BerandaMy Inspiration Tidur Sedetik Untuk Melewatkan bynimpolama -Juli 15, 2021 0 Antara Harapan & Kenyataan). Namun, itulah kehidupan yang sedetailnya kita mempersiapkan dengan analisis yang luas, mendalam dan objektif tetap saja memerlukan campur tangan Dia sang Maha Segalanya. Jenuh pun tak luput untuk menghampiri dalam menghiasi kenyataan hidup selaku insan yang tidak tepat dalam karakter dan berpikir. Baca juga : Biarkan Rasa Ini Jenuh Barometer besarnya permasalahan atau tantangan yang juga sering disebut ujian dalam kehidupan menurut seberapa besar tingkatan pengertian kita ihwal nilai suatu kehidupan yang berlangsung. Besarnya ujian diukur berdasarkan seberapa besar kemampuan kita untuk menghadapinya, sehingga benar dibilang bahwa Tuhan itu Maha Adil, saking adil-NYA sehingga tak jarang kita menjadi pesimis dan sedikit keliru dalam berpikir. Tuhan tidak adil, kata itu sering mengalir dari hati dan ekspresi kita ketika nilai kapasitas ujian itu tiba. Wajar saja, alasannya kita cuma insan yang tidak sempurna. Namun, ketidak sempurnaan itu bukan alasan untuk kita menyalahkan segala sesuatu dalam keadaan tertentu, tetapi kita juga kadang harus bijak dan berusaha untuk berpikir jernih. Banyak opsi untuk merangsang kejernihan berpikir ketika dibayangi oleh emosi suatu ujian, salah satunya berdiskusi dengan orang yang kita anggap bisa untuk menanggapi dan mendengar dengan baik serta dapat menawarkan solusi yang cukup bijaksana atau merenungkan diri sejenak (baca : Renungkan Diri Sejenak) melalui penyembahan sujud syukur terhadap Sang Pencipta atas segala nikmat yang diberikan. Namun, kalau berbagai solusi untuk berpikir jernih telah dilakukan dan karenanya kita masih dibayangi emosi yang labil, maka tidurlah sedetik untuk melupakan, meskipun cuma sedetik tetapi kita akan merasa lepas dari banyak sekali problematika kehidupan tersebut. Tidur sedetik untuk melupakan problem, tidur sedetik untuk melupakan keberadaan kita di alam ini dan tidurlah sedetik untuk menjernihkan pikiran. Sehingga disaat kita bangkit nanti, kita menjadi damai dan mungkin sedikit bijaksana untuk berbikir secara benar dalam merespon suatu kewajaran persoalan kehidupan. Tidur sedetik bukan untuk melupakan selamanya. Namun, tidur sedetik untuk memberikan ketenangan seluruh organ dan saraf badan sehingga alam menjadi saksi dan sobat untuk menyikapi jiwa dalam ketenangan sejenak. Semoga dengan tidur sejenak kita menjadi damai, sabar, bijaksana dan stabil dalam emosi untuk merespon segala alur proses kehidupan karena insan tetaplah insan dengan segala kelebihan dan kelemahan yang pasti. Baca juga : Hubungan Manusia dan Alam Sumber https://www.atobasahona.com/ Tags: My Inspiration Facebook Twitter