Sejenak membaca kalimat “semua akan indah pada waktunya” di media umum menimbulkan sentuhan otak untuk menganalisis kalimat tersebut.
Sebuah bentuk manusiawi jikalau dengan panca indranya menyaksikan kemudian menciptakan rangsangan untuk berpikir sebelum mampu menerima narasi itu dalam hati dan anggapan.
Kalimat ini berhubungan erat dengan nasib dan takdir, bagi orang yang percaya, termasuk penulis yang sangat yakin dengan adanya nasib dan takdir. Sebagai hamba yang yakin akan keberadaan Tuhan, nasib dan takdir menjadi sesuatu yang wajib untuk diyakini alasannya keputusan mutlak hanya berada atas kehendak sang Pencipta.
Ada suatu pertanyaan yang lahir saat membaca kalimat “ semua akan indah pada waktunya” pertanyaannya kapan ?
Jika semua akan indah pada waktunya, kemudia waktu indahnya sungguh lama, sementara kita selaku insan dibatasi hidup oleh Tuhan lewat maut. Jangan-jangan jikalau tiba waktunya indahnya kita sudah menjadi manusia yang berpusara (meninggal).
Apakah hanya dengan duduk diam lalu semua akan indah pada waktunya ?
Semua akan indah pada waktunya sangat berkaitan akrab dengan segala sesuatu yang sungguh kita inginkan dalam hidup ini baik yang bersifat bahan maupun non bahan atau perihal cerita asmara sepasang kekasih.
Patut dibijaki jikalau dalam kehidupan tak selamanya indah, lika-liku kehidupan senantiasa ada sebagai anugerah Tuhan dan bumbu menyedap sebuah nilai kehidupan. Maka keindahan dalam memaknai nilai kehidupan menjelma selaku nilai relatif yang jauh dari konstan.
Fitrah insan dijiwai oleh kekecewaan yang lalu menyelami kalimat “kebutuhan manusia tidak terbatas” maka keindahan menampakan dirinya selaku sebuah makna relatif.
Tuhan tidak mengganti nasib seorang hamba bila hamba tersebut tak maumerubahnya. Bekerja dan berdoa, pasti semua anak cucu Adam mengetahui hal itu maka sederhananya jikalau kita menginkan sebuah keindahan maka kita mesti berupaya secara optimal dan senantiasa berdoa.
Itulah kenapa hidup itu mesti mempunyai planning (master plan) yang mesti tercapai dengan rentang waktu yang sudah diputuskan. Sehingga hadir bermacam-macam analisis rencana A dan rencana B, apa yang perlu digaris bawahi ? yang perlu digaris bawahi adalah waktu indah itu sendiri yang hendak kita capai lewat perjuangan dan doa, bagaimana bila tidak sesuai waktu yang dijadwalkan ? maka rencana B menjadi penyelesaian dalam mengefisienkan waktu dalam planning A.
Baca juga : Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Berdoa dalam Kehidupan
Tanpa berusaha secara optimal disertai dengan doa maka jangan berharap waktu keindahan akan hadir. Hanya berusaha dan berdoa tanpa perencanaan yang bagus maka waktu indah itupun akan lama menampakan keindahannya.
Jadi, bagaimana berdasarkan anda, apakah semua akan indahpada waktunya ? Sumber https://www.atobasahona.com/
Sebuah bentuk manusiawi jikalau dengan panca indranya menyaksikan kemudian menciptakan rangsangan untuk berpikir sebelum mampu menerima narasi itu dalam hati dan anggapan.
Kalimat ini berhubungan erat dengan nasib dan takdir, bagi orang yang percaya, termasuk penulis yang sangat yakin dengan adanya nasib dan takdir. Sebagai hamba yang yakin akan keberadaan Tuhan, nasib dan takdir menjadi sesuatu yang wajib untuk diyakini alasannya keputusan mutlak hanya berada atas kehendak sang Pencipta.
Ada suatu pertanyaan yang lahir saat membaca kalimat “ semua akan indah pada waktunya” pertanyaannya kapan ?
Jika semua akan indah pada waktunya, kemudia waktu indahnya sungguh lama, sementara kita selaku insan dibatasi hidup oleh Tuhan lewat maut. Jangan-jangan jikalau tiba waktunya indahnya kita sudah menjadi manusia yang berpusara (meninggal).
Apakah hanya dengan duduk diam lalu semua akan indah pada waktunya ?
Semua akan indah pada waktunya sangat berkaitan akrab dengan segala sesuatu yang sungguh kita inginkan dalam hidup ini baik yang bersifat bahan maupun non bahan atau perihal cerita asmara sepasang kekasih.
Patut dibijaki jikalau dalam kehidupan tak selamanya indah, lika-liku kehidupan senantiasa ada sebagai anugerah Tuhan dan bumbu menyedap sebuah nilai kehidupan. Maka keindahan dalam memaknai nilai kehidupan menjelma selaku nilai relatif yang jauh dari konstan.
Fitrah insan dijiwai oleh kekecewaan yang lalu menyelami kalimat “kebutuhan manusia tidak terbatas” maka keindahan menampakan dirinya selaku sebuah makna relatif.
Tuhan tidak mengganti nasib seorang hamba bila hamba tersebut tak maumerubahnya. Bekerja dan berdoa, pasti semua anak cucu Adam mengetahui hal itu maka sederhananya jikalau kita menginkan sebuah keindahan maka kita mesti berupaya secara optimal dan senantiasa berdoa.
Itulah kenapa hidup itu mesti mempunyai planning (master plan) yang mesti tercapai dengan rentang waktu yang sudah diputuskan. Sehingga hadir bermacam-macam analisis rencana A dan rencana B, apa yang perlu digaris bawahi ? yang perlu digaris bawahi adalah waktu indah itu sendiri yang hendak kita capai lewat perjuangan dan doa, bagaimana bila tidak sesuai waktu yang dijadwalkan ? maka rencana B menjadi penyelesaian dalam mengefisienkan waktu dalam planning A.
Baca juga : Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Berdoa dalam Kehidupan
Tanpa berusaha secara optimal disertai dengan doa maka jangan berharap waktu keindahan akan hadir. Hanya berusaha dan berdoa tanpa perencanaan yang bagus maka waktu indah itupun akan lama menampakan keindahannya.
Jadi, bagaimana berdasarkan anda, apakah semua akan indahpada waktunya ? Sumber https://www.atobasahona.com/
Tags:
My Inspiration