Tinjauan Ekologi, Sifat Serta Kerugian Yang Diakibatkan Gulma

Tinjauan Ekologi, Sifat Serta Kerugian Yang Diakibatkan Gulma Menurut Ahli. Gulma dikenal sebagai tumbuhan yang bisa beradaptasi pada ritme pertumbuhan tanaman budidaya. Pertumbuhan gulma cepat, daya regenerasinya tinggi kalau terluka, bisa berbunga walaupun kondisinya dirugikan oleh tumbuhan budidaya (Kurniastutik, 2002). Menurut pembagian terstruktur mengenai botani gulma dibedakan menjadi rumput, teki, dan berdaun lebar (Sukman dan Yakup, 1995).

Gulma ditinjau dari siklus hidupnya terdiri atas beberapa golongan antara lain, gulma annual, biannual dan perennial (Barus, 2003). Kelompok gulma annual atau Gulma semusim menyelesaikan siklus hidupnya di alam satu tahun atau satu musim (Sukman dan Yakup, 1995). Gulma semusim lazimnya menghasilkan banyak biji dan memerlukan kondisi lingkungan yang khusus untuk dapat melanjutkan hidupnya (Barus, 2003).

Gulma daun lebar semusim seperti Ageratum conyzoides, teki semusim seperti Cyperus difformis dan rumput semusim mirip Echinocloa colonum (Sukman dan Yakup, 1995).

Gulma yang termasuk biannual memiliki daur hidup 1 generasi lebih panjang, ialah 2 tahun. Tahun pertama kala hidupnya dipakai untuk menyimpan masakan pada akar untuk kehidupan di tahun kedua (Barus, 2003). Gulma biannual bunganya berbentuk roset pada tahun pertama dan pada tahun kedua menghasilkan bunga yang memproduksi biji kemudian mati seperti D. carota (Sukman dan Yakup, 1995).

Kelompok gulma yang ketiga yaitu gulma perennial, periode hidup 1 generasi yakni 3 tahun (Barus, 2003). Beberapa spesies gulma perennial, secara alami meningkat biak dengan biji, namun mampu sangat produktif dengan pecahan batang, umbi, rhizoma, stolon dan daun. Gulma pirennial sebagian besar sungguh sulit dikendalikan khususnya yang bisa berkembang biak secara vegetatif maupun generatif seperti Imperata cylindrica dan Cyperus rotundus (Sukman dan Yakup, 1995).

Sifat-sifat khusus gulma antara lain: 
  1. kecepatan berkembangbiak cukup besar, baik melalui cara vegetatif dan generatif. Gulma jenis rumputan mampu berkembangbiak dengan segera melalui rhizoma. Sedang pada gulma berdaun lebar, tejadi pembentukan daun pemanjangan batang yang cepat. 
  2. mempunyai kemampuan untuk mengikuti keadaan (adaptasi) yang tinggi dan tetap hidup pada keadaan lingkungan yangtidak mengntungkan. 
  3. memiliki sifat dormansiyang baik, sehingga berkemampuan untuk dapat tumbuh dan meningkat sangat besar. 
  4. mempunyai daya kompetisi yang tinggi (Yunasfi, 2007).
Persaingan antara gulma dengan flora yang diusahakan dalam mengambil komponen-unsur hara dan air dari dalam tanahdan penerimaan cahaya matahari untuk proses fotosintesis, menjadikan kerugian-kerugian dalam produksi baik kualitas maupun kuantitas. Kerugian berbentukpenurunan bikinan dari beberapa flora yakni selaku berikut : padi 10,8 %; sorgum 17,8 %; jagung 13 %; tebu 15,7 %; coklat 11,9 %; kedelai 13,5 % dan kacang tanah 11,8 Menurut percobaan-percobaan pemberantasan gulma pada padi terdapat penurunan oleh kompetisi gulma tersebut antara 25-50 % (Sastroutomo, 1990).

Gulma menjadikan kerugian-kerugian yang antara lain disebabkan oleh :
  1. Persaingan antara tumbuhan utama sehingga menghemat kemampuan berproduksi, terjadi persaingan dalam pengambilan air, unsur-bagian hara dari tanah, cahaya dan ruang lingkup (Sukman dan Yakup, 1995). 
  2. Pengotoran kualitas produksi pertanian, misalnya pengotoran benih oleh biji-biji gulma (Sastroutomo, 1990). 
  3. alelopati yaitu pengeluaran senyawa kimiawi oleh gulma yang beracun bagi flora yang lainnya, sehingga merusak pertumbuhannya (Sukman dan Yakup, 1995). 
  4. Gangguan kelangsungan pekerjaan para petani, contohnya adanya duri-duri Mimosa spinosa, Mimosa pigra, Mimosa pudica, Mimosa invisa di antara flora yang diusahakan (Sastroutomo, 1990). 
  5. Perantara atau sumber penyakit atau hama pada tanaman, contohnya Lersia hexandra dan Cynodon dactylon merupakan tanaman inang hama ganjur pada padi (Rukmana, 1999).
  6. Gangguan kesehatan manusia, contohnya ada sebuah gulma yang tepung sarinya menyebabkan alergi. 
  7. Kenaikkan ongkos-biaya perjuangan pertanian, misalnya memperbesar tenaga dan waktu dalam pengerjaan tanah, penyiangan, perbaikan selokan dari gulma yang menyumbat air irigasi (Lakitan, 1995).
  8. Gulma air meminimalisir efisiensi tata cara irigasi, yang paling mengganggu dan tersebar luas yaitu eceng gondok (Eichhornia crssipes). Terjadi pemborosan air alasannya adalah penguapan dan juga menghemat ajaran air. Kehilangan air oleh penguapan itu 7,8 kali lebih banyak daripada air terbuka (Sastroutomo, 1990).

Sumber https://www.atobasahona.com/

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama