangan terlihat ajaib dan konyol sementara banyak orang yang mengetahu jikalau orang tersebut yakni seorang sarjana. Maukah disebut Sarjana Gadungan ?. Bertindaklah dalam kehidupan sekitar kita dengan dapat memberikan manfaat materil maupun moril terhadap orang lain sehingga kita sungguh-sungguh menjadi insan yang memiliki kegunaan.

" Pada hakekatnya sarjana itu yakni hati dan pikiran kita yang dituangkan melalui cara berpikir, bicara dan abjad kita sehari-hari, bukan hanya menambah tulisan di belakang nama"
Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama