Dua Jalan dari Tuhan. Memaknai arti kehidupan adalah sebuah multi tafsir yang menjadi barometer setiap manusia karena pada dasarnya manusia mencoba mengerti segala sesuatu berdasarkan tingkat kebutuhan dan lingkungan sekitar. Sebagai makhluk yang percaya dan meyakini akan keberadaan Tuhan kita dibutuhkan mampu mendalami dan memahami setiap kenyataan yang terjadi dalam hidup dan kehidupan ini.
Sebuah bentuk sistematis dan kompleksitas desain dari Maha Kuasa yang kadang salah di artikan oleh manusia dalam realitas kehidupan. Ruang dan waktu menjadi bukti kenangan dan misteri dalam kontek kala depan dan kurun yang akan tiba. Sistematika dan kompleksitas menjadi hal banyak diperbincangkan bahkan kadang menjadi perdebatan lingkungan masyarakat. Semua sudah direncanakan oleh Tuhan itulah pemahan dasar pada setia manusia, hal itu kemudia dihubungkan dengan kematian atau maut, jodoh dan rejeki. Disini kita tidak membicarakan lebih jauh ihwal maut, jodoh dan rejeki alasannya adalah hal itu akan dibahas pada pembahasan yang lebih spesifik.
Lihat juga : Bukan Tentang Surga dan Neraka
Pembahasan cuma terkonsep pada perjalan kehidupan kita selaku insan sesuai dengan judul diatas. Banyak pertanyaan yang bermunculan contohnya kenapa hidup mereka lebih baik dari kita..?? kenapa ia lebih akil dari aku,,?? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan bahkan yang sungguh disayangkan ada yang hingga mengatakan Tuhan tidak adil. Inilah kenyataan yang sering terjadi, pada hakekatnya semua itu masih bersifat manusiawi dan itulah dinamika peradaban demi kelancaran perjalan ruang dan waktu yang difasilitasi Sang Pencipta. Kembali lagi pada sistematis rancangan rancangan Tuhan, ada perbedaan usulan yang menyampaikan bahwa seseorang bunuh diri itu bukan kehendak Tuhan tetapi kehendak langsung orang tersebut, beragam argumen yang lahir contohnya ada yang berpendapat bahwa Tuhan tidak berkehendak atau melarang seseorang bunuh diri alasannya itu yakni kehendak beliau sendiri. Sementara semua mengenali bahwa semua yang terjadi di dunia ini adalah hasratTuhan. Masih banyak pola masalah lain yang mampu dilihat dan dicermati oleh pembaca.
Pegkajian secara luas dan medalam tentang segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, cuma dua kata kesimpulan yang lahir adalah kata BAIK dan BURUK. Barang siapa melakukan kebaikan maka kebaikan pula yang mau didapat dan sebaliknya barang siapa melaksanakan hal yang kurang baik maka kesudahannya yang didapat juga kurang baik. Segala sesuatu sudah dijadwalkan dalam rancangan dan rancangan sistematis Tuhan insan sebagai pencipta diberikan opsi alasannya hidup yaitu pilihan tinggal kita pribadi yang menentukan mau menjadi baik atau jelek. Contoh masalah perihal bunuh diri tadi, Tuhan sudah menyiapkan waktu kematianya dan ia sendiri yang menentukan bagaimana cara ia untuk meninggal.
Lihat juga : Ajal Manusia Dapat Berubah, Jangan Pesimis
Tuhan menciptakan dua jalan, jalan yang bagus dan jalan yang jelek dan itulah bentuk sistematis dalam ciptaaNYA. Seseorang menjadi sukses sebab beliau menentukan jalan yang baik, baik dalam arti beliau rajin dalam melakukan pekerjaan dan berdoa, dia mengatur segala aktifitas dengan keteraturan waktu, kedisiplinan dalam tugas dan bertanggung jawab Sedangkan orang yang memilih jalan yang jelek ia akan malas dalam bekerja, bekerja tidak sungguh-sungguh maka hasil yang didapat juga tidak optimal, hasil hasilnya ia jauh dari predikat keberhasilan. Sama halnya dalam konteks jodoh, kita akan menerima jodoh yang bagus kalau kita menjadi insan yang bagus kenapa..?? sebab kita memilih jalan yang baik dan Tuhan akan menitipkan sosok wanita yang bagus pada lelaki yang baik pula. Itulah beberapa acuan yaang dibahas.
Baik dan Buruk adalah sesuatu hal yang multi tafsir artinya bahwa baik menurut kita belum tentu baik berdasarkan orang lain, begtu pula sebaliknya baik menurut orang lain belum tentu juga baik menurut kita, sama halnya dengan hal jelek. Maka benang merah disini ialah kata baik berarti tidak membuat orang lain merasa terganggu atau tidak nyaman dalam kondisi apapun itu dan kata jahat memiliki arti membuat orang lain merasa terganggu atau tidak nyaman. Oleh alasannya adalah itu, kita selaku mahkluk sosial dituntut untuk berjiwa bijaksana dalam menjalani hidup dan kehidupan dalam menggapi segala sesuatu yang terjadi.
Lihat juga : Tuhan Tetap Tersenyum Dengan Cobaan-NYA
Marilah kita senantiasa berupaya melakukan yang terbaik dalam hal apapun alasannya hari bahagia adalah hari dimana kita mampu membahagiakan orang lain dan membuat mereka merasa nyaman bersama kita Sumber https://www.atobasahona.com/
Sebuah bentuk sistematis dan kompleksitas desain dari Maha Kuasa yang kadang salah di artikan oleh manusia dalam realitas kehidupan. Ruang dan waktu menjadi bukti kenangan dan misteri dalam kontek kala depan dan kurun yang akan tiba. Sistematika dan kompleksitas menjadi hal banyak diperbincangkan bahkan kadang menjadi perdebatan lingkungan masyarakat. Semua sudah direncanakan oleh Tuhan itulah pemahan dasar pada setia manusia, hal itu kemudia dihubungkan dengan kematian atau maut, jodoh dan rejeki. Disini kita tidak membicarakan lebih jauh ihwal maut, jodoh dan rejeki alasannya adalah hal itu akan dibahas pada pembahasan yang lebih spesifik.
Lihat juga : Bukan Tentang Surga dan Neraka
Pembahasan cuma terkonsep pada perjalan kehidupan kita selaku insan sesuai dengan judul diatas. Banyak pertanyaan yang bermunculan contohnya kenapa hidup mereka lebih baik dari kita..?? kenapa ia lebih akil dari aku,,?? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan bahkan yang sungguh disayangkan ada yang hingga mengatakan Tuhan tidak adil. Inilah kenyataan yang sering terjadi, pada hakekatnya semua itu masih bersifat manusiawi dan itulah dinamika peradaban demi kelancaran perjalan ruang dan waktu yang difasilitasi Sang Pencipta. Kembali lagi pada sistematis rancangan rancangan Tuhan, ada perbedaan usulan yang menyampaikan bahwa seseorang bunuh diri itu bukan kehendak Tuhan tetapi kehendak langsung orang tersebut, beragam argumen yang lahir contohnya ada yang berpendapat bahwa Tuhan tidak berkehendak atau melarang seseorang bunuh diri alasannya itu yakni kehendak beliau sendiri. Sementara semua mengenali bahwa semua yang terjadi di dunia ini adalah hasratTuhan. Masih banyak pola masalah lain yang mampu dilihat dan dicermati oleh pembaca.
Pegkajian secara luas dan medalam tentang segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, cuma dua kata kesimpulan yang lahir adalah kata BAIK dan BURUK. Barang siapa melakukan kebaikan maka kebaikan pula yang mau didapat dan sebaliknya barang siapa melaksanakan hal yang kurang baik maka kesudahannya yang didapat juga kurang baik. Segala sesuatu sudah dijadwalkan dalam rancangan dan rancangan sistematis Tuhan insan sebagai pencipta diberikan opsi alasannya hidup yaitu pilihan tinggal kita pribadi yang menentukan mau menjadi baik atau jelek. Contoh masalah perihal bunuh diri tadi, Tuhan sudah menyiapkan waktu kematianya dan ia sendiri yang menentukan bagaimana cara ia untuk meninggal.
Lihat juga : Ajal Manusia Dapat Berubah, Jangan Pesimis
Tuhan menciptakan dua jalan, jalan yang bagus dan jalan yang jelek dan itulah bentuk sistematis dalam ciptaaNYA. Seseorang menjadi sukses sebab beliau menentukan jalan yang baik, baik dalam arti beliau rajin dalam melakukan pekerjaan dan berdoa, dia mengatur segala aktifitas dengan keteraturan waktu, kedisiplinan dalam tugas dan bertanggung jawab Sedangkan orang yang memilih jalan yang jelek ia akan malas dalam bekerja, bekerja tidak sungguh-sungguh maka hasil yang didapat juga tidak optimal, hasil hasilnya ia jauh dari predikat keberhasilan. Sama halnya dalam konteks jodoh, kita akan menerima jodoh yang bagus kalau kita menjadi insan yang bagus kenapa..?? sebab kita memilih jalan yang baik dan Tuhan akan menitipkan sosok wanita yang bagus pada lelaki yang baik pula. Itulah beberapa acuan yaang dibahas.
Baik dan Buruk adalah sesuatu hal yang multi tafsir artinya bahwa baik menurut kita belum tentu baik berdasarkan orang lain, begtu pula sebaliknya baik menurut orang lain belum tentu juga baik menurut kita, sama halnya dengan hal jelek. Maka benang merah disini ialah kata baik berarti tidak membuat orang lain merasa terganggu atau tidak nyaman dalam kondisi apapun itu dan kata jahat memiliki arti membuat orang lain merasa terganggu atau tidak nyaman. Oleh alasannya adalah itu, kita selaku mahkluk sosial dituntut untuk berjiwa bijaksana dalam menjalani hidup dan kehidupan dalam menggapi segala sesuatu yang terjadi.
Lihat juga : Tuhan Tetap Tersenyum Dengan Cobaan-NYA
Marilah kita senantiasa berupaya melakukan yang terbaik dalam hal apapun alasannya hari bahagia adalah hari dimana kita mampu membahagiakan orang lain dan membuat mereka merasa nyaman bersama kita Sumber https://www.atobasahona.com/
Tags:
My Inspiration