Kelebihan Dan Kekurangan Tata Cara Agroforestri

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Agroforestri. Berbicara perihal sebuah metode pasti terdapat kelebihan dan kekurangannya. Begitu pula dengan sistem Agroforestri yang pastinya terdapat kelebihan dan kelemahan. Berikut ini ialah kelebihan dan kelemahan sistem Agroforestri menurut Chundawat dan Gautam dalam Lahjie (2002) :

Kelebihan Sistem Agroforestri

1. Dengan modal dan ongkos tenaga kerja yang rendah bisa menjaga dan mengembangkan produktifitas lahan melalui siklus unsur hara dan derma tanah.

2. Menigkatkan nilai out put pada sebuah areal lahan tertentu lewat penanaman campuran pohon dan spesies yang lain berdasarkan ruang atau urutan waktu.

3. Diversifikasi kisaran out put dengan tujuan untuk :

a. Meningkatkan swasembada

b. Mengurangi hilangnya pendapatan sebab imbas cuaca buruk, dampak biologi atau pasar pada suatu jenis tanaman tertentu.

4. Mendistribusikan kebutuhan input tenaga kerja secara lebih merata berdasarkan musiman, dengan demikian meminimalkan efek ekspresi dominan pemupukan pekerjaan dan animo kurang pekerjaan dalam karakteristik aktivitas pertanian tropis.

5. Menyediakan penerapan produktif untuk lahan, tenaga kerja atau modal yang belum dimanfaatkan.

6. Menciptakan persediaan modal untuk menyanggupi biaya-ongkos yang tidak tentu atau kemungkinan-kemungkinan yang tidak terduga.

Kekurangan Sistem Agroforestri

1. Pengurangan hasil flora pokok sebab pohon-pohon bersaing dalam penggunaan lahan. Kehadiran pohon menekan hasil flora pertanian karena tajuk pohon yang menaungi, persaingan akar, kompetisi unsur hara, cahaya air dan interaksi allelopathy.( Baca : Pengertian allelopathy )

2. Ketidaksesuaian pohon dengan aktivitas pertanian seperti pengembalaan bebas, pembakaran, pemakaian lahan bersama dan lain-lain, yang membuat dukungan pohon menjadi suntuk dikerjakan.

3. Pohon-pohon dapat merintangi tumbuhan pertanian sejenis dan penerapan mekanisasi dan menjadikan beberapa hal antara lain :

a. Meningkatnya biaya tenaga kerja pada penerapan mekanisasi

b. Menghambat perkembangan metode pertanian

4. Pada daerah-daerah dimana trend penanaman sungguh terbatas, contohnya pada kondisi arid dan semi arid, usul tenaga kerja untuk produksi pertanian mampu menggagalkan penanaman pohon.

5. Periode produksi pohon-pohon yang relative panjang menangguhkan pemasukan diluar batas kemampuan petani-petani miskin dan menigkatkan risiko-risiko yang berkaitan dengan hal tersebut terhadap petani-petani miskin tersebut ( Chundawat dan Gautam [1993] dalam Lajie,2002).

Melihat keunggulan dan kelemahan sistem agroforestri diatas dapat menyebabkan kita lebih seksama dalam menerapkan teladan tata cara agroforestri yang proporsional sehingga dapat mengembangkan kelebihan dan menghemat kekurangan seminimal mungkin sebab kelemahan-kekurang selalu ada dalam penerapan tata cara agroforestri.
Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama