Indahnya Puisi Bukan Cuma Pada Goresan Pena

Sangat banyak puisi-puisi indah, puisi yang mempesona dengan goresan pena-tulisan yang penuh nilai seni. Tapi bahu-membahu suatu keindahan puisi bukan cuma pada susunan kata-katanya, melainkan dari orang-orang yang membacakan puisi tersebut atau dipentaskan.

Orang menulis puisi belum pasti akil membaca puisi, contohnya saya yang suka menulis puisi tapi belum pernah membacanya secara resmi pada suatu program.

Misalnya saya sendiri, puisi-puisi yang telah aku tulis telah dimasukan ke dalam buku perdana aku yang berjudul “ Rampai Coretan Kehidupan”. Apakah aku pernah pentas bersama puisi-puisi itu ? belum pernah.

Puisi yang saya tulis sebetulnya biasa saja dan tidak sehebat orang-orang yang telah usang menjadi penulis puisi. Namun, aku sendiri terkagum ketika puisi saya dibacakan oleh seorang sahabat akrab berjulukan Wirna Taroreh dalam program bedah buku perdana saya. Hal itulah yang memperlihatkan pengalaman bahwa indahnya puisi bukan saja dari untaian kata-kata indah melainkan dari cara orang yang mementaskannya melalui irama suara, gerak dan instrumental yang mengiringi.

Lihat : Bedah Buku Perdana, Motivasi Untuk Terus Berkarya

Saya sungguh terharu dikala puisi dibacakan, alasannya pesan yang terkandung dalam puisi tersebut tentang sebuah nilai kokoh sebuah persaudaraan yang mulai terkikis oleh keegoisan dan aku menulis puisi tersebut dikala merasakan hal itu. Bagitu puisi tersebut dibacakan, wooww aku cuma dapat tunduk sedih, memegang handphone untuk mengalihkan asumsi dan rasa saya pada ketika itu.

Mungkin sebuah saat aku akan berguru untuk bisa membacakan sendiri puisi yang saya tulis. Suatu kombinasi yang ketika semua tertuang dengan kesungguhan rasa, orang yang menulis dan membaca puisi dengan hati yang menghayati isi dan makna puisi itu sendiri.
Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama