BerandaKisah Juan & Mira Kesibukan Bukan Alasan Untuk Tidak Berkomunikasi (Hal 2) bynimpolama -Juli 14, 2021 0 Dua Budaya Dalam Satu Cinta Juan dan Mira mulai saling mengenal beberapa bulan lalu, bukan alasannya kebetulan namun karena Mira merupakan karyawan yang gres lulus ketika perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). " Eh ada pegawai gres ! " Juan mendengar ucapan sobat-teman ruangannya saat pagi itu tiba di kantor. Dengan sikap santai, Juan tak serius menghiraukan walaupun dalam hatinya terbesit rasa penasaran. Juan memang populer dengan sifat agak kalemnya, tetapi beliau juga penduduknya terkadang kocak dan humoris jikalau pas situasi dan keadaan ramai atau lagi kumpul-kumpul. Mira di tempatkan ruang sebelah, karyawan lainnya sudah mulai saling berkenalan dengan Mira, Juan hanya tenang saja. "Nanti aja ah pas waktu istirahat saya menyapa Mira" Ucapnya dalam hati. Sesuai rencananya, sempurna jam istirahat siang Juan menyampiri Mira yang masih agak aib meninggalkan meja kerjanya, maklumlah kebiasaan karyawan baru yang belum begitu erat dengan lingkungan sekitar. "Hai, aku Juan" Juan menyampiri meja Mira dan eksklusif mengulurkan tangan sebagai tanda berkenalan. " aku Mira " Mira menyambut tangan Juan sambil tersenyum malu Interaksi dalam kata dan kalimat mulai berlangsung hangat meskipun singkat, mulai dari asal, kawasan tinggal dan percakapan lain sebagai pelengkap suasana saat itu. Tak terasa komunikasi Juan dan Mira semakin erat, sampai jalan bareng dikala waktu libur atau tamat jam kerja. Ternyata keduanya saling suka dan jatuh cinta, maka mereka berdua berkomitmen untuk berpacaran. Sebuah keputusan manusia insan akil balig cukup akal yang dipertimbangkan secara matang. Hubungan asmara berjalan beberapa bulan. Hingga sebuah saat Mira di tugaskan keluar kota selama sebulan untuk mengikuti pelatihan terkait pekerjaan kantor mereka bekerja. "Aku niscaya kangen kamu mas" keluham Mira dengan manja ke Juan "Iya, saya juga bakalan kangen " jawab Juan dengan sedikit bijak "Intinya saling komunikasi saja nanti" tambah Juan menyelesaikan perbincangan singkat mereka. Mira berangkat keesokan harinya dan kedua pasangan yang baru beberapa bulan jadian ini mesti mengawali ujian pertama atas kekerabatan mereka dengan dipisahkan oleh peran selama sebulan sarat . Selama Mira dalam perjalanan, komunikasi mereka sangat lancar, mulai dari via telepon hingga via pesan singkat sampai tibanya Mira di lokasi kawasan berlangsungnya acara. Beberapa hari kemudian, Juan sedikit merasa gila dengan sikap Mira, pesan singkatnya beberapa jam yang kemudian belum juga di balas. Balasanya juga hanya singkat tanpa pertanyaan. "kok kayaknya ada yang ajaib ya sengam perilaku kau" pertanyaan Juan via pesan singkat. "Aku sibuk mas, jadwal ku padat" balasan Mira tanpa mengajukan pertanyaan lagi. Bukan cuma sekali, selama Mira berada di luar kota, tanggapan alhasil seperti itu, bahkan lebih parah lagi ngga di balas. Juan menjadi sedikit heran, sambil mengajukan pertanyaan dalam hati " Apakah susah menyediakan waktu semenit saja untuk membalas pesan singkat ? ah sudahlah bikin pusing mikirin hal itu" Bukan perihal orang ketiga alasannya adalah Juan yakin dan percaya terhadapa relasi mereka berdua, cuma saja sedikit galau dengan kesibukanya yang tampakbegitu sukar menerima waktu semenit untuk balas pesan singkatnya. "Ahh, biar aja ilang kontak dulu, nanti pas dia balik gres dibicarakan" sedikit kesal perasaan Juan memikirkan hal itu. Pesan yang mampu diambil dari kisah Juan dan Mira di atas ialah sesibuk apapun kita dalam segala hal jangan pernah lupa untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang kita sayangi baik pacar, istri, suami anak, ibu, bapak dan lain-lain. Tak logis bila waktu semenit saja sulit bagi kita untuk berkomunikasi, alasannya adalah selama ada kemauan untuk berkomunikasi pastilah akan terjadi. Sibuk ketika melakukan pekerjaan ? ada waktu luang dikala istirahat. Sibuk dikala istirahat ? ada waktu luang sebelum tidur. Sibuk sebelum tidur ? ada waktu luang dikala berdiri tidur. Selalu ada waktu luang di sela-sela kesibukan kita, luangkanlah itu untuk berkomunikasi. Bukan persoalan cepat atau usang waktu komunikasinya namun tentang mau atau tidak berkomunikasi dalam kesempatan yang ada karena dikejauhan sana ada orang lain yang mungkin rindu kabar anda, suara anda dan keluh kesah anda. Lanjut baca halaman 3 : Putus Cinta Itu Biasa, Putus Bujang Luar Biasa Sumber https://www.atobasahona.com/ Tags: Kisah Juan & Mira Facebook Twitter