Tumbuhan paku yakni flora darat tertua yang ada sejak zaman Devon dan Karbon. Artinya telah hidup semenjak 300–350 juta tahun yang kemudian. Fosil paku merupakan sumber watu bara di bumi. Tumbuhan paku terdapat di mana-mana (kosmopolitan). Umumnya, berkembang berbentukrerumputan dan menyukai tempat yang berair atau berair.
Tumbuhan paku ialah tumbuhan lapisan bawah di hutan-hutan tropis dan subtropis, mulai dari dataran rendah sampai ke lereng-lereng gunung, bahkan ada yang hidup di air. Sebagian besar hidup di darat, pada tanah, atau selaku epifit.
Tumbuhan paku ialah tanaman berpembuluh yang tidak berbiji, memiliki susunan tubuh khas yang membedakannya dengan tanaman yang lain. Tumbuhan paku disebut sebagai Tracheophyta berspora, adalah kelompok flora yang berpembuluh dan berkembang biak dengan spora. Bagian-bagian tubuh berbentukakar, batang, dan daun dapat dibedakan dengan jelas.
Ciri Akar, Batang dan Daun Tumbuhan Paku
Akar
Akar berkembang dari pangkal batang, membentuk akar serabut. Pada ujung akar terdapat tudung air (kaliptra).Tudung akar berfungsi sebagai pelindung akar.oleh sebab itu, kaliptra sering aus dan di ganti kaliptra gres. Kaliptra baru berasal dari sel puncak yang membelah (titik tumbuh) pada titik tumbuh akar terdapat suatu sel pemula berbentuk segi empat dan membelah ke empat arah berdasarkan bidang sisinya. Sel yang terbentuk keluar menjadi kaliptra sedangkan sel yang terbentuk tiga arah yang lain akan menjadi epidermis, korteks, dan silinder sentra. Silinder sentra mengadung pembuluh kayu dan pembuluh tapis.
Batang
Umumnya, batang tanaman paku tumbuh di tanah disebut akar batang atau rizoma (rimpang). Beberapa tanaman paku memiliki batang yang timbul di atas tanah, misalnya paku tiang (Alsophyla), Cyathea, Psilotum. Untuk mengetahui jaringan-jaringan yang menyusun batang
Pada gambar di atas tampakbahwa xilem di kelilingi oleh floem membentuk pembuluh angkut yang berbentuk sepertibintang. Pada gambar banyak sekali jaringan yang menyusun batang. Sebutkan nama jaringan-jaringan tersebut.
Daun
Bentuk,ukuran, dan susunan daun paku beragam menurut ukuranya, daun paku di bedakan atas daun mikrofil dan makrofil. Mikrofil berbentukdaun-daun kecil berupa rambut atau sisik tidak bertangkai,dan tidak bertulang daun kecil pada paku kawat dan paku ekor kuda. Pada mikrofil belum dapat di bedakan antara epidermis dan daging daun (mesofil),dan tulang daun. Makrofil yakni daun-daun besar, bertangkai,bertulang daun yang bercabang-cabang dengan tangkai daun yang panjang dan telah memiliki daging dan (mesofil) yang terdiri atas jaringan tiang dan bungakarang.
Umumnya makrofil sudah memiliki stomata. Penguapan air berjalan melalui stomata dan dinding sel epidermis yang berkutikula tipis ciri khas berbagai macam tumbuhan paku yakni daun masih muda menggulung.
Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, flora paku dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Paku Homospora
Paku Homospora yaitu jenis tumbuhan paku yang menciptakan satu jenis spora yang serupa besar. Contohnya ialah paku kawat (Lycopodium)
b. Paku Heterospora
Paku heterospora ialah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berlainan ukuran. Spora yang besar disebut makrospora (gamet betina) sedangkan spora yang kecil disebut mikrospora (gamet jantan). Contohnya yakni paku rane (Selaginella) dan Semanggi (Marsilea).
c. Paku Peralihan
Paku peralihan merupakan jenis tumbuhan paku yang menciptakan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama, serta diketahui gamet jantan dan betinanya. Contoh tanaman paku peralihan yaitu paku ekor kuda (Equisetum). Berdasarkan struktur morfologinya, tumbuhan paku diklasifikasikan menjadi empat subdivisi, yaitu paku purba (Psilopsida), paku kawat (Lycopsida), Paku ekor kuda (Sphenopsida), dan paku sejati (Pteropsida).
1). Paku Purba (Psilopsida)
Tumbuhan paku purba yang masih hidup dikala ini diperkirakan hanya tinggal 10 spesies hingga 13 spesies dari dua genus. Paku purba hidup di kawasan tropis dan subtropis. Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan tidak mempunyai daun sejati. Paku purba yang 13 memiliki daun pada umumnya berskala kecil (mikrofil) dan berupa sisik. Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi meraih 30 cm hingga 1 m.
Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut. Batang paku purba mengandung klorofil sehingga mampu melaksanakan fotosintesis. Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang. Sporofil paku purba menciptakan satu jenis spora (homospora). Gametofitnya tidak mempunyai klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur untuk mendapatkan nutrisi. Contoh tumbuhan paku purba yakni paku purba tidak berdaun (Rhynia) dan paku purba berdaun kecil (Psilotum).
2). Paku Kawat (Lycopsida)
Paku kawat mencakup 1.000 spesies tanaman paku, utamanya dari genus Lycopodium dan Selaginella. Paku kawat banyak berkembang di hutan-hutan tempat tropis dan subtropis. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. Anggota paku kawat mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Daun tanaman paku kawat berukuran kecil dan tersusun rapat. Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Oleh alasannya itu paku kawat disebut juga pinus tanah. Pada paku rane (Selaginella) sporangium terdiri dari dua jenis, adalah mikrosporangium dan mega sporangium.
Mikrosporangiumterdapat pada mikrosporofil (daun yang mengandung mikrosporangium). Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang hendak tumbuh menjadi gametofit jantan. Megasporangium terdapat pada megasporofil (daun yang mengandung megasporangium).
Megasporangium menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi gametofit betina. Gametofit paku kawat berskala kecil dan tidak berklorofil. Gametofit mendapatkan masakan dari jamur yang bersimbiosis dengannya. Gemetofit paku kawat ada yang uniseksual, ialah mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual, yakni mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. Selaginella ialah flora paku heterospora sedangkan gametofit biseksual terdapat pada Lycopodium.
3). Paku Ekor Kuda (Sphenopsida)
Paku ekor kuda ketika ini cuma tinggal sekitar 25 spesies dari satu genus, yaitu Equisetum. Habitat utama tanaman ini hidup pada habitat lembab di kawasan subtropis. Equisetum yang tertinggi hanya meraih 4,5 m sedangkan rata-rata tinggi Equisetum kurang dari 1 m. Equisetum mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Batangnya beruas dan pada setiap ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik. Equisetum disebut paku ekor kuda alasannya bentuk batangnya mirip ekor kuda.
Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silika. Sporangium terdapat pada strobilus. Sporangium menghasilkan satu jenis spora, sehingga Equisetum digolongkan pada tumbuhan paku peralihan. Gametofit Equisetum cuma berskala beberapa milimeter namun dapat melaksanakan fotosintesis. Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual.
4). Paku Sejati (Pteropsida)
Paku sejati meliputi jenis tumbuhan paku yang paling kerap kita lihat. Tempat berkembang paku sejati sebagian besar di darat pada tempat tropis dan subtropis. Paku sejati diperkirakan berjumlah 12.000 jenis dari kelas Filicinae. Filicinae memiliki akar, batang, dan daun sejati. Batang dapat berbentukbatang dalam (rizom) atau batang di atas permukaan tanah. Daun Filicinae lazimnya berukuran besar dan mempunyai tulang daun bercabang.
Daun mudanya memiliki ciri khas yakni berkembang menggulung (circinnatus). Jenis paku yang termasuk paku sejati adalah Semanggi (Marsilea crenata), Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), paku sarang burung (Asplenium nidus), suplir (Adiantum cuneatum), Paku sawah (Azolla pinnata), dan Dicksonia antarctica.
Daur Hidup Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku mempunyai kotak spora atau sporangium. Pada sporangium dihasilkan spora. Banyak sporangium terkumpul dalam satu wadah yang disebut sorus, yang dilindungi oleh sebuah selaput indusium.
Fase pembentukan spora dalam daur hidup flora paku disebut generasi sporofit dan fase pembentukan gamet disebut generasi gametofit. Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) dengan dua generasi, yakni generasi sporofit dan generasi gametofit. Berdasarkan jenis sporanya, tanaman paku dibedakan menjadi flora paku homospora, heterospora dan peralihan homospora heterospora.Tumbuhanpakuhomosporamenghasilkan spora dengan ukuran sama yang tidak mampu dibedakan antara spora jantan dan betina, contohnya Lycopodiumsp. (paku kawat).
Tumbuhan paku heterosporamenghasilkan spora berlainan ukuran. Spora jantan berskala kecil disebut mikrospora dan spora betina besar disebut makrospora, misalnya Selaginella sp.(paku rane), Marsilea sp. (semanggi).
Tumbuhan paku peralihanmenghasilkan spora jantan dan betina yang serupa ukurannya, misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda). Itulah postingan perihal Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi dan Daur hidup Hidup Tumbuhan Paku semoga mampu menambah pengetahuan, jangan lupa kembali berkunjung ya... Sumber https://www.atobasahona.com/
Tumbuhan paku ialah tumbuhan lapisan bawah di hutan-hutan tropis dan subtropis, mulai dari dataran rendah sampai ke lereng-lereng gunung, bahkan ada yang hidup di air. Sebagian besar hidup di darat, pada tanah, atau selaku epifit.
Tumbuhan paku ialah tanaman berpembuluh yang tidak berbiji, memiliki susunan tubuh khas yang membedakannya dengan tanaman yang lain. Tumbuhan paku disebut sebagai Tracheophyta berspora, adalah kelompok flora yang berpembuluh dan berkembang biak dengan spora. Bagian-bagian tubuh berbentukakar, batang, dan daun dapat dibedakan dengan jelas.
Ciri Akar, Batang dan Daun Tumbuhan Paku
Akar

Akar berkembang dari pangkal batang, membentuk akar serabut. Pada ujung akar terdapat tudung air (kaliptra).Tudung akar berfungsi sebagai pelindung akar.oleh sebab itu, kaliptra sering aus dan di ganti kaliptra gres. Kaliptra baru berasal dari sel puncak yang membelah (titik tumbuh) pada titik tumbuh akar terdapat suatu sel pemula berbentuk segi empat dan membelah ke empat arah berdasarkan bidang sisinya. Sel yang terbentuk keluar menjadi kaliptra sedangkan sel yang terbentuk tiga arah yang lain akan menjadi epidermis, korteks, dan silinder sentra. Silinder sentra mengadung pembuluh kayu dan pembuluh tapis.
Batang

Umumnya, batang tanaman paku tumbuh di tanah disebut akar batang atau rizoma (rimpang). Beberapa tanaman paku memiliki batang yang timbul di atas tanah, misalnya paku tiang (Alsophyla), Cyathea, Psilotum. Untuk mengetahui jaringan-jaringan yang menyusun batang
Pada gambar di atas tampakbahwa xilem di kelilingi oleh floem membentuk pembuluh angkut yang berbentuk sepertibintang. Pada gambar banyak sekali jaringan yang menyusun batang. Sebutkan nama jaringan-jaringan tersebut.
Daun

Bentuk,ukuran, dan susunan daun paku beragam menurut ukuranya, daun paku di bedakan atas daun mikrofil dan makrofil. Mikrofil berbentukdaun-daun kecil berupa rambut atau sisik tidak bertangkai,dan tidak bertulang daun kecil pada paku kawat dan paku ekor kuda. Pada mikrofil belum dapat di bedakan antara epidermis dan daging daun (mesofil),dan tulang daun. Makrofil yakni daun-daun besar, bertangkai,bertulang daun yang bercabang-cabang dengan tangkai daun yang panjang dan telah memiliki daging dan (mesofil) yang terdiri atas jaringan tiang dan bungakarang.
Umumnya makrofil sudah memiliki stomata. Penguapan air berjalan melalui stomata dan dinding sel epidermis yang berkutikula tipis ciri khas berbagai macam tumbuhan paku yakni daun masih muda menggulung.
Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, flora paku dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Paku Homospora
Paku Homospora yaitu jenis tumbuhan paku yang menciptakan satu jenis spora yang serupa besar. Contohnya ialah paku kawat (Lycopodium)
b. Paku Heterospora
Paku heterospora ialah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berlainan ukuran. Spora yang besar disebut makrospora (gamet betina) sedangkan spora yang kecil disebut mikrospora (gamet jantan). Contohnya yakni paku rane (Selaginella) dan Semanggi (Marsilea).
c. Paku Peralihan
Paku peralihan merupakan jenis tumbuhan paku yang menciptakan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama, serta diketahui gamet jantan dan betinanya. Contoh tanaman paku peralihan yaitu paku ekor kuda (Equisetum). Berdasarkan struktur morfologinya, tumbuhan paku diklasifikasikan menjadi empat subdivisi, yaitu paku purba (Psilopsida), paku kawat (Lycopsida), Paku ekor kuda (Sphenopsida), dan paku sejati (Pteropsida).
1). Paku Purba (Psilopsida)

Tumbuhan paku purba yang masih hidup dikala ini diperkirakan hanya tinggal 10 spesies hingga 13 spesies dari dua genus. Paku purba hidup di kawasan tropis dan subtropis. Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan tidak mempunyai daun sejati. Paku purba yang 13 memiliki daun pada umumnya berskala kecil (mikrofil) dan berupa sisik. Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi meraih 30 cm hingga 1 m.
Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut. Batang paku purba mengandung klorofil sehingga mampu melaksanakan fotosintesis. Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang. Sporofil paku purba menciptakan satu jenis spora (homospora). Gametofitnya tidak mempunyai klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur untuk mendapatkan nutrisi. Contoh tumbuhan paku purba yakni paku purba tidak berdaun (Rhynia) dan paku purba berdaun kecil (Psilotum).
2). Paku Kawat (Lycopsida)

Paku kawat mencakup 1.000 spesies tanaman paku, utamanya dari genus Lycopodium dan Selaginella. Paku kawat banyak berkembang di hutan-hutan tempat tropis dan subtropis. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. Anggota paku kawat mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Daun tanaman paku kawat berukuran kecil dan tersusun rapat. Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Oleh alasannya itu paku kawat disebut juga pinus tanah. Pada paku rane (Selaginella) sporangium terdiri dari dua jenis, adalah mikrosporangium dan mega sporangium.
Mikrosporangiumterdapat pada mikrosporofil (daun yang mengandung mikrosporangium). Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang hendak tumbuh menjadi gametofit jantan. Megasporangium terdapat pada megasporofil (daun yang mengandung megasporangium).
Megasporangium menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi gametofit betina. Gametofit paku kawat berskala kecil dan tidak berklorofil. Gametofit mendapatkan masakan dari jamur yang bersimbiosis dengannya. Gemetofit paku kawat ada yang uniseksual, ialah mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual, yakni mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. Selaginella ialah flora paku heterospora sedangkan gametofit biseksual terdapat pada Lycopodium.
3). Paku Ekor Kuda (Sphenopsida)

Paku ekor kuda ketika ini cuma tinggal sekitar 25 spesies dari satu genus, yaitu Equisetum. Habitat utama tanaman ini hidup pada habitat lembab di kawasan subtropis. Equisetum yang tertinggi hanya meraih 4,5 m sedangkan rata-rata tinggi Equisetum kurang dari 1 m. Equisetum mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Batangnya beruas dan pada setiap ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik. Equisetum disebut paku ekor kuda alasannya bentuk batangnya mirip ekor kuda.
Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silika. Sporangium terdapat pada strobilus. Sporangium menghasilkan satu jenis spora, sehingga Equisetum digolongkan pada tumbuhan paku peralihan. Gametofit Equisetum cuma berskala beberapa milimeter namun dapat melaksanakan fotosintesis. Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual.
4). Paku Sejati (Pteropsida)

Paku sejati meliputi jenis tumbuhan paku yang paling kerap kita lihat. Tempat berkembang paku sejati sebagian besar di darat pada tempat tropis dan subtropis. Paku sejati diperkirakan berjumlah 12.000 jenis dari kelas Filicinae. Filicinae memiliki akar, batang, dan daun sejati. Batang dapat berbentukbatang dalam (rizom) atau batang di atas permukaan tanah. Daun Filicinae lazimnya berukuran besar dan mempunyai tulang daun bercabang.
Daun mudanya memiliki ciri khas yakni berkembang menggulung (circinnatus). Jenis paku yang termasuk paku sejati adalah Semanggi (Marsilea crenata), Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), paku sarang burung (Asplenium nidus), suplir (Adiantum cuneatum), Paku sawah (Azolla pinnata), dan Dicksonia antarctica.
Daur Hidup Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku mempunyai kotak spora atau sporangium. Pada sporangium dihasilkan spora. Banyak sporangium terkumpul dalam satu wadah yang disebut sorus, yang dilindungi oleh sebuah selaput indusium.
Fase pembentukan spora dalam daur hidup flora paku disebut generasi sporofit dan fase pembentukan gamet disebut generasi gametofit. Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) dengan dua generasi, yakni generasi sporofit dan generasi gametofit. Berdasarkan jenis sporanya, tanaman paku dibedakan menjadi flora paku homospora, heterospora dan peralihan homospora heterospora.Tumbuhanpakuhomosporamenghasilkan spora dengan ukuran sama yang tidak mampu dibedakan antara spora jantan dan betina, contohnya Lycopodiumsp. (paku kawat).
Tumbuhan paku heterosporamenghasilkan spora berlainan ukuran. Spora jantan berskala kecil disebut mikrospora dan spora betina besar disebut makrospora, misalnya Selaginella sp.(paku rane), Marsilea sp. (semanggi).
Tumbuhan paku peralihanmenghasilkan spora jantan dan betina yang serupa ukurannya, misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda). Itulah postingan perihal Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi dan Daur hidup Hidup Tumbuhan Paku semoga mampu menambah pengetahuan, jangan lupa kembali berkunjung ya... Sumber https://www.atobasahona.com/
Tags:
Ekologi Hutan