Ulang Tahun Terasa Abnormal Dikalangan Keluarga

Hari sudah pagi, Adi terbangun dari tidurnya, seperti biasa ketika bangun eksklusif mengambil handphonenya mengevaluasi sms dan inbox atau panggilan tak terjawab. Setelah seluruhnya dilihat, Adi membuka media umum (facebook) dan melihat pembertihuan di beranda.

Terlihat seorang adik yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada kakanya dengan memosting foto sang abang. Komentar-komentar ucapan ulang tahun pun mulai bermunculan.

Adi cuma tersenyum melihat dan membaca ucapan-ucapan ulang tahun tersebut.

Adi tersenyum karena dikalangan keluarganya sungguh asing dengan hal seperti itu. Tujuh bersaudara dalam keluarga mereka tak pernah saling mengucapkan selamat uang tahun. Bahkan tanggal lahir masing-masing diantara mereka saja tidak saling hafal. itulah alasannya Adi tersenyum menyaksikan sahabat facebooknya yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada kakaknya.

Adi merasa lucu pada diri sendiri karena belum pernah mengucapkan kalimat ulang tahun terhadap abang dan adiknya.

Lihat juga : Alasan Tidak Suka Merayakan Ulang Tahun

Keluarga Adi memang terlihat sederhana dan tidak terlalu ribet atau ada yang menyampaikan super dingin, mereka malas dengan hal-hal perayaan seperti itu. Dalam keluarga mereka sampai dikala ini belum pernah menciptakan program ulang tahun di rumah. Adi sendiri semenjak kecil malas sekali joka di undang pergi ke ulang tahun sobat sebayanya.

Pendidikan orang renta yang sungguh besar lengan berkuasa disini. Biasanya bawah umur ketika masih kecil dirayakan ulang tahun dengan semarak maka setiap tahun pasti akan terulang kembali karena mereka telah diajarkan untuk merayakan ulang tahun. Ketika tidak rayakan moment tersebut mampu jadi perseteruan akan timbul dikalangan keluarga.

Adi memang lahir di desa kemudian pindah ke kota ketika berumur 3 tahun. Namun meski begitu, kebiasaan keluarga dikala di desa tetap sama, tidak terbiasa dengan ucapan bahkan perayaan hari ulang tahun. Bukan perihal tidak bersyukur atas pertambahan usia tetapi setiap kelurga memilik cara sendiri dalam istilah rasa syukur terhadap Sang pencipta.

Bagi sebagian teman-sobat Adi, mereka sering merayakan ulang tahun atau pertambahan usia dengan berkunjung ke panti asuhan sambil menenteng sesuatu yang berguna bagi anak yatim dan piatu. Ada juga yang lebih bahagia nongkrong bersama dalam merayakan pertambahan usia sambil membahas apa yang hendak dilakukan kedepan supaya lebih baik lagi dengan bertambahnya usia. Ada juga yang berdoa di rumah bersama tokoh-tokh Agama.

Bagi mereka merayakan ulang tahun tak perlu siram air kotor, lempar telur bacin atau disiram pakai tepung terigu. Semua itu bagi mereka hanyalah budaya pop atau budaya barat yang dibawa ke Indonesia dan dinikmati oleh sebagian orang. Sebaik-baiknya ulang tahun yakni dengan rasa syukur yang sewajar-wajarnya.
Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama