Saya sering mendengar dan menyaksikan perihal ungkapan zona tenteram dan tidak tenteram yang sering diucapkan oleh orang-orang dan menulis melalui status media sosial tentang eksistensi mereka di zona nyaman dan tidak nyaman, pernah juga aku menonton sebuah lagu di youtube yang bercerita perihal zona tenteram tersebut. Terlihat bahwa sebagian besar orang memisahkan antara zona nyaman dan tidak nyaman itu sendiri.
Namun, saya beropini lain, bahwa zona nyaman dan tidak nyaman bahwasanya berada pada satu zona yang tak bisa dipisahkan sebab nyaman dan tidak tenteram itu berbicara tentang rasa bukan perihal zona atau suasana keadaan di mana kita berada.
Sebagai pola zona nyaman, misalnya seseorang menganggap bahwa zona nyaman itu saat mereka bekerja suatu tempat atau perusahaan dengan gaji besar, bekerja pada instansi pemerintahan dengan pangkat dan kalangan yang tinggi atau seseorang yang menganggap bahwa zona nyaman itu saat mereka tidak terikat dengan pekerjaan dan lebih bebas berkarya dalam hal-hal yang kasatmata. Intinya adalah zona nyaman dalam hal ini seseorang yang menganggap keberadaannya berada pada keadaan tertentu yang telah membuat beliau senang dan bahagia.
Kenapa saya berpendapat bahwa zona tenteram dan tidak tenteram tak mampu dipisahkan ?
Kadang kita lupa bahwa hidup tak selamanya bahagia, senang dan nyaman. Hal itu berlaku di mana saja kita berada. Ketika melakukan pekerjaan di perusahaan dengan gaji puluhan juta pun tak selamanya anda akan merasa tenteram, memiliki pangkat dan golongan atau jabatan di intansi pemerintahan pun tidak selamnya anda nyaman, begitu anda yang hidup bebas tanpa terikat oleh semua orang juga tidak selamanya menjadi orang yang merasa senang dan bahagia berada pada zona yang berdasarkan anda nyaman.
Kehidupan itu mempunyai rasa dan keadaan yang dinamis. Susah, bahagia, senang dan tenteram itu sendiri silih berubah hanya pada satu zona yang anda persepsikan tenteram atau tidak.
Zona tenteram dan tidak tenteram hanya berada pada rasa itu sendiri bukan pada zona-zona yang dipisahkan alasannya kita hanya berada pada satu zona dalam ruang dan waktu semesta kehidupan. Ketika kita tidak merasa nyaman pada maka berusahalah untuk menjadi nyaman dengan cara masing-masing lewat tindakan dan asumsi kita sebagai insan, mahklu paling tepat di antara ciptaan Tuhan.
Hidup tak selamanya tenteram dan kehidupan tak selamanya tidak nyaman karena kita cuma berada pada satu zona dalam semesta. Zona nyaman dan tidak nyaman berada pada rasa yang berbicara dalam semua situasi, kondisi dan eksistensi kita dalam satu zona.
Sumber https://www.atobasahona.com/
Namun, saya beropini lain, bahwa zona nyaman dan tidak nyaman bahwasanya berada pada satu zona yang tak bisa dipisahkan sebab nyaman dan tidak tenteram itu berbicara tentang rasa bukan perihal zona atau suasana keadaan di mana kita berada.
Sebagai pola zona nyaman, misalnya seseorang menganggap bahwa zona nyaman itu saat mereka bekerja suatu tempat atau perusahaan dengan gaji besar, bekerja pada instansi pemerintahan dengan pangkat dan kalangan yang tinggi atau seseorang yang menganggap bahwa zona nyaman itu saat mereka tidak terikat dengan pekerjaan dan lebih bebas berkarya dalam hal-hal yang kasatmata. Intinya adalah zona nyaman dalam hal ini seseorang yang menganggap keberadaannya berada pada keadaan tertentu yang telah membuat beliau senang dan bahagia.
Kenapa saya berpendapat bahwa zona tenteram dan tidak tenteram tak mampu dipisahkan ?
Kadang kita lupa bahwa hidup tak selamanya bahagia, senang dan nyaman. Hal itu berlaku di mana saja kita berada. Ketika melakukan pekerjaan di perusahaan dengan gaji puluhan juta pun tak selamanya anda akan merasa tenteram, memiliki pangkat dan golongan atau jabatan di intansi pemerintahan pun tidak selamnya anda nyaman, begitu anda yang hidup bebas tanpa terikat oleh semua orang juga tidak selamanya menjadi orang yang merasa senang dan bahagia berada pada zona yang berdasarkan anda nyaman.
Kehidupan itu mempunyai rasa dan keadaan yang dinamis. Susah, bahagia, senang dan tenteram itu sendiri silih berubah hanya pada satu zona yang anda persepsikan tenteram atau tidak.
Zona tenteram dan tidak tenteram hanya berada pada rasa itu sendiri bukan pada zona-zona yang dipisahkan alasannya kita hanya berada pada satu zona dalam ruang dan waktu semesta kehidupan. Ketika kita tidak merasa nyaman pada maka berusahalah untuk menjadi nyaman dengan cara masing-masing lewat tindakan dan asumsi kita sebagai insan, mahklu paling tepat di antara ciptaan Tuhan.
Hidup tak selamanya tenteram dan kehidupan tak selamanya tidak nyaman karena kita cuma berada pada satu zona dalam semesta. Zona nyaman dan tidak nyaman berada pada rasa yang berbicara dalam semua situasi, kondisi dan eksistensi kita dalam satu zona.
Lihat juga :
Tags:
Opini