Pola Soal Essay Geoscience Pasca Sarjana Beserta Jawabannya

Jelaskan perbedaan dan persamaan antara batuan beku dalam, batuan beku gang dan batuan beku luar menurut komposisi mineralogisnya asam, menengah dan basa.

Jawab :

Semua batuan beku, berasal dari bahan yang serupa, yakni proses pembekuan magma yang keluar dari dalam perut bumi. Batuan beku dalam atau batuan intrusive yakni batuan beku yang terbentuk dari magma di dalam kerak bumi yang dalam yang membeku dan tidak berhasil keluar ke permukaan (plutonik), dan telah mengalami kristalisasi dengan tepat (struktur holokristalin). Batuan beku dalam yang bersifat asam yakni granit, sedangkan yang menengah adalah syeinit, diorite dan gabro, dan yang bersifat basa adalah peridotit.

Batuan beku gang adalah jenis batuan beku yang yang berada di kedalaman yang dangkal dari kerak bumi, yang bersifat porfiritik, dan hypo abisic, dengan komposisi mineralogisnya dari asam, menengah, dan basa berturut turut adalah kwarsa porfir, granit porfir, syeinit porfir, porfirit dan diabas.

Sedangkan batuan beku luar atau batuan beku vulkanik, atau ekstrusif terbentuk di permukaan bumi selaku akibat dari pembekuan magma cair yang keluar dari mantel dan kerak bumi. Magma yang dibawa ke permukaan lewat celah ataupun dari letusan gunung api akan membeku dengan segera sehingga menciptakan batuan beku permukaan yang bersifat kristalin berbutir halus dan berstruktur amorf holohiyalin. Komposisi minerologisnya dari asam hingga basa berturut-turut : liparit, riolit trachit, andesit, basalt, pikrit.

Tugas yang sama untuk batuan sedimen: mekanik, kimia dan organik

Jawab :

Batuan sedimen ialah batuan yang terbentuk dari zat padat yang mengalami erosi (pelapukan), ataupun presipitasi (pelarutan) di kawasan tertentu, yang kemudian terangkut oleh tenaga air, angin, gravitasi, dan lalu berpindah daerah, lalu menjadi kompak dan tersementasi sehingga membentuk batuan. Batuan sedimen umumnya berlapis lapis, dan terdapat pada tempat yang datar.

Batuan sedimen mampu dibedakan menurut komponen pembentuknya, adalah mekanik, kimia, dan organic. Batuan sedimen yang terjadi secara mekanik atau disebut batuan sedimen klastik berisikan pasir dan atau fragmen batuan, atau mineral dicirikan dengan tipe batuan yakni batupasir dengan komposisi batupasir tersemen, breksi/ konglomerat dengan komposisi batupasir ber-krakal dari batuan keras yang runcing/lingkaran, kerikil lumpur dengan komposisi geluh dan lempung dengan pasir, batulempung serpih dengan komposisi lempung yang gampang pecah dan menjadi kepingan atau lempengan.

Batuan sedimen hasil presipitasi (reaksi kimia) terjadi akhir pelarutan mineral yang lalu mengendap, dan mengeras menjadi batuan. Bentuk batuan sediemen jenis ini antara lain batugamping yang terbentuk dari presipitasi CaCO3 di dasar lautan, dolomite yang berasal dari magnesium dan CaCO3, chert evaporit yang ialah kwarsa yang tidak mengkristal, yang terbentuk melalui penguapan larutan garam dari danau atau laguna.

Batuan sedimen organic terbentuk dari timbunan jasad ataupun sisa-sisa makhluk hidup yang tersedimentasi pada kawasan tertentu. Batuan jenis ini contohnya yakni batubara, yang terbentuk dari gambut ataupun endapan vegetasi lain yang lalu menjadi kerikil. Petroleum yang terbentuk melalui akumulasi cairan hidrokarbon pada endapan sedimen bukan ialah batuan namun materi bakar.

Tugas yang serupa untuk batuan metamorf: foliasi dan non foliasi

Jawab :

Batuan metamorfik yakni batuan yang terbentuk di dalam kerak bumi balasan suhu dan tekanan yang tinggi (tetapi tidak sampai meleleh), dan membentuk tekstur yang baru, kumpulan material baru, ataupun keduanya (Carlson, 2011). Dalam prosesnya, batuan metamorfik terbagi menjadi dua, ialah batuan metamorfik foliasi dan non foliasi.

Perbedaan tekanan ialah factor yang paling besar lengan berkuasa dalam pembenukan batuan metamorfik. Saat batuan memiliki tekstur datar/rata, maka batuan tersebut sudah ter-foliasi. Foliasi terjadi lewat beberapa cara, kalau mineral yang datar (mirip mika) mengkristal di dalam batuan, maka ia mengalami tekanan, dan mineral bertumbuh sedemikian rupa dan menyisihkan cukuran yang tegak lurus dengan arah datangnya tekanan (Carlson, 2011). Contoh batuan metamorfik yang terfoliasi yaitu batu sabak, gneiss, dan skis.

Batuan metamorfik yang tersusun oleh material yang kompak, dan saling mengunci (interlocking) satu sama lain, disebut batuan metamorfik non-foliasi. Nama batuan metamorfik non-foliasi diambil dari mineral mayoritas yang terdapat bata batuan tersebut (Carlson, 2011). Jika yang mayoritas yaitu kalsit dan dolomite, maka batuan disebut marble (marmer), bila yang mayoritas adalah kuarsa, maka disebut quartzite.

Jelaskan faedah dari batuan tersebut dalam pengelolaan DAS

Jawab :

Manfaat yang mampu kita dapatkan dari kekerabatan batuan dengan pengelolaan tempat aliran sungai yakni akrab kaitannya dengan siklus hidrologi dan potensi sumber daya airnya, terutama pada pedoman bawah permukaan, sehingga korelasi antara geologi dan hidrologi sering disebut hydrogeology. Dengan mengetahui keadaan geologi (batuan) sebuah daerah, mineral-mineral penyusun batuannya, kedalaman tiap lapisan, dsb., maka akan dapat dikenali keadaan akuifer di dalam tanah, sifat fisiknya, peluangjumlahnya, dan kwalitas (kimia)nya, sebab setiap area hidrokimia mampu dibedakan oleh gugusan geologinya, kekerabatan hidrologinya, gradient hidroliknya, dan kluster air bawah permukaan (Irawan et al, 2009). perbedaan system fatwa air bawah permukaan dicerminkan oleh karakteristik kimia selaku perubahan karakteristik dari air meteorit ke air deretan (Irawan and Puradimaja, 2006).

Bagaimanakah karakteristik dari struktur geologi berikut, bagaimanakah cara pengenalannya dan sumberdaya alam dan ancaman alam apa yang mungkin muncul

a. Sesar

b. Lipatan

c. Kekar


Jawab :

a. Sesar

Sesar (Fault) adalah patahan ataupun rekahan yang sudah mengalami pergantian dari lokasi semula. Pergeseran ataupun perpindahan deretan batuan cuma sekitar beberapa centimeter per-tahunnya (Carlson, 2011). Para mahir geologi mendeskripsikan sebuah sesar dengan arah pergeserannya yakni : dip-slipe, strike slip, dan oblique-slip. Dip-slip (Sesar normal dan sesar naik) lazimnya dicirikan dengan gerakan sejajar permukaan sesar kepada dip.

Strike slip lazimnya diketahui dengan gerakan sejajar horizontal permukaan bidang sesar terhadap strike. Sedangkan oblique slip yakni variasi antara dip-slip dan strike slip (Carlson, 2011). Pada lazimnya sesar dapat diidentifikasi pada acuan-acuan kelurusan pada bentuk lahan, acuan anutan, dan sudah adanya perubahan gugusan batuannya.

Salah satu bahaya yang mungkin dapat ditimbulkan oleh acara sesar adalah gempa bumi. Selain gempa bumi, aktivitas sesar juga dapat menyebabkan formasi yang di sebut Graben, ialah bab hanging wall yang ambles kebawah, sedangkan bagian footwall yang terangkat akan membentuk Horst

b. Lipatan

Lipatan (Folds) ialah suatu struktur pada lapisan batuan yang mirip gelombang. Dikarenakan bentuk lipatan sperti gelombang, maka secara geometri ada dua bab utama dari struktur lipatan, yakni syncline dan anticline. Antiklin berbentuk ibarat lengkungan dengan batuan yang paling bau tanah berada di tengah lipatan. Sedangkan sinklin batuan yang paling muda berada di tengah lipatan. Dua antiklin akan dibatasi oleh sinklin (Carlson, 2011).

Mengetahui struktur geometri lipatan menjadi penting karena sumberdaya yang tersimpan didalamnya. Karena lipatan memiliki potensi besar minyak bumi, serta banyak sekali macam mineral-mineral yang tersimpan di dalam struktur lipatan tersebut (Carlson, 2011).

c. Kekar

Kekar (Joint) merupakan retakan-retakan pada batuan, namun belum/tidak ada gerakan ataupun pergeseran batuan tersebut. Kekar lazimnya ada pada lapisan yang tidak terlampau dalam pada kerak bumi. Saat arah struktur kekar hampir sejajar satu sama lain, maka satuan kekar dapat digambarkan (Carlson, 2011). Informasi yang akurat perihal keberadaan serta orientasi kekar sungguh penting khususnya untuk penyusunan rencana dan konstruksi skala besar seperti bendungan dan waduk. Gerakan air terkotori yang mengalami perlindian di bawah tanah juga banyak dipengaruhi oleh kekar, yang mana sungguh sukar untuk dibersihkan dan ongkos sangat mahal (Carlson, 2011).

Identifikasi eksistensi sesar, kekar, dan lipatan dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan interpretasi foto udara, interpretasi gambaran satelit identifikasi pola pemikiran, evaluasi kelurusan, pengukuran dip dan strike, analisis penggunaan lahan serta topografi.

Bagaimanakah cara mengidentifikasi ketidakselarasan, dapatkah ketidakselarasan digunakan untuk dasar kajian sumberdaya alam ? 

Jawab :

Ketidakselarasan atau Unconformity adalah suatu permukaan ataupun kontak yang ditandai dengan celah pemisah dalam rekaman geologi, dengan batuan di atas bidang kontak lebih muda dari batuan di bawahnya. Ketidakselarasan pada umumnya didapatkan terkubur dibawah permukaan yang tererosi. Ketidakselarasan dibagi menjadi tiga tipe, adalah bukan ketidakselarasan (disconformities), Anggular, dan nonconformities, dan setiap tipe memiliki implikasi yang penting terhadap sejarah geologi pada tempat insiden (Carlson, 2011).

Dalam disconformity, kontak yang terlihat pada lapisan batuan yang hilang membagi lapisan dasar secara pararel satu sama lain. Kemungkinan yang terjadi adalah batuan yang lebih bau tanah tererosi sejajar dengan lapisan dasar yang datar, dan deposisi yng baru mengubur permukaan yang tererosi (Carlson, 2011). Disconformity lebih sulit untuk diidentifikasi di lapangan, sebab kenampakannya pada batuan sedimen yang sejajar. Umumnya identifikasi disconformity dikerjakan dengan memakai fosil yang terdapat pada tiap lapisan sedimen (Carlson, 2011).

Angular unconformity yakni kontak yang mana strata yang lebih muda melapisi permukaan yang tererosi pada lapisan miring batuan atau lipatan. Hal tersebut menerangkan bahwa sekuens yang selanjutnya berurutan dari yang paling bau tanah ke yang paling muda, dengan urutan peristiwa : 1) deposisi dan litifikasi batuan sedimen; 2) pengangkatan lapisan ataupun terjadi pelipatan; 3) abrasi; 4) deposisi yang baru yang lebih muda (Carlson, 2011).

Nonconformity yaitu kontak yang tererosi pada permukaan batuan sedimen atau plutonik, yang lalu terlapisi oleh batuan yang lebih muda atau batuan vulkanik. Sejarah geologi lazimnya dapat ditunjukan dari gugusan nonconformity, adalah mirip kristalisasi dari batuan beku ataupun metamorf di kedalaman, abrasi yang besar dan panjang, dan disposisi dari sedimen gres (Carlson, 2011).

Identifikasi struktur unconformity dapat dikerjakan dengan menyaksikan data pengeboran untuk melihat data pada setiap lapisan, observasi pada tebing sungai, atau tebing-tebing lainnya, atau dengan teknik stratigrafi, sehingga dapat dikenali urutan pelapisan batuannya. Dalam kajian sumber daya alam, dengan diketahuinya umur dan sifat tiap lapisan batuan yang terbentuk maka mampu dianalisis potensi bahaya longsor dan abrasi.

Apakah arti penting dip dan strike dalam kajian pengelolaan DAS

Jawab :

Berdasarkan prinsip original horizontality, batuan sedimen, ajaran lava maupun abu vulkanik akan terdeposisi secara horizontal dan berlapis-lapis. Di dikala batuan yang aslinya horizontal tadi didapatkan dalam keadaan miring, hal tersebut mengindikasikan bahwa kemiringan terjadi sehabis deposisi dan litifikasi (Carlson, 2011). Sudut dip ialah sudut yang dibentuk antara bidang horizontal dan batuan dasar yang miring, sedangkan arah dip yaitu arah arah kompas kepada sudut dip yang diukur. Strike yakni arah kompas dari garis yang dibentuk oleh perpotongan bidang miring dan bidang horizontal (Carlson, 2011).

Dip (sudut dan arah) dan strike penting untuk diketahui dalam rangka rekonstruksi geologi, dengan mengenali dip dan strike kita mampu mengetahui karakteristik lipatan, struktur lipatan pada lereng, arah kemiringannya dan bisa dipakai untuk analisis ancaman longsor.

Apabila Saudara diberi tugas untuk melakukan konservasi DAS kritis planning langkah-langkah apakah seharusnya dikerjakan. 

Jawab :

Jika suatu dikala saya diberikan tugas untuk melaksanakan konservasi di suatu DAS yang berstatus kritis, beberapa hal yang berhubungan dengan perencanaan yang hendak aku lakukan ialah :
  1. Melakukan kajian ataupun riset terhadap DAS yang bersangkutan untuk megukur tingkat ke-kritisannya, daya dukungnya, serta efek sosio-ekonomi dan kultural kepada tingkat kekritisan DAS tersebut; 
  2. Menginventarisir jenis-jenis sumberdaya alam yang masih bisa dieksplorasi dan yang sudah tidak bisa dieksplorasi, atau masih mampu dieksplorasi dengan syarat akan dilakukan reklamasi/konservasi ataupun remediasi kembali pada lahan tersebut; 
  3. Jika sudah ditemukan penyebab utama dari kekritisan/kerusakan DAS tersebut, maka rencana selanjutnya ialah memilih teknik konservasi yang tepat dan sesuai dengan kondisi fisik dan sosio-kultural penduduk yang tinggal di DAS tersebut, dan memutuskan skala prioritasnya, sehingga penduduk bisa diajak berhubungan dalam proyek konservasi; 
  4. Memberikan dan meningkatkan pemahaman kepada penduduk , pemerintah setempat, dinas-dinas terkait, serta LSM, ihwal duduk perkara-duduk perkara yang ada pada DAS tersebut serta teknik konservasi yang hendak dijalankan dan diajak untuk bisa saling berhubungan sehingga proyek konservasi bisa sukses; 
  5. Mendorong pemerintah setempat untuk aktif dalam proyek konservasi dengan membuat suatu peraturan perundang-permintaan yang baku yang terkait, berisi perihal pembagian tugas konservasi pada dinas-dinas, jumlah budget, teknik konservasi yang dipraktekkan, skala prioritas konservasi, dsb., dan bisa ditaati oleh semua lapisan penduduk , dan dapat dijadikan satu bimbingan baku pada DAS tersebut, sehingga diperlukan dengan peraturan tersebut tidak ada overlap kebijakan dan tanggung jawab.
Jelaskan isi peta geomorfologi, dan bagaimana data dalam peta geomorfologi tersebut diperoleh.

Jawab :

Informasi utama yang dimuat dalam peta geomorfologi versi ITC (Verstappen dan Zuidam, 1975) yakni unit bentuklahan genetik utama, litologi, dan bentuklahan genetik minor serta proses. Informasi lain sebagai isu komplemen yaitu topografi, morfometri, dan kronologi. Unit bentuklahan genetik utama ditunjukkan dengan warna atau diberi batas garis tebal dengan ditandai satu karakter kapital.

Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama