Tuhan Tetap Tersenyum Dengan Cobaan-Nya

Beragam arah kehidupan mencermin keadilan Tuhan kepada seluruh umat manusia. Kehidupan dengan seribu paras yang menemani siklus hidup dan kehidupan manusia sebagai bukti keMAHAkuasaNYA. Seribu rasa menyentuh waktu yang bergerak sebagai bumbu racikan kehidupan jasad dan ruh yang tepat sebagai ciptaan.

Manusia dengan kemampuan berpikir lalu menafsirkan semua fenomena kehidupan yang dekat. Kadang sedih dan bosan tersirat selaku lisan tamat titik titik puncak dalam mendapatkan setiap cobaan-ujian yang tiba dari NYA. Bahkan klimaks dari kebosanan dapat menertibkan anggapan-asumsi normal kita marah kepada sang Maha Penyayang.

Tantangan-tantangan dalam mengawalkehidupan merupakan desain utuh dari Tuhan yang diserahkan kepada insan sebagai ruang pendidikan aksara yang nanti secara terbuka berkembang lewat jalan fitrah insan. Manusia sempurna dalam strata ciptaan tetapi bukan tepat dalam maha kesempurnaan.

Kita bahkan mengetahui dan keluar dalam suara lantang selaku bentuk ajakan bahwa Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang ! tetapi, masih ada saja yang kemudian menghina, menantang, bahkan murka kapada-NYA dengan bermacam-macam sentuhan cobaan-ujian kehidupan yang diberikan.

Baca juga : Biarkan Rasa Ini Jenuh

Tuhan tetap tersenyum dalam KeMAHAkuasa-NYA sebagai pencipta yang memperlihatkan pendidikan dalam bentuk cobaan dalam mengawalkelangsung hidup dan kehidupan insan selaku pengarah dan pencetus siklus keidupan. Alam menjadi saksi dan alam menjadi pelaku yang didalamnya tergolong kita selaku manusia.

Tuhan tersenyum sebagai bentuk Maha Pengasih dan Maha Penyayang- NYA dalam mengasihi dan menyayangi semua ciptaan.

Lantas kenapa kita mesti murka kepada NYA disaat tantangan kehidupan terwujud dalam kasih sayang NYA terhadap kita ?

Tuhan tetap tersenyum dalam kebosanan kita karena DIA lebih mengenali apa yang kita ketahui, DIA lebih memahami diri kita dari cara kita sendiri untuk memahami jati diri kita sendiri.

Baca juga : Mengeluh itu Manusiawi

Itulah ruang pendidikan nilai karakter dalam koteks kemanusiaan hamba, kita dilatih untuk lebih bersabar, kita dilatih untuk lebih berupaya dan kita dilatih untuk menjadi karakter yang lebih baik dalam penjelmaan setiap pilihan-opsi individu sembari menepaki jalan kehidupan hingga kesannya kembali bermesaraan dengan NYA.

Baca juga : Dua Jalan Dari Tuhan

Perbanyaklah ketenangan dalam menghadapi tantangan-NYA, perbanyaklah bersabar dalam mendapatkan cobaan-NYA dan perbanyaklah berusaha sebagai bentuk nyata makhluk terpelajar, hingga membentuk rasa syukur dalam cita rasa keikhlasan alasannya terdapat benih-benih penyelesaian yang mau selalu berkembang menaungi segala bentuk alur kehidupan dan Tuhan lebih mengetahui tingkat kesanggupan kita yang kita sendiri masih belum mengetahuinya.

Jadi, jalanilah idup dengan perbanyak senyuman, nikmati hidup dengan mengembangkan rasa syukur dan resapi hidup dengan kapasitas logika kita dalam bertindak ke arah lebih baik.

Baca juga : Konsisten,Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Berdoa Dalam Kehidupan
Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama