Pada permulaan tulisan ini ingin saya katakan bahwa jangan hanya jadi orang pemikir yang bagus tapi juga harus bisa menjadi pekerja yang profesional, sampai disini pahamkan ?
Telah banyak tokoh-tokoh pemikir terdahulu, mulai dari sebelum masa ke 15 hingga ketika ini. Pada zaman dulu wajarlah ketika banyak tokoh-tokoh pemikir karena bangunan pengetahuan dan ilmu ketika itu masih pada tahapan pembentukan untuk menjadi layak dalam konsumsi peradaban manusia. Sehingga begitu banyak para filsuf dari bermacam negara.
Kita pada dikala ini telah berada pada tahapan pantas konsumsi dan dikembangkan. Makanya tidak wajar kalau kita memposisikan diri seperti para filsuf terdahulu yaitu condong menjadi pemikir tanpa diseimbangkan dengan melakukan pekerjaan . Pada ketika ini, apa yang kita fikirkan mesti berbanding lurus dengan apa yang kita kerjakan.
Telah banyak tokoh-tokoh pemikir terdahulu, mulai dari sebelum masa ke 15 hingga ketika ini. Pada zaman dulu wajarlah ketika banyak tokoh-tokoh pemikir karena bangunan pengetahuan dan ilmu ketika itu masih pada tahapan pembentukan untuk menjadi layak dalam konsumsi peradaban manusia. Sehingga begitu banyak para filsuf dari bermacam negara.
Kita pada dikala ini telah berada pada tahapan pantas konsumsi dan dikembangkan. Makanya tidak wajar kalau kita memposisikan diri seperti para filsuf terdahulu yaitu condong menjadi pemikir tanpa diseimbangkan dengan melakukan pekerjaan . Pada ketika ini, apa yang kita fikirkan mesti berbanding lurus dengan apa yang kita kerjakan.
Lihat juga : Palu Kosong
Bukan hanya sebatas diskusi di forum-lembaga dan di kedai kopi atau kawasan nongkrong yang lain namun penting juga bahwa apa yang dibahas bersama dalam suatu kelompok diskusi, segera dilakukan sampai mencapai hasil yang dikehendaki lewat akad bareng .
Contoh masalah :
Sekelompok orang yang tergabung dalam satu komunitas, membicarakan wacana kemandirian ekonomi komunitas tersebut yang bermaksud untuk mendapatkan anggaran selaku uang kas untuk nantinya dipakai pada setiap acara dalam acara penyusunan rencana. Semua desain usaha telah diterangkan hingga teknis pelaksanaanya dan semua sepakat untuk melakukan salah perjuangan tersebut yang sudah disepakati.
Apa jadinya ? tidak ada yang bergerak untuk melaksanakan apa yang sudah disepakati dengan argumentasi masing-masing (alibi).
Kebutuhan zaman saat ini yaitu menjadi individu yang bisa berpikir dan bekerja dengan secara bersama-sama dengan baik dan benar. Jika belum bisa melakukan pekerjaan maka pintar lah dalam berpikir sampai memberdayakan orang lain. Ketika tidak mampu berbikir secara pandai maka carilah pemikir yang baik untuk menunjukkan konsep ideal dalam melakukan pekerjaan . Ketika bisa menjadi pemikir dan pekerja maka itu lebih baik dan indah tepat waktu bukan semua akan indah pada waktunya.
Sumber https://www.atobasahona.com/
Bukan hanya sebatas diskusi di forum-lembaga dan di kedai kopi atau kawasan nongkrong yang lain namun penting juga bahwa apa yang dibahas bersama dalam suatu kelompok diskusi, segera dilakukan sampai mencapai hasil yang dikehendaki lewat akad bareng .
Contoh masalah :
Sekelompok orang yang tergabung dalam satu komunitas, membicarakan wacana kemandirian ekonomi komunitas tersebut yang bermaksud untuk mendapatkan anggaran selaku uang kas untuk nantinya dipakai pada setiap acara dalam acara penyusunan rencana. Semua desain usaha telah diterangkan hingga teknis pelaksanaanya dan semua sepakat untuk melakukan salah perjuangan tersebut yang sudah disepakati.
Apa jadinya ? tidak ada yang bergerak untuk melaksanakan apa yang sudah disepakati dengan argumentasi masing-masing (alibi).
Kebutuhan zaman saat ini yaitu menjadi individu yang bisa berpikir dan bekerja dengan secara bersama-sama dengan baik dan benar. Jika belum bisa melakukan pekerjaan maka pintar lah dalam berpikir sampai memberdayakan orang lain. Ketika tidak mampu berbikir secara pandai maka carilah pemikir yang baik untuk menunjukkan konsep ideal dalam melakukan pekerjaan . Ketika bisa menjadi pemikir dan pekerja maka itu lebih baik dan indah tepat waktu bukan semua akan indah pada waktunya.
Lihat juga : Apakah Benar Semua akan Indah Pada Waktunya ?
Kita bukan lagi hidup di zaman abad pertengahan (masa ke 15) tetapi hidup di zaman moderen yang dimana berbicara perubahan harus bertindak bukan hanya berpikir alasannya tak perlu cuma menjadi tokoh pemikir dikala ini.
Bukan cuma diskusi konsep semata tetapi membicarakan tata cara pelaksanaanya. Misalnya ada orang yang memiliki desain mensejahterakan penduduk di kampung halaman, semua desain telah dipaparkan. Ketika ditanya akan mulai membangun dari mana malah galau. Sekali lagi kajian teknis yang perlu didalami dikala sudah menciptakan penyusunan rencana.
Diskusikan hal teknis secara mendalam, mulai dari apa yang akan dikerjakan, hambatan yang akan dihadapi, solusi yang harus dijalankan serta kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mampu terjadi. Mungkin mampu juga menggunakan analisis SWOT.
Kita bukan lagi hidup di zaman abad pertengahan (masa ke 15) tetapi hidup di zaman moderen yang dimana berbicara perubahan harus bertindak bukan hanya berpikir alasannya tak perlu cuma menjadi tokoh pemikir dikala ini.
Bukan cuma diskusi konsep semata tetapi membicarakan tata cara pelaksanaanya. Misalnya ada orang yang memiliki desain mensejahterakan penduduk di kampung halaman, semua desain telah dipaparkan. Ketika ditanya akan mulai membangun dari mana malah galau. Sekali lagi kajian teknis yang perlu didalami dikala sudah menciptakan penyusunan rencana.
Diskusikan hal teknis secara mendalam, mulai dari apa yang akan dikerjakan, hambatan yang akan dihadapi, solusi yang harus dijalankan serta kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mampu terjadi. Mungkin mampu juga menggunakan analisis SWOT.
Lihat juga : Materi Analisis SWOT pada Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa
"Stop hanya diskusi teori tanpa pelaksanaan yang kasatmata hingga mencapai tujuan yang diharapkan sebab kita hidup di dunia positif bukan dunia maya atau dunia imajinasi" Ato Basahona.
"Stop hanya diskusi teori tanpa pelaksanaan yang kasatmata hingga mencapai tujuan yang diharapkan sebab kita hidup di dunia positif bukan dunia maya atau dunia imajinasi" Ato Basahona.
Tags:
Opini