Pengertian, 23 Fungsi Dan Faedah, Zonasi Serta Penyebaran Hutan Mangrove Di Indonesia

Hutan mangrove yaitu hutan yang berkembang didaerah pantai dan sekitar muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air bahari. Mangrove ialah sebuah tempat yang bergerak balasan adanya pembentukan tanah lumpur dalam daratan secara terus menerus oleh flora sehingga pelan-pelan berkembang menjadi semidaratan (Arief, 2003).

Hutan mangrove ialah tipe hutan yang khas terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air bahari. Ekosistem hutan mangrove bersifat kompleks dan dinamis, tetapi labil. Dikatakan kompleks alasannya ekosistemnya di samping dipenuhi oleh vegetasi mangrove, juga merupakan habitat berbagai satwa dan biota perairan (Anwar dan Gunawan. 2006). Bersifat dinamis sebab hutan mangrove dapat tumbuh dan berkembang terus serta mengalami suksesi sesuai dengan perubahan tempat berkembang alaminya. Dikatakan labil alasannya adalah gampang sekali rusak dan susah untuk pulih kembali seperti sediakala.

Sebagian besar jenis-jenis mangrove tumbuh dengan baik pada tanah berlumpur, khususnya di kawasan dimana endapan lumpur terbentuk. Substrat berlumpur ini sangat baik untuk tegakan Rhizophora mucronata dan Avicennia marina. Jenis-jenis lain seperti Rhizopora stylosa tumbuh dengan baik pada substrat berpasir, bahkan pada pulau karang yang mempunyai substrat berupa serpihan karang dan kerang. Rhizophora stylosa dan Sonneratia alba tumbuh pada pantai yang berpasir, atau bahkan pada pantai berbatu. Pada keadaan tertentu, mangrove dapat juga tumbuh pada daerah pantai bergambut, kondisi ini ditemukan di utara Teluk Bone (Noor, Khazali dan Suryadiputra. 2006).

Mangrove menanggulangi kadar salinitas dengan cara yang berlainan-beda. Beberapa diantaranya secara selektif bisa menyingkir dari absorpsi garam dari media tumbuhnya, sementara beberapa macam yang lainnya mampu mengeluarkan garam dari daun (Tjandra dan Ronaldo. 2011).

Ekosistem hutan mangrove mempunyai fungsi ekologis dan ekonomi yang penting dalam pembangunan, terutama di daerah pesisir. Meskipun demikian, kondisi hutan mangrove di Indonesia terus mengalami kerusakan dan pengurangan luas dengan kecepatan kerusakan yang sangat tinggi, hal ini dipicu dengan meningkatnya populasi penduduk yang telah mendorong terjadinya pengalih fungsian lahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan hutan menjadi lahan pertanian. Serta kesadaran dan pengetahuan penduduk wacana keberadaan mangrove dalam mendukung kehidupan belum dimengerti oleh penduduk , yang mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove.

Hutan mangrove sering disebut rawa sarat nyamuk. Populasi nyamuk di ekosistem ini sangat melimpah, tergolong nyamuk yang dimengerti sebagai vector penyakit (Tjandra dan Ronaldo. 2011). Dengan adanya perombakan hutan mangrove menjadi lahan pertanian dan perikanan, maka banyak musuh alami yang kehilangan sumber masakan yang kemudian mati atau menjadi punah. Sembel (2010) menyebutkan berkurang atau matinya musuh alami alasannya terjadi penyederhanaan ekosistem alami menjadi ekosistem pertanian dapat menimbulkan terjadinya ledakan populasi hama.

Magrove memiliki banyak sekali manfaat dan fungsinya masing-masing yang terbagi dalam zonai mangrove itu sendiri serta luasan dan penyebarannya. Untuk mengetahui lebih terang terkait ha silahkna lihat postinga-postingan di bawah ini  :

23 Fungsi Hutan Mangrove Beserta Manfaatnya
Pembagian Zonasi Hutan Mangrove

Hutan Mangrove, luasan dan Penyebarannya

Buku Referensi :

Anwar, C., dan Gunawan, H. 2006. Peran Ekologis dan Sosial Ekonomis Hutan Mangrove Dalam Mendukung Pembangunan Wilayah Pesisir. Peneliti Pada Kelti Konservasi Sumberdaya Alam Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam Bogor. Bogor.

Arief, A. 2003. Hutan Mangrove Fungsi dan Manfaatnya. Kanisius. Yogyakarta.

Noor, Y.R.., dan Khazali, M., dan Suryadiputra. I.N.N.. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Wetland International Indonesia Programme. Bogor.

Sembel, D.T.. 2011. Komposisi Nyamuk-Nyamuk Penular Penyakit Demam Berdarah, Chikungunya dan Malaria di Kota Manado. Laporan Penelitian Iptek dan Seni. Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Tjandra, E., dan Ronaldo, Y. 2011. Mengenal Hutan Mangrove. Pakar Media. Bogor.

(Lihat Juga : Jabon Merah ( Anthocephalus macrophyllus)
Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama