Peta topografi dan peta kontur sekilas terlihat sama alasannya keduanya memiliki info ketinggian daerah permukaan bumi, namun kedua peta tersebut mempunyai perbedaan pengertian.
Peta topografi yakni peta yang memetakan daerah-daerah dipermukaan bumi dengan memperlihatkan bentuk dan ketinggian permukaan melalui garis ‐ garis ketinggian sedangkan Peta kontur yakni peta yang menggambarkan ketinggian kawasan dengan menggunakan garis kontur.
Kesimpulan perbedaannya ialah peta topografi menunjukan bentuk permukaan lebih luas sedangkan peta kontur hanya menggambar khusus ketinggian tempat menggunkan garis kontur.
Contoh peta topografi
Contoh peta kontur
Setelah mengetahui pengertian peta topografi dan peta kontur, perlu juga dimengerti itu apa pengertian garis kontur ? garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik ketinggian yang sama pada sebuah kawasan atau daerah.
Karakteristik garis kontur :
a) Setiap titik pada garis kontur mempunyai ketinggian yang sama.
b) Garis‐ garis kontur mustahil berpotongan satu dengan yang lain atau diluar peta.
c) Setiap garis kontur yang ber‐ spasi seragam (uniformly spaced contour) menunjukkan suatu ketinggian yang kebanyakan sama.
d) Garis ‐ garis kontur yang rapat memperlihatkan sebuah lereng curam.
e) Garis ‐ garis kontur yang renggang menawarkan sebuah lereng landai.
Pada peta topografi yang standard, disamping titik ketinggian hasil pengukuran topografi, umumnya dicantumkan tanda ‐ tanda memberikan sifat fisik permukaan, misalnya sifat sungai, garis pantai dan juga obyek hasil aktifitas insan.
Kaprikornus saat anda melihat peta topografi atau peta kontur maka garis kontur yang terlihat berdekatan menerangkan ketinggian tempat yang curam sedangkan garis kontur yang berjauhan mengambarkan daerah lainnya. Hal itu akan mudah dikenali bila menampilkan angka ketinggian di peta ketika anda membuat/menggambar peta. Pengetahuan dan pengerjaan peta lebih lengkap mampu anda lihat pada bimbingan arcgis di blog ini.
Lihat juga :
Pengertian dan Penjelasan perihal Isi Peta
Pengertian Informasi Tepi Pada Peta
Pengertian Georeferensi dan Cara Georeferensi Peta
Cara Praktis Membuat Peta Desa Dengan Google Earth dan ArcGIS
Cara Download Peta Indonesia di Badan Informasi Geospasial (BIG) Sumber https://www.atobasahona.com/
Peta topografi yakni peta yang memetakan daerah-daerah dipermukaan bumi dengan memperlihatkan bentuk dan ketinggian permukaan melalui garis ‐ garis ketinggian sedangkan Peta kontur yakni peta yang menggambarkan ketinggian kawasan dengan menggunakan garis kontur.
Kesimpulan perbedaannya ialah peta topografi menunjukan bentuk permukaan lebih luas sedangkan peta kontur hanya menggambar khusus ketinggian tempat menggunkan garis kontur.
Contoh peta topografi

Contoh peta kontur

Karakteristik garis kontur :
a) Setiap titik pada garis kontur mempunyai ketinggian yang sama.
b) Garis‐ garis kontur mustahil berpotongan satu dengan yang lain atau diluar peta.
c) Setiap garis kontur yang ber‐ spasi seragam (uniformly spaced contour) menunjukkan suatu ketinggian yang kebanyakan sama.
d) Garis ‐ garis kontur yang rapat memperlihatkan sebuah lereng curam.
e) Garis ‐ garis kontur yang renggang menawarkan sebuah lereng landai.
Pada peta topografi yang standard, disamping titik ketinggian hasil pengukuran topografi, umumnya dicantumkan tanda ‐ tanda memberikan sifat fisik permukaan, misalnya sifat sungai, garis pantai dan juga obyek hasil aktifitas insan.
Kaprikornus saat anda melihat peta topografi atau peta kontur maka garis kontur yang terlihat berdekatan menerangkan ketinggian tempat yang curam sedangkan garis kontur yang berjauhan mengambarkan daerah lainnya. Hal itu akan mudah dikenali bila menampilkan angka ketinggian di peta ketika anda membuat/menggambar peta. Pengetahuan dan pengerjaan peta lebih lengkap mampu anda lihat pada bimbingan arcgis di blog ini.
Lihat juga :
Pengertian dan Penjelasan perihal Isi Peta
Pengertian Informasi Tepi Pada Peta
Pengertian Georeferensi dan Cara Georeferensi Peta
Cara Praktis Membuat Peta Desa Dengan Google Earth dan ArcGIS
Cara Download Peta Indonesia di Badan Informasi Geospasial (BIG) Sumber https://www.atobasahona.com/
Tags:
Tutorial ArcGIS